Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

  • account_circle Vritimes
  • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar

DOORSTOP.id, Jakarta – Bitcoin menghadapi babak baru di tengah perubahan arah kebijakan moneter global setelah dua bank sentral utama dunia mengambil langkah menaikkan suku bunga dalam pekan yang sama.

The Fed Amerika Serikat pada 16 September 2026 menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4,00 persen. Keputusan tersebut menjadi kenaikan pertama The Fed sejak 2023. Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) pada 18 September menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen, level tertinggi dalam sekitar 31 tahun.

Kedua keputusan tersebut menjadi perhatian pasar karena suku bunga berhubungan erat dengan likuiditas, biaya pendanaan, nilai mata uang, dan selera investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.

Menariknya, kenaikan suku bunga tidak serta-merta membuat Bitcoin tertekan. BTC justru sempat kembali menembus level US$77.000 setelah keputusan BOJ, menunjukkan bahwa respons pasar tidak hanya ditentukan oleh arah suku bunga, tetapi juga oleh seberapa jauh keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi investor.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menjelaskan bahwa investor perlu melihat kebijakan bank sentral sebagai bagian dari gambaran likuiditas global, bukan sekadar melihat apakah suku bunga naik atau turun.

“Sederhananya, suku bunga itu seperti harga dari uang. Ketika harga uang naik, investor biasanya menjadi lebih selektif dalam menempatkan modal karena ada alternatif instrumen yang menawarkan imbal hasil. Karena itu, kenaikan suku bunga secara teori dapat membuat aset berisiko seperti Bitcoin menghadapi tekanan,” kata Yudho.

Namun, menurut Yudho, reaksi pasar dapat berbeda apabila kenaikan suku bunga tersebut sudah diperkirakan sebelumnya.

“Hal ini sering dilupakan adalah pasar bergerak berdasarkan ekspektasi. Kalau kenaikan suku bunga sudah diperkirakan, pasar bisa saja tidak lagi bereaksi negatif ketika keputusan itu benar-benar diumumkan. Fokus investor kemudian bergeser ke pertanyaan yang lebih penting: setelah keputusan ini, apakah likuiditas global akan semakin ketat atau justru ada ruang untuk kembali membaik?” jelasnya.

The Fed dan Likuiditas Dolar AS

Kebijakan The Fed menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan investor Bitcoin karena dolar AS memiliki peran besar dalam sistem keuangan global.

Kenaikan suku bunga membuat imbal hasil aset berbasis dolar menjadi lebih menarik dan dapat memperketat kondisi keuangan. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat mengurangi minat terhadap aset berisiko.

Dalam keputusan 16 September, The Fed menyatakan inflasi masih berada pada level tinggi dan kenaikan suku bunga dilakukan untuk mendukung kembalinya inflasi menuju target 2 persen.

Proyeksi terbaru The Fed juga menunjukkan bahwa arah kebijakan moneter masih menjadi perhatian pasar. Investor akan mencermati apakah bank sentral AS masih melihat kebutuhan untuk mempertahankan atau bahkan memperketat kebijakan dalam beberapa bulan mendatang.

Bagi Bitcoin, kondisi tersebut membuat data inflasi, pasar tenaga kerja, pernyataan pejabat The Fed, serta perubahan ekspektasi suku bunga menjadi sejumlah katalis penting.

BOJ dan Risiko Yen Carry Trade

Di sisi lain, keputusan BOJ membawa dimensi berbeda bagi pasar global.

Jepang selama bertahun-tahun dikenal dengan tingkat suku bunga yang sangat rendah. Kondisi tersebut membuat yen menjadi salah satu sumber pendanaan murah bagi investor melalui strategi yen carry trade.

Dalam strategi ini, investor dapat meminjam dana dalam yen dengan biaya relatif rendah dan mengalokasikannya ke aset dengan potensi imbal hasil lebih tinggi.

Ketika BOJ menaikkan suku bunga, biaya pendanaan dalam yen meningkat. Jika kenaikan suku bunga juga diikuti penguatan yen, investor dapat memiliki insentif untuk mengurangi posisi carry trade dan mengembalikan dana ke aset berbasis yen.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aset berisiko secara lebih luas, termasuk pasar kripto.

Meski demikian, kenaikan BOJ ke 1,25 persen pada 18 September tidak langsung memicu aksi jual besar pada Bitcoin. Salah satu faktornya adalah keputusan tersebut telah banyak diantisipasi oleh pasar. Reuters melaporkan bahwa kenaikan tersebut dipandang luas sebagai langkah yang telah diperhitungkan investor, sementara sinyal kebijakan BOJ belum menunjukkan pengetatan yang agresif dalam waktu dekat.

Bitcoin Tidak Hanya Bergerak Karena Berita Kripto

Pergerakan Bitcoin setelah keputusan kedua bank sentral tersebut menunjukkan semakin pentingnya faktor makroekonomi bagi pasar kripto.

Menurut CEO FLOQ ini, investor Bitcoin tidak cukup hanya memperhatikan perkembangan ekosistem kripto.

“Bitcoin sekarang berada di dalam sistem keuangan global. Artinya, apa yang terjadi pada dolar, yen, suku bunga, obligasi, sampai arus likuiditas global bisa ikut memengaruhi harga BTC. Jadi, membaca Bitcoin juga berarti membaca bagaimana modal bergerak di pasar global,” kata Yudho.

Ia menambahkan bahwa perbedaan antara keputusan bank sentral dan ekspektasi pasar dapat menjadi faktor penting dalam menentukan respons harga jangka pendek.

“Investor sebaiknya tidak hanya bertanya ‘The Fed naikkan bunga atau tidak?’ atau ‘BOJ naikkan bunga atau tidak?’. Pertanyaan yang lebih relevan adalah apakah keputusan tersebut lebih hawkish atau dovish dibandingkan yang sudah dihargai pasar. Di situlah sering muncul kejutan pergerakan harga,” ujar Yudho.

Empat Faktor yang Perlu Dipantau Investor Bitcoin

Ke depan, terdapat sejumlah indikator yang dapat menjadi perhatian investor untuk memahami arah Bitcoin di tengah perubahan kebijakan moneter global.

Pertama, arah kebijakan The Fed. Pasar akan mencermati apakah suku bunga AS akan tetap berada pada level tinggi atau terdapat perubahan arah kebijakan dalam pertemuan berikutnya.

Kedua, pergerakan dolar AS. Penguatan dolar dapat memengaruhi daya tarik aset berisiko, sementara pelemahan dolar dapat menciptakan ruang yang berbeda bagi aset seperti Bitcoin.

Ketiga, kebijakan BOJ dan pergerakan yen. Kenaikan suku bunga Jepang yang lebih cepat dari perkiraan dapat meningkatkan perhatian terhadap potensi pembalikan posisi yen carry trade.

Keempat, likuiditas global. Perubahan kondisi likuiditas menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan seberapa besar ruang investor untuk mengambil risiko di pasar keuangan.

Keputusan The Fed dan BOJ menjadi pengingat bahwa pergerakan Bitcoin semakin berkaitan dengan dinamika makroekonomi global. Meskipun kenaikan suku bunga secara teori dapat memberikan tekanan terhadap aset berisiko, respons aktual Bitcoin tetap bergantung pada ekspektasi pasar, kondisi likuiditas, nilai tukar, serta arah kebijakan bank sentral berikutnya.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seleksi Bakomsus Polda Babel, Yimmy: Komitmen Prinsip BETAH, Jaga Integritas dan Kepercayaan Diri

    Seleksi Bakomsus Polda Babel, Yimmy: Komitmen Prinsip BETAH, Jaga Integritas dan Kepercayaan Diri

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 111
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Proses seleksi penerimaan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) tahun anggaran 2025 di Polda Bangka Belitung dipastikan berjalan sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Hal ini disampaikan oleh Karo SDM Polda Babel Kombes Pol Yimmy Kurniawan setelah penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia serta peserta seleksi di Gedung Tribrata Mapolda Babel, […]

  • Wagub Babel Hellyana Akhirnya Diperiksa Polda Terkait Kasus Penipuan

    Wagub Babel Hellyana Akhirnya Diperiksa Polda Terkait Kasus Penipuan

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Wagub Babel Hellyana Akhirnya Diperiksa Polda Terkait Kasus Penipuan DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG – Setelah sebelumnya sempat mangkir, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hellyana, akhirnya pada Kamis (4/9/2025) siang, memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Babel, terkait kasus dugaan penipuan hotel. Informasi yang dihimpun, Hellyana tiba di Gedung Ditreskrimum Polda Babel, sekitar pukul […]

  • Lantik 4 Pengda di Samarinda, Ketum JMSI Pusat: Semoga Bisa Memaksimalkan Kinerja di Masing-Masing Daerah

    Lantik 4 Pengda di Samarinda, Ketum JMSI Pusat: Semoga Bisa Memaksimalkan Kinerja di Masing-Masing Daerah

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 62
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, SAMARINDA – Ketua Umum (Ketum) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat, Dr Teguh Santosa, resmi melantik Pengurus Daerah (Pengda) dari 4 (Empat) provinsi, di Hotel Aston, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2024). Adapun empat Pengda JMSI yang dilantik saat itu, antara lain Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kalimantan Utara (Kaltara), Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Jawa […]

  • Fenomena Kotak Kosong Pilkada, Kita Ada di Era Demokrasi Pengecut !

    Fenomena Kotak Kosong Pilkada, Kita Ada di Era Demokrasi Pengecut !

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2024
    • account_circle
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Oleh : Heti Rukmana (Pustakawan) Pemilu tahun 2024 di Indonesia, sepertinya menjadi sebuah pesta demokrasi yang sarat kontroversi. Mulai dari pemilihan presiden, anggota DPR dan sekarang menuju pemilihan kepala daerah. Baru  saja  tahapan pemilu akan dimulai, rakyat Indonesia dibuat marah dengan terbitnya keputusan  Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pasal 169 huruf q UU Nomor Tahun 2017 […]

  • UBB Buka Program RPL, Pengalaman Kerja Bisa Dikonversi jadi SKS, Kelas Perdana Dimulai Agustus 2025

    UBB Buka Program RPL, Pengalaman Kerja Bisa Dikonversi jadi SKS, Kelas Perdana Dimulai Agustus 2025

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    UBB Buka Program RPL, Pengalaman Kerja Bisa Dikonversi jadi SKS, Kelas Perdana Dimulai Agustus 2025 DOORSTOP.ID, BALUN IJUK – Universitas Bangka Belitung (UBB) resmi membuka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi masyarakat yang memiliki pengalaman kerja di sektor formal maupun informal. Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si, menyampaikan bahwa program RPL memberikan kesempatan bagi peserta […]

  • Dorong Ekonomi Kerakyatan, PT Timah Dukung KJPPS untuk Terus Berkembang

    Dorong Ekonomi Kerakyatan, PT Timah Dukung KJPPS untuk Terus Berkembang

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Dorong Ekonomi Kerakyatan, PT Timah Dukung KJPPS untuk Terus Berkembang DOORSTOP.ID, BANGKA BARAT — Komitmen PT Timah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, kembali ditunjukkan melalui dukungannya terhadap pengembangan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Salah satunya dengan mendukung Koperasi Jasa Pensiunan Peltim Sejahtera (KJPPS). Koperasi ini berperan penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat, untuk itu, PT […]

expand_less