Tiga Wartawan Diduga Alami Kekerasan Fisik Saat Liputan di Kawasan Gudang PT PMM
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 8 Mar 2026
- visibility 83
- comment 0 komentar

Ketua IJTI Pusat Minta Polda Babel Bertindak Tegas
DOORSTOP.ID, BANGKA — Tiga wartawan asal Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengalami dugaan kekerasan fisik, saat liputan di kawasan gudang PT PMM, di Jalan Lintas Timur Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka, Sabtu (7/3/2026).
Ketiga wartawan tersebut, yakni Dedy Wahyudi (beritafakta.com) dan Frendy Primadana (Kontributor TV One Bangka Belitung) dan Wahyu Kurniawan (suarapos.com).
Salah satu wartawan yang berada di lokasi, Wahyu Kurniawan, menceritakan kronologi kejadian yang mereka alami.
Menurut Wahyu, awalnya mereka mendapat informasi adanya anggota Satgas yang sempat dikepung massa di sekitar kawasan gudang PT PMM.
Mendapat informasi tersebut, mereka memutuskan mendatangi lokasi untuk melakukan peliputan dan menggali informasi lebih lanjut.
“Saya datang bersama Dana (Frendy Primadana-red). Kami bertemu Dedy itu di pinggir Jalan Lintas Timur. Kamudian kami barengan ke lokasi,” terang Wahyu.
Setiba di lokasi, kata Wahyu, mereka mencoba menanyakan ke dua orang petugas keamanan, yang saat itu sedang bertugas jaga di pintu masuk gudang PT PMM.
Dari keterangan satpam, sambung Wahyu, sempat terjadi keributan, namun bukan di dalam kawasan gudang melainkan di depan kantor perusahaan.
Tak lama kemudian, kata Wahyu menerangkan, Dedy melihat satu unit truk yang hendak memasuki area gudang dan mengambil foto. Diduga tidak terima difoto, lanjut Wahyu, sopir truk turun dari kendaraan dan meminta Dedy menghapus foto tersebut.
“Setelah foto dihapus, truk itu masuk ke dalam gudang PT PMM,” bebernya.
Beberapa saat kemudian, kisah Wahyu, sebuah mobil minibus Toyota berwarna silver datang ke lokasi. Dua satpam yang sebelumnya berbincang dengan wartawan, lanjut Wahyu, mendatangi kendaraan tersebut.
Salah seorang pria yang keluar dari mobil, terang Wahyu, memperlihatkan tanda pengenal sebelum kemudian masuk ke dalam area gudang bersama satpam. Wartawan, sambung Wahyu, diminta menunggu di luar area perusahaan.
“Kayaknya yang di dalam mobil itu anggota satgas. Hanya satu orang yang masuk, yang lain tetap di mobil,” jelasnya.
Lebih jauh, Wahyu menceritakan, truk yang sebelumnya masuk ke dalam gudang kembali keluar dari area tersebut. Saat itu, kata Wahyu, Dedy kembali mengambil gambar.
Sopir truk yang diduga melihat aksi tersebut, lanjut Wahyu, langsung turun dari kendaraan dan memukul Dedy di bagian wajah.
“Dengan nada ancaman dia bilang ke Dedy, ‘Tunggu kamu di sini, saya panggil kawan-kawan,’” ujar Wahyu menirukan ucapan sopir truk.
Melihat situasi mulai tidak kondusif, Wahyu dan Frendy berusaha meninggalkan lokasi dengan sepeda motor.
Namun, kaya Wahyu, saat hendak pergi, seseorang yang diduga petugas keamanan perusahaan, menarik baju Frendy dari belakang hingga terjatuh dari boncengannya.
“Saya berhasil lolos, tapi Frendy dan Dedy tertahan oleh pihak keamanan perusahaan,” katanya.
Beberapa saat kemudian, kata Wahyu, dirinya mencoba menghubungi Frendy untuk mengetahui kondisi mereka.
“Dia (Frendy Primadana-red) meminta saya untuk mencari bantuan, agar mereka bisa ke luar dari lokasi gudang PT PMM,” bebernya.
Terpisah, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pusat, Herik Kurniawan, mendesak pihak kepolisian untuk menindak tegas dan memproses kasus kekerasan terhadap jurnalis tersebut agar mendapatkan hukum yang sesuai perbuatannya.
“Karena kekerasan terhadap jurnalis itu sangat bertentangan dengan undang-undang. Apalagi pada jurnalis yang sedang mengerjakan tugas jurnalis untuk publik.
Herik juga mengecam segala bentuk kekerasan, terlebih terhadap para jurnalis yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik di lapangan.
Untuk itu, Herik meminta Kapolda Babel segera mengusut kasus itu secara transparan hingga tuntas.
“Kami meminta kepada Kapolda Babel agar segera mengusut secara hingga tuntas kasus ini. Siapa pun yang melakukan kesalahan harus mendapatkan hukuman yang sesuai perbuatannya,” tandasnya. (*)
- Penulis: admin


