MTI Mentok Bukan Hanya Sarana Edukasi Sejarah Tambang, Tapi Juga Ruang Aktivitas Warga
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 15 Apr 2025
- visibility 73
- comment 0 komentar

MTI Mentok Bukan Hanya Sarana Edukasi Sejarah Tambang, Tapi Juga Ruang Aktivitas Warga
DOORSTOP.ID, BANGKA BARAT — Museum Timah Indonesia (MTI) Mentok yang terletak di Kabupaten Bangka Barat, tak hanya menjadi pusat edukasi mengenai sejarah pertimahan, namun juga berkembang menjadi ruang aktivitas sosial bagi masyarakat.
Letak Museum Timah Indonesia yang strategis di tengah kota Mentok ini, membuat suasana terasa nyaman dan asri, sehingga areal Museum kerap dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas.
MTI Mentok dikenal sebagai saksi perjalanan panjang industri timah di Tanah Air. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi bersejarah, mulai dari alat tambang tempo dulu, proses pengolahan timah dari masa ke masa.
MTI Mentok ini menjadi media edukasi yang menarik bagi pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan, yang ingin lebih mengenal komoditas timah dan juga sejarah tentang Kota Mentok.
Bangunan gedung museum yang berdiri sejak tahun 1915 ini, juga merupakan cagar budaya, sehingga orisinalitasnya masih sangat terjaga hingga saat ini.
Kawasan MTI Mentok juga kerap jadi tempat pertunjukan seni, pameran dan juga aktivitas sosial dan olahraga masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Club Senam ”The Bukit” yang kerap berolahraga di areal museum tersebut.
Ketua Club Senam ”The Bukit”, Sri, menyampaikan bahwa pihaknya dalam satu pekan sekali melaksanakan senam di halaman MTI Mentok, karena suasana yang nyaman dan asri, serta lokasinya yang strategis.
“Museum memiliki halaman yang luas untuk senam, selain letaknya yang strategis ditambah suasananya nyaman dan bersih salah satu tempat yang pas buat olahraga senam, sekaligus mempromosikan museum,” ungkap Sri, Senin (14/4/2025).
Sri juga bersyukur, PT Timah memfasilitasi mereka untuk bisa senam di kawasan museum.
“Seminggu sekali ke sini senam bersama teman-teman Club, selama ini senamnya di lokasi The Bukit, kami mencari suasana yang baru. Dan kami selalu diberikan izin bila memerlukan fasilitas museum, Terima kasih PT Timah,” ujarnya.
Senada, Tia (27), juga mengaku senang karena dapat berolahraga senam di kawasan museum karena memberikan suasana yang berbeda.
“Senam di Museum ini memiliki suasana yang berbeda, nyaman, bersih ,tidak licin karena memang terjaga dan terawat,” tuturnya.
Sementara itu, Narti (55), mengatakan senam bisa menjaga kebugaran tubuhnya dan jika dilaksanakan di museum mereka bisa sembari berekreasi.
“Senam ini bisa menurunkan kolestrol, terbukti saya yang mengalami kolestrol saya dulu tinggi sekarang turun. Olahraga di Museum ini selain sehat juga menyenangkan karena sambil berekreasi dengan teman teman,” jelasnya.
Kegiatan rutin seperti senam pagi bersama yang digelar di halaman Museum Timah menjadi contoh sinergi antara pelestarian cagar budaya dengan gaya hidup sehat. Suasana yang nyaman dan bersejarah memberikan nuansa berbeda bagi warga yang ingin berolahraga di area ini.
Dengan membuka ruang bagi berbagai aktivitas sosial, PT Timah berharap Museum Timah Indonesia bisa terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, baik sebagai pusat edukasi maupun ruang interaksi sosial yang mendukung gaya hidup sehat, kreatif, dan produktif.
Museum Timah Indonesia Mentok kini tak hanya menjadi destinasi wisata edukatif, tetapi juga ruang publik yang ramah untuk semua kalangan. Kombinasi antara nilai sejarah, edukasi, dan kebersamaan inilah yang membuat Museum Timah semakin diminati.
Sumber: www.timah.com
- Penulis: admin


