Peran Ibu Jadi Benteng Terkuat Cegah Narkoba di Pangkalpinang
- account_circle
- calendar_month Kam, 12 Sep 2024
- visibility 90
- comment 0 komentar

PANGKALPINANG — Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga terhadap ancaman narkoba, Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Badan Kesbangpol menggelar sosialisasi bertajuk “Memperkuat Ketahanan Keluarga Anti Narkoba Melalui Peran Ibu di Pangkalpinang”.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang ini dibuka langsung oleh Pj Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Yuniar Putia Rahma, pada Selasa (10/9/2024) di ruang OR Kantor Wali Kota Pangkalpinang.
Yuniar Putia Rahma dalam sambutannya menekankan pentingnya peran seorang ibu sebagai garda terdepan dalam melindungi keluarga dari bahaya narkoba.
Data menunjukkan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba semakin mengkhawatirkan, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.
Kondisi ini mendorong Yuniar mengajak para ibu untuk lebih proaktif dalam memberikan edukasi tentang bahaya narkoba kepada anak-anaknya.
“Jangan sampai kita lengah dan mengabaikan ancaman narkoba ini. Mari kita bersama-sama melindungi anak-anak kita dari pengaruh buruk narkoba,” ajaknya.
Lebih lanjut, Yuniar juga menyoroti faktor-faktor yang dapat mendorong anak-anak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, seperti kurangnya perhatian dari orang tua, masalah keluarga, pengaruh lingkungan, dan mudahnya akses terhadap narkoba.
“Peran ibu itu sangat penting. Kita beri edukasi ke anak bagaimana bahayanya narkoba. Selain itu faktor lain yang mempengaruhi anak menyalahgunakan narkoba yakni pengaruh media dan lingkungan sosial serta akses yang mudah digapai,” paparnya.
Untuk mengatasi hal ini, Yuniar menyarankan agar para orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak-anaknya, memberikan perhatian yang cukup, serta menciptakan suasana keluarga yang harmonis.
“Salah satu cara untuk mempererat hubungan dengan anak adalah dengan memberikan kasih sayang yang tulus, seperti memberikan pelukan atau pujian. Hal ini akan membuat anak merasa dicintai dan diperhatikan sehingga mereka akan lebih terbuka kepada kita,” ungkap Yuniar.
Selain itu, Yuniar juga mengajak para ibu untuk aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial di lingkungan sekitar. Dengan begitu, para ibu dapat lebih mudah mendeteksi adanya indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya dan segera melaporkan kepada pihak berwenang.
“Sebagai seorang ibu, kita jangan sampai buta dan tuli dengan masalah narkoba ini. Permasalahan di lingkungan jika ada yang dicurigai silakan dilaporkan ke RT,” tegas Yuniar.
Yuniar menutup sambutannya dengan menekankan pentingnya peran ibu sebagai komunikator yang efektif.
“Membangun kepercayaan dan ketahanan diri anak-anak. Menjaga kesehatan mental anak itu penting. Ibu sebagai pengawas dan pembimbing. Ibu sebagai komunikator yang efektif,” pesannya.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para ibu di Kota Pangkalpinang dapat lebih memahami tentang bahaya narkoba dan peran mereka dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga.
- Penulis:


