Pelepasan dan Pentas Seni TK Negeri Pembina 3 Pangkalpinang, Agus Fendi: Tugas Masih Panjang
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 12 Jun 2025
- visibility 135
- comment 0 komentar

Pelepasan dan Pentas Seni TK Negeri Pembina 3 Pangkalpinang, Agus Fendi: Tugas Masih Panjang
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti acara pelepasan dan pentas seni peserta didik TK Negeri Pembina 3 Pangkalpinang Tahun Ajaran 2024/2025, yang digelar di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (12/6/2025) pagi.
Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Setdako Pangkalpinang, Agus Fendi, yang memberikan sambutan penuh pesan mendalam untuk para orang tua dan tenaga pendidik.
Dalam sambutannya, Agus Fendi mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi pendidikan anak hingga jenjang yang lebih tinggi minimal SMA/SMK sederajat.
“Siapkan anak didik ini untuk sampai ke jenjang yang lebih tinggi minimal SMA ataupun SMK nantinya. Artinya tugas Bapak Ibu tentu masih panjang. Boleh jadi ini anak yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Kalau sudah dan seterusnya, artinya Bapak Ibu sudah merasakan bagaimana mendidik anak di tingkat atasnya,” ucap Agus.
“Permohonan maaf dan ucapan terima kasih juga dari Pak PJ Wali Kota, Pak Sekda, untuk seluruh guru TK Pembina. Apa yang menjadi tugas dan kewajiban Bapak Ibu sebagai guru sudah dijalankan dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.
Sebagai Asisten Administrasi Umum (Asisten III), Agus menegaskan bahwa tugasnya memang berada di balik layar, seperti mengurusi persoalan anggaran, barang, dan kepegawaian.
“Asisten III itu tidak dikenal banyak orang karena kerjanya di balik layar. Kami mengurusi tiga hal: satu uang, dua barang, tiga orang. Misalnya, kalau ada keperluan acara seperti ini, maka ini jadi urusan saya. Jadi mohon dimaklumi jika tempat acara tidak bisa di lokasi yang lebih dekat karena keterbatasan anggaran dan fasilitas,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena dapat hadir dan menyaksikan pentas seni anak-anak didik, bahkan ada yang sudah mampu membaca surat-surat pendek dalam Al-Qur’an.
“Tadi saya lihat sendiri, ada anak-anak yang bisa membaca surat pendek, ini luar biasa. Guru-gurunya juga luar biasa. Tadi saya ada rasa inisiatif untuk berbagi kepada anak-anak yang bisa membaca surat-surat pendek, ternyata mereka sudah bisa,” ungkap Agus.
Di tengah tantangan zaman digital, Agus juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam membatasi penggunaan gawai bagi anak-anak.
“Jangan biarkan anak-anak terlalu bebas bermain HP. Ini tantangan kita sebagai orang tua. Karena dari anak-anak inilah, kita berharap mereka menjadi generasi maju yang memimpin negeri ini,” ujarnya.
Selain itu, acara pelepasan ini, menurut Agus, tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga ajang apresiasi terhadap perjuangan para guru dan orang tua yang telah mendampingi proses belajar anak-anak selama di TK. Dengan harapan, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sukses dan membanggakan di masa depan.
“Tentu harapan kita, anak-anak kita ini menjadi orang yang sukses dan beruntung,” tutupnya.
- Penulis: admin


