Pertamina Ungkap Sebab Kelangkaan dan Antrean Pertalite di Babel
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 14 Jul 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar

Pertamina Ungkap Sebab Kelangkaan dan Antrean Pertalite di Babel
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Area Bangka Belitung mendeteksi aksi curang ratusan pengendara yang memanfaatkan situasi di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap pasokan Pertalite. Para oknum ini menggunakan modus keliling dari satu SPBU ke SPBU lain menggunakan pelat nomor palsu dan banyak kode batang (QR Code) ganda demi menimbun BBM subsidi.
Sales Manager PT Pertamina Patra Niaga Area Bangka Belitung, Satriyo Wibowo Wicaksono, membongkar taktik tersebut saat bertemu Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya di ruang kerjanya, Selasa siang (14/7/2026). Satriyo menegaskan, pasokan Pertalite di wilayah Bangka Belitung sebenarnya berada dalam kondisi aman dan normal.
“Kami mengimbau masyarakat supaya tidak perlu pembelian berlebihan. Karena yang kita monitor di lapangan itu memang banyak kendaraan yang berulang pembeliannya termasuk pengerit,” ungkap Satriyo kepada wartawan.
Demi menyudahi antrean panjang yang mengular di berbagai SPBU, Pertamina langsung bergerak cepat merangkul aparat kepolisian. Satriyo menyebut bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Babel guna mengatasi hal tersebut.
“Pagi hari ini kami juga sudah koordinasi dengan Kapolda untuk bantu dalam rangka pengamanan antrian di lapangan. Supaya tadi, oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu tidak memanfaatkan situasi. Sebenarnya kondisi semua dalam keadaan normal,” lanjutnya.
Saat wartawan mencecar pertanyaan mengenai dugaan penimbunan stok sebagai pemicu utama kelangkaan, Satriyo menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami hal tersebut. Pasalnya, sistem digital Pertamina menangkap pergerakan mencurigakan dari ratusan kendaraan yang mengelabui sistem pengisian.
“Itu lagi didalami. Karena temuan kami di lapangan pun banyak QR Code yang sama, double-double, ataupun dia menggunakan nomor polisi palsu,” jelas Satriyo.
Aksi kucing-kucingan ini terjadi lintas SPBU. Para spekulan sengaja memutar rute demi mendapatkan Pertalite melebihi batas wajar. Dari hasil pemetaan internal, Pertamina langsung menjatuhkan sanksi tegas berupa pemblokiran akses tangki bbm bagi kendaraan nakal tersebut.
“Banyak, dia muter-muter. Jadi kita kan mapping, untuk QR Code tersebut juga sudah kami blokir. Jadi sudah ada sekitar hampir 500-an kendaraan yang kami blokir,” tegasnya.
Satriyo memaparkan, kecurangan ini bisa terjadi karena satu kendaraan ternyata mengantongi banyak kode batang dengan identitas kendaraan yang dipalsukan. Padahal, aturan nasional secara ketat membatasi satu QR Code hanya berlaku untuk satu kali pengisian per hari dengan kuota maksimal tertentu.
“Dia bergantian. Jadi satu kendaraan itu punya lebih dari satu QR Code. Seharusnya ini tidak boleh. Dengan nomor polisi yang berbeda,” bebernya.
Ia juga menepis isu yang menyebutkan Pertamina memangkas pasokan ke pangkalan. Menurut dia, kosongnya stok di beberapa titik murni terjadi karena SPBU tersebut sedang menjalani masa sanksi akibat melanggar aturan distribusi.
“Pengurangan sih enggak. Kalau yang disanksi itu tidak kami kirim. Karena memang tadi terkait dengan masalah kepatuhan penyaluran. Bahkan untuk meredam situasi dan memenuhi lonjakan permintaan di lapangan, kmai telah menambah pasokan Pertalite sebesar 7 sampai 8 persen di atas rata-rata penyaluran normal untuk seluruh SPBU di Bangka Belitung,” tegasnya.
Lebih lanjut, Satriyo mengatakan bhwa pihaknya mencatat sudah banyak SPBU nakal yang disanksi sejak awal tahun secara bergantian agar tidak melumpuhkan total pelayanan masyarakat. Efek domino dari penutupan SPBU tidak patuh ini memicu warga berpindah tempat, sehingga antrean di SPBU lain mendadak menjadi sangat panjang.
“Nggak mungkin semuanya kami stop. Ya posisinya antrean jadi panjang karena mereka pindah dari SPBU yang lain yang masih beroperasi,” jelasnya.
Disamping itu, Satriyo juga menyebut pihaknya telah meminta pengawasan ketat dari Polda Babel untuk menyisir kendaraan yang ditengarai melakukan pengisian berulang. Dia berharap kepanikan masyarakat (panic buying) bisa segera mereda, sebab pasokan berapapun akan ludes jika warga terus menyetok BBM secara berlebihan akibat ketakutan yang tidak perlu.
“Secepatnya ya (target penyelesaian). Cuman itu tadi. Kalau masyarakat masih panik semuanya, stok berapapun yang kita kasih ke SPBU itu gak akan cukup. Dan ini yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum tadi yang saya bilang. Dia mengantri di antara masyarakat lainnya,” tutur Satriyo.
Sementara itu, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, membenarkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan keluhan warga mengenai sulitnya mendapatkan Pertalite dan Pertamax di lapangan.
Didit mengapresiasi langkah cepat Pertamina yang berani menindak tegas oknum internal dan langsung menggandeng aparat penegak hukum untuk mengamankan distribusi.
“Pertamina ini sudah mengambil langkah. Beliau (Satriyo) ini saya rasa sangat responsif. Setiap permasalahan dari dulu, beliau sangat luar biasa. Hanya kan ada batas wewenang beliau di mana,” ujarnya.
“Yang jelas tadi, beliau sudah koordinasi dengan Bapak Kapolda. Mungkin ada langkah-langkah yang lain akan dilakukan Bapak Kapolda untuk menormalkan hal ini,” pungkas Didit.
- Penulis: admin


