Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » Mochi Viral tapi Boncos: Pelajaran Mahal dari Kegagalan Ichigo Daifuku PGK

Mochi Viral tapi Boncos: Pelajaran Mahal dari Kegagalan Ichigo Daifuku PGK

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 19 Jun 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar

Oleh: Destri Yanti dan Devy Lestiawan (Mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Bangka Belitung).

Di awal cerita, usaha ini sebenarnya punya fondasi yang lumayan aman karena pakai sistem Pre-Order (PO). Sistem PO itu penyelamat banget buat bisnis makanan segar, karena bahan baku baru dibeli sesuai jumlah pesanan. Tapi begitu melihat antusiasme pasar yang membeludak, Asa dan Cika langsung tergiur pindah ke sistem ready stock dan bikin booth semi-permanen.

Di sinilah blunder pertama terjadi. Mereka tidak siap menghadapi konsekuensi ready stock, yaitu fluktuasi permintaan harian. Alhasil, stroberi segar yang jadi bahan utama—dan harus dikirim jauh-jauh dari luar pulau—malah banyak yang membusuk karena nggak langsung habis terjual. Kerusakan buah yang mencapai 20-30% ini jelas jadi “pembunuh berdarah dingin” buat modal mereka, apalagi kerugian ini sama sekali nggak dimasukkan ke dalam perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP).

Hal lain yang bikin geleng-geleng kepala adalah cara mereka menghitung HPP dan Break Even Point (BEP). Menghitung HPP sebesar Rp7.500 cuma modal membagi total belanja tepung dan pasta dengan target produksi itu fatal banget. Mereka menganggap biaya kirim stroberi, gas elpiji, listrik kulkas, sampai tenaga mereka sendiri yang bikin adonan tiap subuh bernilai nol rupiah!

Ini dia kebiasaan buruk wirausaha pemula: sering menggratiskan tenaga sendiri. Padahal, kalau waktu dan keringat kita nggak dihitung sebagai biaya, ya wajar saja produknya kelihatan murah dan menguntungkan.

Parahnya lagi, rumus BEP yang mereka pakai juga salah kaprah. Menghitung BEP cuma dengan membagi total pengeluaran bulanan dengan harga jual tanpa memedulikan biaya variabel per unit bikin target mereka meleset jauh. Begitu target penjualan tercapai, mereka heran kenapa uang di kas malah minus dan nggak bisa bayar supplier. Ya iyalah, karena setiap butir mochi yang terjual sebenarnya malah menggerus uang kas akibat HPP riilnya ternyata jauh lebih tinggi (Rp8.800) dari asumsi awal mereka.

Asa dan Cika juga tampaknya agak kemakan gengsi visual. Memang betul, jajanan zaman sekarang harus estetik supaya viral. Tapi kalau sampai menggelontorkan dana besar buat bikin hard-box premium, cetak stiker logo, langsung rilis tiga varian rasa sekaligus, plus bayar paid promote selebgram lokal secara impulsif, itu namanya bunuh diri finansial buat ukuran UMKM yang baru merangkak. Modal kerja mereka akhirnya mandek di tumpukan kotak kemasan yang belum terpakai, sementara uang tunai buat muter beli stroberi harian malah habis bis!

Dampak beruntunnya pun keliatan jelas. Begitu kas kosong, mereka nggak bisa beli bahan baku, toko sering tutup dadakan, pelanggan kecewa, dan fatalnya mereka sempat menurunkan kualitas dengan mengganti buah stroberi yang kecil dan masam demi menghemat biaya. Konsumen zaman sekarang itu cerdas; begitu rasa berubah, mereka pasti langsung kabur.

Secara keseluruhan, laporan ini memberikan evaluasi dan solusi yang sangat solutif dan membumi. Rekomendasi untuk melakukan restrukturisasi keuangan lewat spreadsheet sederhana, memisahkan uang pribadi dan bisnis, serta menggunakan sistem manajemen stok FIFO buat stroberi adalah langkah awal wajib kalau usaha ini mau di-relaunching.

Saran untuk mengganti kemasan hard-box mahal ke mika transparan yang dihias tali rami dan stiker kraft juga sangat cerdas. Langkah ini bisa memangkas biaya kemasan sampai 60% tanpa menghilangkan kesan estetik yang disukai anak muda. Ditambah lagi dengan mengombinasikan sistem PO dan ready stock terbatas (misal 20 butir per hari), risiko buah membusuk bisa ditekan seminimal mungkin.

Intinya, kreativitas produk mochi Asa dan Cika ini sebenarnya punya potensi pasar yang oke banget di Pangkalpinang. Tapi kasus ini jadi tamparan keras kalau bisnis itu nggak cuma soal jualan produk yang enak dan estetik. Tanpa adanya kedisiplinan dalam mencatat pengeluaran sekecil apa pun dan perhitungan akuntansi biaya yang matang, bisnis se-viral apa pun bakal cepet kehabisan napas dan berujung gulung tikar.

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polresta Pangkalpinang Ungkap Kasus Pencurian Kabel Listrik di Sejumlah Sekolah, Satu Pelaku Diamankan

    Polresta Pangkalpinang Ungkap Kasus Pencurian Kabel Listrik di Sejumlah Sekolah, Satu Pelaku Diamankan

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 83
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kasus pencurian kabel listrik di sejumlah sekolah di Kota Pangkalpinang akhirnya terungkap. Dalam konferensi pers yang digelar di aula SAR Polresta Pangkalpinang, pada Kamis (9/1/2025) siang, Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Gatot Yulianto mengungkapkan kronologi kasus yang melibatkan satu orang tersangka tersebut. “Tersangka berinisial HS alias Awen, berhasil kami amankan setelah melakukan serangkaian […]

  • PT TIMAH Tbk Salurkan Bantuan bagi Ravael yang Sedang Berjuang Melawan Kanker

    PT TIMAH Tbk Salurkan Bantuan bagi Ravael yang Sedang Berjuang Melawan Kanker

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 81
    • 0Komentar

    PT TIMAH Tbk Salurkan Bantuan bagi Ravael yang Sedang Berjuang Melawan Kanker DOORSTOP.ID, BANGKA BARAT — Kepedulian PT TIMAH Tbk terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui bantuan untuk mendukung kesembuhan Ravael (14), warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, yang tengah berjuang melawan penyakit kanker. Sejak divonis menderita kanker, Ravael harus menjalani perawatan intensif di […]

  • Dorong Peningkatan Kesejahteraan Nelayan, PT Timah Serahkan Bantuan untuk Koperasi Tanjung Gunung Sejahtera

    Dorong Peningkatan Kesejahteraan Nelayan, PT Timah Serahkan Bantuan untuk Koperasi Tanjung Gunung Sejahtera

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Dorong Peningkatan Kesejahteraan Nelayan, PT Timah Serahkan Bantuan untuk Koperasi Tanjung Gunung Sejahtera DOORSTOP.ID, BANGKA TENGAH — Untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan, PT Timah melalui program CSR kembali menyerahkan bantuan untuk kelompok nelayan di Kabupaten Bangka Tengah. Kali ini, PT Timah menyerahkan bantuan untuk nelayan yang tergabung dalam Koperasi Tanjung Gunung Sejahtera, Desa Tanjung Gunung, […]

  • Diperiksa 10 Jam oleh Kejagung, Ahok Soroti Lemahnya Pengawasan di Pertamina

    Diperiksa 10 Jam oleh Kejagung, Ahok Soroti Lemahnya Pengawasan di Pertamina

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Diperiksa Selama 10 Jam oleh Kejagung, Ahok Soroti Lemahnya Pengawasan di Pertamina DOORSTOP.ID, JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, selama 10 jam pada Rabu (13/3/2025). Pemeriksaan ini terkait dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina. Ahok hadir sebagai saksi di Gedung Kejagung, […]

  • Dirut PLN: RUPTL Diperpanjang hingga 2040, Kapasitas PLTN Ditargetkan Naik Jadi 7 Gigawatt

    Dirut PLN: RUPTL Diperpanjang hingga 2040, Kapasitas PLTN Ditargetkan Naik Jadi 7 Gigawatt

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

    RUPTL 2025–2034 akan Membangun PLTN Berkapasitas 500 MW DOORSTOP.ID, JAKARTA — Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) membutuhkan waktu panjang, antara 11 hingga 14 tahun, sehingga perlu dimasukkan dalam perencanaan jangka panjang sektor ketenagalistrikan nasional. Karena itu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengusulkan agar horizon perencanaan dalam Rencana Usaha […]

  • PT Timah Tbk Tingkatkan Kompetensi Guru Lewat Program ”Timah Mengajar”

    PT Timah Tbk Tingkatkan Kompetensi Guru Lewat Program ”Timah Mengajar”

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, BANGKA SELATAN — PT Timah Tbk terus menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan melalui program unggulannya, Timah Mengajar. Dengan tema “Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Populer Sebagai Upaya Pengembangan Profesi Tahun 2024”, program ini digelar pada Kamis (12/12/2024) di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan. Acara ini dihadiri oleh Division Head CSR […]

expand_less