Dugaan Malpraktik di Desa Piasa Ulu: Sapma IPK Asahan Minta Pj Bupati Evaluasi Dinas Kesehatan
- account_circle
- calendar_month Sen, 14 Okt 2024
- visibility 102
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID (ASAHAN) — Sejumlah media melaporkan dugaan malpraktik dan ketidakberesan izin praktik bersalin yang dilakukan oleh bidan di Desa Piasa Ulu, yang memicu reaksi keras dari masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Hari Sapna, tampak bungkam ketika dihubungi oleh awak media untuk memberikan tanggapan terkait isu yang tengah mencuat tersebut, pada Senin (14/10/2024).
Ketua Sapma IPK Asahan, Nanda Erlangga menuntut tindakan tegas dari penjabat (Pj) Bupati Asahan. Ia meminta agar kinerja Kadis Kesehatan, Kepala Puskesmas Kecamatan Tinggi Raja, serta bidan di Desa Piasa Ulu dievaluasi secara menyeluruh.
“Diduga kuat Kadis Kesehatan dengan sengaja menutupi kejahatan yang ada di Kecamatan Tinggi Raja, sebab Kadis Kesehatan Asahan dinilai tidak peduli dengan kondisi kesehatan masyarakat Asahan. Maka dari itu kita meminta Pj Bupati segera melakukan evaluasi,” tegas Nanda.
Sementara itu, Hari Sapna, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pada Sabtu, 12 Oktober 2024, tidak memberikan tanggapan apapun terkait dugaan malpraktik ini, meninggalkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas dalam kepemimpinannya.
Dari pihak Puskesmas Kecamatan Tinggi Raja, Kapustu Hamidah menjelaskan beberapa hal melalui pesan WhatsApp pada 19 September 2024.
“Kalau untuk tinggal di polindes tidak diwajibkan, tetapi bidan harus tinggal di desa dimana dia ditempatkan sesuai SK-nya. Semua bidan puskesmas tidak boleh menolong persalinan di rumah, harus di fasilitas kesehatan,” tuturnya.
Hamidah juga menegaskan bahwa jika terjadi masalah setelah pasien dirujuk ke rumah sakit, tanggung jawab berada pada pihak rumah sakit tersebut.
Namun, ketika ditanya mengenai sanksi bagi bidan di Desa Piasa Ulu pada 3 Oktober 2024, Kapustu Hamidah tidak memberikan komentar lebih lanjut hingga berita ini ditayangkan.
Laporan: Heri Setiadi (kontributor Asahan, Sumatra Utara)
- Penulis:


