Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » Sang Pemenang

Sang Pemenang

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
  • visibility 59
  • comment 0 komentar

Sang Pemenang

﷽

Bulan Ramadan merupakan sarana untuk menempa semangat juang kaum beriman. Sebab, pada hakikatnya hidup ini penuh dengan perjuangan dan ujian. Allah ﷻ berfirman,

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Apakah manusia itu mengira mereka ditinggalkan begitu saja mengatakan, ‘Kami telah beriman’, lantas mereka tidak diberi ujian?” (QS. Al-’Ankabut: 2)

Waktu secara umum adalah wahana pemberian ujian dan cobaan bagi segenap insan. Allah ﷻ berfirman,

وَٱلْعَصْرِ ١ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَفِى خُسْرٍ ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ ٣

“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam menetapi kesabaran.” (QS. Al-’Ashr: 1-3)

Jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan adalah rangkaian episode cobaan dan ujian keimanan. Apakah seseorang dapat menjadi penakluk hawa nafsu dan pengejar akhirat, ataukah ia justru terlempar ke barisan pemuja dunia dan budak fatamorgana?!

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu berkata, “Jadilah kalian anak-anak akhirat, dan janganlah kalian menjadi anak- anak dunia!” Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu adalah kumpulan perjalanan hari. Setiap hari berlalu, maka lenyaplah bagian dari dirimu.” Demikianlah keadaan manusia. Ada di antara mereka yang bergabung dengan pejuang iman dan pembela hidayah, tetapi tidak sedikit di antara mereka yang larut bersama gempuran fitnah dan hanyut bersama arus kehinaan dan kerusakan. Wal ‘iyadzu billah.

Saudaraku yang dirahmati Allah, bulan Ramadan ini menjadi lahan produktif untuk menyemai amal saleh dan memperkuat pondasi ketakwaan. Amal yang murni untuk Allah dan mengikuti pedoman dari rasul terakhir yang diutus di muka bumi. Allah ﷻ berfirman,

فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًۭا صَـٰلِحًۭا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا

“Maka, barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah dia melakukan amal saleh dan janganlah dia mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apa pun.” (QS. Al-Kahfi: 110)

Nabi ﷺ bersabda,

من صَام رمضان إيِمَانًا واحْتِسَابًا، غُفِر له ما تَقدَّم من ذَنْبِه

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan dalam keadaan beriman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hal ini menjadi penanda bagi kita, memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperbarui iman dan membersihkan jiwa adalah bagian dari perintah agama. Sebab, manusia penuh dengan kesalahan dan dosa. Ia senantiasa butuh pembersihan dan pemurnian. Sebagaimana halnya ibadah salat lima waktu dalam sehari semalam yang digambarkan seperti mandi 5 kali dalam sehari oleh Nabi ﷺ.

Iman bisa bertambah dan berkurang. Bertambah dan menguat dengan adanya amal saleh dan ketaatan, dan ia melemah serta berkurang akibat dari kelalaian dan maksiat. Di sinilah peran Ramadan menggenjot amal saleh dan memperkuat akar-akar ketaatan. Sebab, di dalam Islam, amal bukan dibangun di atas pemikiran dan perasaan. Akan tetapi, ia berkembang dari pancaran wahyu dan petunjuk Nabi. Allah ﷻ berfirman,

وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ ٣ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ ٤

“Dan tidaklah ia (Muhammad) itu berbicara dari hawa nafsunya. Tidaklah itu melainkan wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (QS. An-Najm: 3-4)

Seperti itulah kaidah dan prinsip yang selalu ditanamkan oleh para ulama salaf kepada kita, bahwa amal harus dibangun dengan petunjuk wahyu. Ia tunduk kepada bimbingan Allah dan arahan Nabi. Allah ﷻ berfirman,

مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ ٱللَّهَ

“Barangsiapa yang taat kepada Rasul, sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.” (QS. An-Nisa’: 80)

Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Barangsiapa menolak hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka dia berada di tepi jurang kebinasaan.”

Ibadah puasa Ramadan, qiyam Ramadan, sahur, buka puasa, iktikaf, zakat, dan lain sebagainya adalah bentuk ibadah-ibadah yang semuanya dibangun di atas pondasi wahyu dan petunjuk Allah. Bukan hasil rekayasa pemikiran manusia. Bukan produk budaya atau kompilasi tradisi bangsa dan suku tertentu di alam dunia. Ia merupakan syariat dari Rabb, Penguasa alam semesta. Inilah pilar tegaknya penghambaan kepada Allah, yaitu sikap pasrah dan tunduk kepada Allah.

Para ulama menjelaskan bahwa Islam adalah kepasrahan kepada Allah dengan bertauhid, tunduk kepada-Nya dengan penuh ketaatan, dan berlepas diri dari syirik dan pelakunya. Keislaman inilah yang diajarkan para nabi dan rasul kepada umat di sepanjang masa. Allah ﷻ berfirman,

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍۢ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّـٰغُوتَ

“Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyeru, ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. An-Nahl: 36)

Islam tegak di atas tauhid. Karena ibadah kepada Allah tidak diterima tanpanya. Allah ﷻ berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

“Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelum kamu, ‘Jika kamu berbuat syirik, pasti lenyap semua amalmu dan benar-benar kamu akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.’” (QS. Az-Zumar: 65)

Ibadah puasa Ramadan bukanlah ibadah yang berdiri sendiri. Akan tetapi, ia tegak di atas nilai-nilai iman dan pondasi akidah. Oleh sebab itu, di dalam surah Al-Kahfi ayat 110 di atas, telah disebutkan bahwa amal saleh yang dilakukan itu harus bebas dari kesyirikan.

Begitu pula, ditegaskan dalam surah Az-Zumar ayat 65 bahwa syirik akan menghancurkan amal-amal kebaikan. Inilah konsep ibadah dan ketaatan di dalam agama Islam. Ibadah yang dibangun di atas pemurnian amal kepada Allah dan berlepas dari dari syirik. Allah ﷻ berfirman,

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ

“Dan tidaklah mereka diperintahkan, melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan agama/amal untuk-Nya dalam keadaan hanif/bertauhid dan ikhlas….” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Ibadah puasa dalam konsep Islam tidak terlepas dari pembinaan akhlak dan penjagaan hati. Karena itulah, disebutkan dalam hadis bahwa Allah tidak ‘membutuhkan’ ibadah puasa dari orang yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan tindakan bodoh.

Nabi ﷺ juga mengatakan, betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak meraih apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga. Ini artinya ibadah puasa hanya akan membuahkan derajat yang mulia jika dipelihara dari segala perusak dan kotoran yang menodainya.

Ketika seorang muslim menundukkan akalnya untuk menahan haus dan lapar sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari di ufuk barat, maka ini adalah pelajaran tentang kecintaan dan perendahan diri.

Bagaimana seorang muslim lebih mendahulukan perintah Rabbnya daripada keinginan hawa nafsu dan akal pikirannya. Bagaimana seorang hamba meninggalkan sesuatu yang disukai oleh hawa nafsu demi mendapatkan keridaan dan kecintaan Allah.

Orang yang lulus dari madrasah Ramadan ini bukanlah mereka yang berhari raya dengan baju baru, menyalakan petasan, atau menggelar pentas musik sembari melalaikan salat berjemaah di masjid. Mereka yang sukses menjadi juara dari madrasah Ramadan ini adalah orang-orang beriman yang tunduk kepada bimbingan Allah. Allah ﷻ berfirman,

فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ

“Maka, barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya dia tidak akan tersesat dan tidak pula celaka.” (QS. Thaha: 123)

Mereka yang tampil sebagai pemenang adalah yang menyerap takwa ke dalam sanubari dan membuahkan amal saleh di dalam kehidupannya. Allah ﷻ berfirman,

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “Bukanlah iman itu dengan berangan-angan atau sekadar memperindah penampilan. Akan tetapi, iman adalah apa-apa yang bersemayam di dalam hati dan dibuktikan dengan amal-amal perbuatan.”

Thalq bin Habib rahimahullah berkata, “Takwa adalah kamu melakukan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah seraya mengharapkan pahala dari Allah, dan kamu meninggalkan maksiat kepada Allah di atas cahaya dari Allah karena takut akan hukuman Allah.”

Demikian sedikit catatan dan perenungan, semoga bermanfaat bagi kami dan segenap pembaca. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa‘ala alihi wasallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

***

Penulis: Ari Wahyudi, S.Si.

Alumni S1 Biologi UGM, Alumni Ma’had Al Ilmi Yogyakarta, penulis kitab “At Tashil Fi Ma’rifati Qawa’id Lughatit Tanzil”.

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • FST UBB Buka Call for Paper ICoGEE 2026, Simak Jadwal dan Topiknya

    FST UBB Buka Call for Paper ICoGEE 2026, Simak Jadwal dan Topiknya

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    FST UBB Buka Call for Paper ICoGEE 2026, Simak Jadwal dan Topiknya DOORSTOP.ID, BANGKA —Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung (FST UBB) secara resmi membuka call for paper untuk kegiatan The 8th International Conference on Green Energy and Environment 2026 (ICoGEE 2026) sejak 1 April 2026 lalu. Seminar internasional ini mengusung tema “Accelerating Sustainable […]

  • Dukung Indonesia ASRI, Pemkot Pangkalpinang dan Warga Bersihkan Kawasan Pasar Theresia

    Dukung Indonesia ASRI, Pemkot Pangkalpinang dan Warga Bersihkan Kawasan Pasar Theresia

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Dukung Indonesia ASRI, Pemkot Pangkalpinang dan Warga Bersihkan Kawasan Pasar Theresia DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Puluhan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang bersama warga sekitar bergerak bersama-sama membersihkan kawasan Pasar Theresia, Kelurahan Kampung Bintang, pada Kamis pagi (21/5/2026). Aksi nyata ini merupakan bagian dari gerakan gotong royong “Pangkalpinang Asri” untuk mendukung program nasional Indonesia […]

  • PT Timah Evaluasi Kinerja Mitra, Guna Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan Baik dan Transparan

    PT Timah Evaluasi Kinerja Mitra, Guna Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan Baik dan Transparan

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2024
    • account_circle
    • visibility 84
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID (PANGKALPINANG) — PT Timah terus berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik dan transparan. Salah satunya dengan melakukan evaluasi terhadap mitra usaha jasa penambangan perusahaan. Melalui Direktorat Pengembangan Usaha PT Timah menggelar rapat koordinasi dengan mitra usaha penambangan KIP dan PIP yang dilaksanakan di Graha Timah Pangkalpinang, pada Rabu (30/10/2024). Rapat koordinasi ini […]

  • Evaluasi LKPJ Gubernur 2024: Pemprov Babel Siap Berbenah, Sekda Tekankan Pentingnya Perencanaan Pembangunan

    Evaluasi LKPJ Gubernur 2024: Pemprov Babel Siap Berbenah, Sekda Tekankan Pentingnya Perencanaan Pembangunan

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Evaluasi LKPJ Gubernur 2024: Pemprov Babel Siap Berbenah, Sekda Tekankan Pentingnya Perencanaan Pembangunan DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang digelar pada Kamis (17/4/2025), menjadi panggung evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi dalam menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2024. Tidak sekadar formalitas, forum ini membuka ruang refleksi dan perbaikan […]

  • Kabar Duka: Pengurus PWI Babel Herdian Farid Effendi Wafat di Usia 43 Tahun

    Kabar Duka: Pengurus PWI Babel Herdian Farid Effendi Wafat di Usia 43 Tahun

    • calendar_month Ming, 17 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 193
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID (PANGKALPINANG) — Dunia pers di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berduka. Herdian Farid Effendi, yang menjabat sebagai Ketua Caretaker PWI Kabupaten Bangka Tengah sekaligus pengurus PWI Babel, meninggal dunia pada Minggu, 17 November 2024, di usia 43 tahun. Farid, alumnus SMAN 1 Koba dan Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Bandung, dikenal sebagai pribadi yang […]

  • Dari Terumbu Buatan hingga Wisata Bahari, Komitmen PT Timah untuk Laut Berkelanjutan

    Dari Terumbu Buatan hingga Wisata Bahari, Komitmen PT Timah untuk Laut Berkelanjutan

    • calendar_month Sen, 9 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Dari Terumbu Buatan hingga Wisata Bahari, Ini Komitmen PT Timah DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Laut berperan penting untuk menopang kehidupan mahluk hidup dan menjaga ekosistem. Laut memiliki potensi dan manfaat yang sangat besar. Ini sudah menjadi komitmen PT Timah Tbk, sebagai perusahaan pertambangan timah yang beroperasi di laut, untuk melaksanakan praktik penambangan yang baik. Menerapkan prinsip […]

expand_less