Peletakan Batu Pertama SMPN 11 Pangkalpinang, Gubernur Soroti Kekurangan Guru
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 2 Sep 2026
- visibility 62
- comment 0 komentar

Peletakan Batu Pertama SMPN 11 Pangkalpinang, Gubernur Soroti Kekurangan Guru
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, melakukan peletakan batu pertama pembangunan SMP Negeri 11 Kota Pangkalpinang di kawasan eks Terminal Selindung, Rabu pagi (2/9/2026).
Hidayat menegaskan pembangunan sekolah baru itu merupakan kebutuhan mendesak seiring pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Pangkalpinang.
“Sudah wajib dibangun, karena sesuai dengan pertumbuhan penduduk makin hari, makin bulan, makin tahun, makin bertambah. Jadi Pak Wali Kota sudah menginisiasi akan membangun 2 SMP, SMP 11 dan SMP 12 untuk perkembangan penduduk. Termasuk SMP mana juga kita pikirkan lagi,” ujar Hidayat.
Namun di sisi lain, Hidayat juga mengingatkan persoalan krusial yang harus segera diantisipasi, yakni ketersediaan tenaga pendidik. Ia khawatir gedung sekolah sudah berdiri tetapi tidak ada gurunya.
“Nah ini faktor pertamanya nanti kekurangan guru ini sangat vital ya. Nanti sekolahnya ada, gurunya tidak ada, ini sangat, sangat pemikiran yang sensitif sekali. Harus kerja keras bagaimana solusinya ya. Jangan sampai gedung sudah selesai, guru tidak ada. Ini yang sangat berbahaya ya. Mudah-mudahan Allah melindungi kita, kita akan bisa terus bekerja keras. Pak Wali, Bu Wakil juga, untuk mencari generasi SDM yang baik yaitu guru-gurunya,” katanya.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin Masyarif menyatakan pembangunan SMP memang menjadi keharusan. Ia juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi untuk pengembangan sekolah ke depan.
“Ya, pertama ini pembangunan SMP memang satu keharusan ya karena jumlah penduduk tadi yang disampaikan Pak Gubernur. Dan kami memohon juga nanti tahun depan kepada Pak Gubernur, kita meminta untuk penambahan pengembangan ini. Jadi melalui Pak Gubernur nanti kita minta untuk penambahan ruang belajar baru. Ini tahap awal kita bangun. Yang penting tahun depan bisa belajar, anak-anak kita bisa menerima murid baru,” kata Saparudin.
Untuk mengatasi persoalan guru, lanjut Saparudin, Pemkot Pangkalpinang akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi. Salah satu langkahnya adalah merekrut guru dari jalur P3K dan membuka program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Kemudian nanti guru-guru tadi yang disampaikan oleh Pak Gubernur, kita akan kolaborasi. Kami nanti akan coba koordinasi dengan dinas pendidikan provinsi. Kalau ada tenaga-tenaga P3K yang di provinsi memang yang berbasisnya dari pendidikan,” tuturnya.
“Kita nanti juga akan mengadakan PPG atau Pendidikan Profesional Guru di kota Pangkalpinang. Kami sudah siapkan, kita akan rekrut guru-gurunya dan insyaallah tahun depan bisa berjalan. Dan mohon doa semuanya untuk pembangunan yang akan datang,” sambung Saparudin.
Lebih lanjut, ia juga menargetkan pembangunan SMPN 11 akan rampung hingga akhir tahun 2026. Dengan begitu, sekolah dapat menerima siswa baru pada tahun ajaran 2027.
“Targetnya sampai akhir tahun sudah selesai. Jadi tahun depan sudah menerima siswa baru,” ucapnya.
Pada tahap awal, SMPN 11 akan menampung 3 rombongan belajar. Sementara itu, untuk program Sekolah Rakyat, Pemkot masih berproses di kementerian melalui fasilitasi Gubernur. Salah satu kendalanya adalah normalisasi lahan yang sebelumnya miring dan diminta diratakan oleh Kementerian PU.
“Sekolah rakyat sedang proses di kementerian lewat Pak Gubernur. Kita usulkan sekolah rakyat dan sedang proses. Kemarin yang belum selesai itu adalah normalisasi lahan. Lahannya agak miring, jadi dari PU Pusat minta diratakan. Prosesnya sedang pengadaan karena kita tahun ini tidak ada pengadaannya. Insyaallah tahun depan kita siap,” tutup Saparudin.
- Penulis: admin


