Pelantikan Pengurus IDI Pangkalpinang 2026-2029, Prof Udin Ingatkan Jaga Etika Medis
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 13 Jun 2026
- visibility 139
- comment 0 komentar

Pelantikan Pengurus IDI Pangkalpinang 2026-2029, Prof Udin Ingatkan Jaga Etika Medis
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Prof Udin), mengingatkan para dokter untuk memperkuat etika kedokteran di tengah masifnya penggunaan media sosial saat ini.
Pesan tersebut ia sampaikan dalam acara pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pangkalpinang masa bakti 2026-2029 di Balai Besar Betason, Gedung Tudung Saji, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Sabtu malam (13/6/2026).
Dalam pelantikan tersebut, dr. Idil Fitri, Sp.OG, M.H resmi menjabat sebagai Ketua IDI Cabang Pangkalpinang berdasarkan SK Pengurus Besar IDI Nomor 0374/PB/A.4/01.2026.
Dalam arahannya, Prof Udin menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa dampak ganda yang sangat signifikan bagi profesi medis. Menurutnya, rekam jejak digital saat ini sangat sensitif, sehingga penerapan etika profesi yang ketat menjadi benteng utama bagi para dokter.
“Saya harap menjaga etika kedokteran, di mana hari ini dan masa depan, ini sangat mempengaruhi profesi sebagai dokter, media sosial sudah sangat masif, dengan sedikit kesalahan yang dilakukan bisa viral, begitulah dunia teknologi informasi yang ada aspek kebaikan maupun keburukannya, sehingga etika sangat penting,” tegas Prof Udin.
Selain itu, ia menambahkan bahwa tantangan utama IDI saat ini adalah meningkatkan profesionalisme guna memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Regenerasi organisasi pun disebutnya sebagai langkah awal untuk menghadapi tantangan tersebut.
“Dokter masa kini harus bisa menguasai perkembangan teknologi dan informasi, termasuk perkembangan peralatan kedokteran memiliki kemajuan yang luar biasa,” lanjutnya.
Guna mendukung peningkatan pelayanan kesehatan, Prof Udin memaparkan bahwa Pemkot Pangkalpinang telah menyiapkan anggaran sebebar Rp15 miliar pada tahun 2026 ini. Dana tersebut, kata dia, dialokasikan untuk meng-cover kepesertaan BPJS Kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Upaya ini demi mewujudkan UHC (Universal Health Coverage,red) kita, sehingga seluruh lapisan masyarakat Pangalpinang dapat berobat secara gratis tanpa kendala biaya,” ungkapnya.
- Penulis: admin


