“Sound of Babel Vol 6”: Dari Ambyar ke Bergoyang, Ribuan Penonton Padati GOR Sahabudin
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 2 Mei 2026
- visibility 103
- comment 0 komentar

Usung Tema Ambyar Dahulu, Bergoyang Kemudian
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ribuan penonton memadati Lapangan GOR Sahabudin, Jumat malam (1/5/2026).
Konser musik bertajuk Sound of Babel Vol 6 yang diinisiasi AK Entertainment berlangsung meriah, menghadirkan perpaduan emosi dan euforia dalam satu panggung.
Mengusung tema “Ambyar Dahulu, Bergoyang Kemudian”, konser ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga ruang pelepasan ekspresi kolektif publik.
Sejak awal acara, atmosfer sudah terasa hidup, ditopang tata suara yang solid dan pencahayaan panggung yang intens.
Grup musik lokal, Klaki Band, membuka penampilan dengan energi tinggi. Mereka langsung mengangkat suasana dan memancing respons penonton yang terus berdatangan memenuhi area venue.
Dinamika pertunjukan meningkat saat ST M4nis mengambil alih panggung. Beat elektronik dan aransemen remix yang agresif mendorong penonton mulai bergerak, menciptakan ritme kolektif yang menyatu dengan dentuman musik.
Puncak emosional malam itu hadir lewat penampilan Rony Parulian. Dengan karakter vokal yang kuat, ia membawakan sejumlah lagu dari albumnya, mengajak penonton larut dalam nuansa “ambyar” yang menjadi benang merah tema acara.
“Apa kabar Bangka Belitung? Bagaimana malam ini?” sapanya dari atas panggung, disambut riuh sorakan ribuan penonton.
Momentum kemudian beralih menuju klimaks saat NDX AKA tampil. Grup yang dikenal dengan perpaduan hip-hop dan dangdut koplo itu langsung memantik histeria massa.
Sejak intro lagu pertama, penonton serempak bergoyang, mengubah lapangan menjadi lautan manusia yang bergerak dalam satu irama.
Dalam sela penampilan, salah satu personel NDX AKA menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Bangka Belitung, yang untuk kedua kalinya mereka rasakan.
Konser ini menutup malam dengan energi yang kontras namun utuh, berangkat dari suasana melankolis menuju euforia kolektif.
Tema yang diusung tidak sekadar slogan, tetapi benar-benar terwujud dalam alur pertunjukan.
Sound of Babel Vol 6 pun berakhir dengan satu kesimpulan, panggung musik tetap menjadi medium paling efektif untuk menyatukan emosi publik, dari patah hati hingga kegembiraan, dalam satu malam yang sama. (*)
- Penulis: admin


