SPMB SMA/SMK Babel 2025 Ketat, DPRD Ingatkan Jangan Ada Intervensi
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 23 Jun 2025
- visibility 117
- comment 0 komentar

SPMB SMA/SMK Babel 2025 Ketat, DPRD Ingatkan Jangan Ada Intervensi
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG – Wakil Ketua DPRD Babel, Edi Nasapta, menegaskan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam pelaksanaan proses seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tingkat SMA/SMK sederajat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tahun ajaran 2025/2026.
Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang memberikan tekanan atau melakukan intervensi terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) Babel.
“Pihak terkait harus melaksanakan proses ini dengan jujur, tanpa ada kepentingan siapapun, baik dari DPRD, pejabat, atau pihak lain. Jangan ada tekanan kepada dinas, tetapi jika ada yang tidak benar, kami akan tindaklanjuti,” tegas Edi Nasapta dalam wawancara dengan media, Senin (23/6/2025).
Edi juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk tidak ragu melaporkan segala indikasi kecurangan selama proses SPMB. “Jika ada laporan, saya siap menerima dan akan mengawal agar semua berjalan sesuai aturan,” tambah Politisi Nasdem ini.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel, Darlan, menegaskan komitmen mereka untuk memastikan proses SPMB berjalan sesuai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang telah ditetapkan.
“Saya sudah memberikan peringatan keras kepada operator di sekolah-sekolah untuk tidak bermain-main. Ini soal keadilan dan kejujuran, jadi tidak boleh ada transaksi apapun,” kata Darlan.
Ia juga menekankan, bahwa KPK turut mengawasi proses SPMB dan akan bertindak jika ada indikasi kecurangan. “Kasihan nanti siswa yang seharusnya bisa masuk sekolah impian, jadi terhambat karena kita tidak fair play. Ini juga diawasi oleh banyak pihak, termasuk KPK,” tambahnya.
Darlan juga meminta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan kecurangan. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum ada laporan resmi mengenai kecurangan dalam proses SPMB. Ia pun berharap agar para siswa percaya diri dengan kemampuan mereka sendiri.
“Jika siswa memiliki kemampuan yang memadai, mereka pasti lolos seleksi. Yang berhak masuk sekolah impian mereka akan mendapatkan kesempatan, sementara yang tidak memenuhi kriteria harus menerima kenyataan,” jelasnya.
Darlan juga menyoroti pentingnya membentuk mentalitas siswa agar tidak mudah menyerah dan tidak mengandalkan bantuan orang lain.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tidak menganggap masuk SMA itu mudah, karena jika mereka tidak belajar serius di SMP, lalu berharap bantuan ini-itu, itu justru tidak mendidik,” pungkasnya.
- Penulis: admin


