Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » Fenomena Kotak Kosong Pilkada, Kita Ada di Era Demokrasi Pengecut !

Fenomena Kotak Kosong Pilkada, Kita Ada di Era Demokrasi Pengecut !

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 4 Sep 2024
  • visibility 73
  • comment 0 komentar

Oleh : Heti Rukmana (Pustakawan)

Pemilu tahun 2024 di Indonesia, sepertinya menjadi sebuah pesta demokrasi yang sarat kontroversi. Mulai dari pemilihan presiden, anggota DPR dan sekarang menuju pemilihan kepala daerah.

Baru  saja  tahapan pemilu akan dimulai, rakyat Indonesia dibuat marah dengan terbitnya keputusan  Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pasal 169 huruf q UU Nomor Tahun 2017 tentang Pemilu.

Pasal itu mengatur batas usia minimal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), yang semula 40 tahun, berubah menjadi 30 tahun.

Keputusan itu dianggap masyarakat Indonesia sebagai karpet merah, yang sengaja dibentangkan untuk putra sulung Sang Presiden. Tentunya, banyak masyarakat yang menganggap putusan MK tersebut sebagai gambaran nyata sebuah praktik nepotisme terstruktur yang dilakukan di Indonesia.

Tak berhenti sampai disitu saja, sebelum tahapan pemilihan presiden bergulir, publik lagi-lagi dibuat kaget dengan kemunculan soal kabar putra bungsu Sang Presiden yang baru saja bergabung di salah satu partai, kemudian secara tiba-tiba langsung menjabat sebagai Ketua Umum di partai itu.

Selain itu, kita juga sama-sama tahu, bahwa salah satu Menantu Presiden ada juga yang menjabat sebagai seorang Walikota. Singkat kisah, Putra sulung Sang Presiden akhirnya maju menjadi Cawapres di Pemilu Presiden tahun 2024.

Tidak hanya dipemilu pemilihan presiden. Dipemilihan anggota  legislatif yakni DPR juga menuai kontroversi dan amarah masyarakat.

Seorang mantan narapidana kasus korupsi, yang telah menjalani hukuman, kini diperbolehkan mendaftar sebagai calon anggota legislatif DPR, DPD, maupun DPRD pada Pemilu 2024. Hal ini merupakan imbas dari revisi Undang-Undang Pemilihan Umum tahun 2017.

Kini masyarakat Indonesia akan melangkah menuju pemilihan kepala daerah, yang ributnya tak kalah dengan pemilihan presiden dan anggota DPR. Keributan dimulai dari hadirnya siasat yang kembali ingin mengubah batas umur yang dianggap lagi-lagi dengan sengaja ingin membentangkan karpet merah untuk istana, kali ini untuk anak bungsu presiden.

Tapi sepertinya, amarah masyarakat sudah tidak bisa ditolerir. Mahasiswa bersama berbagai elemen bergerak cepat melakukan perlawanan, baik melalui media sosial maupun aksi turun ke lapangan, hingga pada akhirnya kali ini masyarakat berhasil menghentikan nafsu kekuasaan di Indonesia.

Tidak sampai disitu, pada pemilihan kepala daerah kali ini muncul fenomena Kotak kosong.  Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan ada 43 daerah dengan pasangan calon tunggal kepala daerah hingga Sabtu (31/08).

Di Bangka Belitung sendiri, ada 3 daerah yang  akan melawan kotak kosong yakni Kabupaten Bangka, Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah.

Penggemukan partai untuk satu pasangan adalah gambaran kemunduran demokarasi yang patut dikhawatirkan. Hal ini juga menggambarkan para elit politik yang ingin menjadi pemimpin namun memiliki jiwa pengecut yang tak ingin memiliki lawan.

Partai politik dan para pelaku politik melakukan kerjasama yang “gemuk”  di mana akhirnya tidak ada perlawanan dalam pertarungan menjadi pemimpin.

Sekalipun  Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 60/PUU-XXII/2024 telah membuka peluang bagi partai-partai politik untuk lebih leluasa mengusung calonnya sendiri tanpa harus berkoalisi dan Putusan itu menurunkan ambang batas pencalonan kepala daerah tetap saja tidak mampu mengubah jalannya demokarasi ini menjadi demokrasi yang bermartabat.  Partai-partai politik sepertinya tidak punya nyali untuk bertarung.

Majunya calon-calon pemimpin baik presiden, DPR, Kepala daerah sepertinya tidak lagi mementingkan aspirasi masyarakat akan tetapi mengedepankan kepentingan dan kebutuhan partai. Miris dan sangat menyedihkan.

Kini masyarakat benar-benar harus membuka mata dan fikiran dalam memilih pemimpin untuk 5 tahun kedepan. Banyaknya aturan-aturan pemerintah yang membuat masyarakat resah harusnya menjadi tamparan keras untuk masyarakat agar berhati-hati dalam melahirkan pemimpin dimasa depan.

Dan Bertolt Brecht mengatakan Buta terburuk adalah buta politik. Jika kita abai terhadap politik siap-siap kita dipimpin oleh pemimpin yang juga abai terhadap masyarakat.

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Timah Santuni Anak Yatim di Pangkalpinang, Yuta: Ingin Beli Ponsel untuk Belajar

    PT Timah Santuni Anak Yatim di Pangkalpinang, Yuta: Ingin Beli Ponsel untuk Belajar

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    PT Timah Santuni Anak Yatim di Pangkalpinang, Yuta: Ingin Beli Ponsel untuk Belajar DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Komitmen PT Timah Tbk untuk terus menebar manfaat kepada masyarakat kembali diwujudkan lewat kegiatan sosial. Dalam momentum Halal Bihalal yang digelar di Graha Timah, Rabu (23/4/2025) malam, perusahaan yang berada di bawah naungan MIND ID ini menyantuni belasan anak […]

  • Kelola Sampah Demi Masa Depan, PT Timah Perkuat Edukasi Lingkungan di Kundur

    Kelola Sampah Demi Masa Depan, PT Timah Perkuat Edukasi Lingkungan di Kundur

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Kelola Sampah Demi Masa Depan, PT Timah Perkuat Edukasi Lingkungan di Kundur DOORSTOP.ID, KUNDUR — Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, PT Timah Tbk melalui Division Area Kundur menggelar Seminar Pengelolaan Sampah yang Efisien, Ramah Lingkungan, dan Berkelanjutan, di Gedung Serbaguna Wisma Timah Kundur, pada Rabu (16/7/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Departemen HSE Area Kundur […]

  • Breaking News: Kebakaran Hebat Landa Glodok Plaza Jakarta, Api Menjalar ke Beberapa Lantai

    Breaking News: Kebakaran Hebat Landa Glodok Plaza Jakarta, Api Menjalar ke Beberapa Lantai

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Kebakaran Hebat Landa Glodok Plaza Jakarta, Api Menjalar ke Beberapa Lantai DOORSTOP.ID, JAKARTA — Kebakaran hebat melanda Glodok Plaza, Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat, pada Rabu (15/1/2025) malam. Peristiwa ini dilaporkan pertama kali pada pukul 21.22 WIB. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengungkapkan bahwa lokasi […]

  • Bawaslu Babel Salurkan Bantuan Uang Tunai untuk Korban Kebakaran di Dusun Serdang

    Bawaslu Babel Salurkan Bantuan Uang Tunai untuk Korban Kebakaran di Dusun Serdang

    • calendar_month Sab, 17 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Bawaslu Babel Salurkan Bantuan Uang Tunai untuk Korban Kebakaran di Dusun Serdang DOORSTOP.ID, SIMPANG RIMBA — Jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyalurkan bantuan uang tunai langsung kepada warga yang menjadi korban musibah kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan. Ketua Bawaslu Babel EM […]

  • Diskusi Bersama Lapas Watch: Stafsus Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan Jabarkan 4 Solusi Tangani Overcrowded Lapas

    Diskusi Bersama Lapas Watch: Stafsus Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan Jabarkan 4 Solusi Tangani Overcrowded Lapas

    • calendar_month Ming, 5 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 73
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, JAKARTA – Permasalahan kelebihan kapasitas (overcrowded) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia, menjadi salah satu fokus utama, bagi Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan, Ir H Abdullah Rasyid, ME. Dalam diskusi bersama Lapas Watch di Jakarta, Sabtu (4/1/2025), Rasyid mengungkapkan sejumlah solusi, untuk mengatasi permasalahan tersebut. Rasyid mengemukakan, overcrowded dapat diatasi dengan strategi komprehensif […]

  • Wali Kota Pangkalpinang Segera Terbitkan SE WFH: Jumat Tetap Gotong Royong dan Olahraga

    Wali Kota Pangkalpinang Segera Terbitkan SE WFH: Jumat Tetap Gotong Royong dan Olahraga

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Wali Kota Pangkalpinang Segera Terbitkan SE WFH: Jumat Tetap Gotong Royong dan Olahraga DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang siap menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Prof Udin), usai membuka sosialisasi di Balai Besar Betason Kantor Wali Kota, Kamis […]

expand_less