Breaking News
light_mode
Beranda » BANGKA BELITUNG » Penambangan Timah di Bangka Belitung, Harmonisasi Keberagaman Etnis yang Terjaga

Penambangan Timah di Bangka Belitung, Harmonisasi Keberagaman Etnis yang Terjaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 3 Feb 2025
  • visibility 96
  • comment 0 komentar

Penambangan Timah di Bangka Belitung, Harmonisasi Keberagaman Etnis yang Terjaga

DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Bangka Belitung penghasil timah terbesar Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, juga memiliki sejarah peradaban Tionghoa yang panjang dan beragam.

Sejak abad ke 18, orang Tionghoa telah datang ke Bangka Belitung untuk bekerja sebagai penambang timah, dan sejak itu mereka telah meninggalkan jejak peradaban.

Menurut Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung, Dato Akhmad Elvian DPMP, kedatangan penambang timah Tionghoa ke Bangka Belitung pada tahun 1722, dikarenakan Sultan Ratu Anom Komaruddin menandatangani kontrak perdagangan Timah dengan VOC yang menyebabkan Sultan harus meningkatkan produksi Timah sebesar 30 ribu pikul setahun.

Dan untuk meningkatkan produksi Timah tersebut, Sultan Mahmud Badaruddin I Jayowikromo, pada tahun 1724 mendatangkan pekerja tambang orang-orang Tionghoa dari Vietnam, Laos, Kamboja, Pattani, Johor dan Semenanjung Malaka untuk melakukan penambangan.

“Pekerja tambang didatangkan dari China dikarenakan jumlah timah yang harus disediakan cukup banyak,” ujarnya.

Selain menambah jumlah tenaga kerja, kata Elvian, kedatangan pekerja China juga untuk memperkenalkan teknologi baru yaitu teknologi kulit dan kulong kulit.

“Orang Tionghoa menjadi pekerja tambang di Pulau Bangka untuk memperkenalkan teknologi baru. Teknologi ini menyebabkan orang Tionghoa harus tinggal di sekitar tambang karena proses pembukaan lapisan tanah cukup lama sekitar 7 hingga 8 bulan sampai timah ditemukan dan ditambang,” katanya.

Di sisi lain, PT Timah sebagai perusahaan yang menjadi penerus kesinambungan historisitas pengelolaan Timah di Indonesia sebagai kelanjutan dari BTW, GMB, NV. SITEM, dan PN Timah dalam praktik perusahaan tetap mempertahankan dan mempekerjakan orang Tionghoa Bangka, maupun peranakan pada parit-parit penambangan Timah dengan keahliannya yang kita kenal dengan istilah Kepala Parit (parittew).

Pada bagian akulturasi dan asimilasi orang Tionghoa di Bangka Belitung, Elvian mengungkapkan bahwasanya PT Timah perlu keahlian orang Tionghoa.

“Pada industri pewter misalnya, keahlian orang Tionghoa Bangka sangat diperlukan oleh PT Timah. Akulturasi dan Asimilasi antara orang Cina dengan bumiputera Bangka melahirkan orang-orang peranakan Bangka, menjadi bagian yang diperhatikan dalam berbagai aktivitas perusahaan termasuk CSR, walaupun aktivitasnya tidak bersentuhan lagi dengan pertambangan timah,” ungkapnya.

Dalam menjaga keberagaman dan harmonisasi antar SARA di Bangka Belitung, ke depan ia berharap agar lebih ditingkatkan lagi terutama pada program-program yang menyentuh langsung pada bidang ekonomi, keagamaan, sosial dan kebudayaan.

“Saya harap, PT Timah ke depan terus bermitra dalam menjaga harmonisasi antar SARA di Bangka Belitung. Sehingga kebutuhan dasar atau basic need serta lingkaran keintiman masyarakat akan terus terjalin dengan baik dan erat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengatakan, etnis tionghoa menjadi bagian yang terpisahkan dari penambangan timah di Bangka Belitung.

Bambang Patijaya mengatakan, dalam sejarahnya, para pekerja dari China didatangkan ke Bangka Belitung untuk menjadi penambang timah. Meski saat ini tidak semuanya bekerja di sektor tambang.

“Dulu kan masyarakat Tionghoa didatangkan untuk bekerja di sektor Pertimahan. Jadi punya hubungan yang erat antara etnis Tionghoa. Meski saat ini tidak semua bekerja di sektor pertimahan, tapi ada nilai sejarah seperti itu saya pikir punya history yang baik,” ucapnya.

Menurut pria yang kerap disapa BPJ itu, saat ini industri pertambangan timah masih menjadi tulang punggung ekonomi.

Sumber: www.timah.com

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sadis, Ibu di Pangkalpinang Diduga Setrika Anak Kandung karena Soal Makan

    Sadis, Ibu di Pangkalpinang Diduga Setrika Anak Kandung karena Soal Makan

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sadis, Ibu di Pangkalpinang Diduga Setrika Anak Kandung karena Soal Makan DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Polisi tengah menyelidiki dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan seorang ibu kandung di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kasus ini mencuat setelah ayah korban melaporkan peristiwa memilukan itu ke Polresta Pangkalpinang, pada Selasa (29/10/2025). Dalam laporan polisi, […]

  • BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Ajang Jakarta Financial Festival 2026

    BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Ajang Jakarta Financial Festival 2026

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle Vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, JAKARTA – BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam ajang Jakarta Financial Festival 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem keuangan digital dan peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Hendra Winata selaku Regional CEO BRI Region 6 hadir mewakili BRI untuk menerima penghargaan Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 – Kategori Digitalisasi Keuangan Terbaik […]

  • Banggar DPRD Babel dan Eksekutif Bahas Efisiensi Anggaran: Rp273 Miliar Dikompensasi, Royalti Timah Jadi Solusi Utama

    Banggar DPRD Babel dan Eksekutif Bahas Efisiensi Anggaran: Rp273 Miliar Dikompensasi, Royalti Timah Jadi Solusi Utama

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Banggar DPRD Babel dan Eksekutif Bahas Efisiensi Anggaran: Rp273 Miliar Dikompensasi, Royalti Timah Jadi Solusi Utama DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya meminta pihak eksekutif mengusulkan pemotongan atau pemangkasan APBD sebesar Rp273 miliar, menyusul ketidaksesuaian antara pendapatan dan alokasi anggaran yang telah disahkan. Hal itu diungkapkannya, usai memimpin rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD […]

  • Satgas Pangan Polda Babel dan Bapanas RI Pantau Pasar, Pastikan Mutu dan Harga Beras Tetap Aman

    Satgas Pangan Polda Babel dan Bapanas RI Pantau Pasar, Pastikan Mutu dan Harga Beras Tetap Aman

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Secara Umum, Harga Beras di Bangka Belitung Sudah Sesuai dengan Ketentuan Pemerintah DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kepulauan Bangka Belitung, bersama Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia, melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional dan distributor beras di Pulau Bangka. Pemantauan tersebut, bertujuan untuk memastikan mutu, ketersediaan dan kestabilan harga beras di […]

  • Dukung Ketahanan Pangan dan Pertanian, PT Timah Serahkan Mesin Tanam Jagung untuk Polres Basel

    Dukung Ketahanan Pangan dan Pertanian, PT Timah Serahkan Mesin Tanam Jagung untuk Polres Basel

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Dukung Ketahanan Pangan dan Pertanian, PT Timah Serahkan Mesin Tanam Jagung untuk Polres Basel DOORSTOP.ID, BANGKA SELATAN — PT Timah mendukung upaya Polres Bangka Selatan (Basel) yang sedang menggencarkan program penanaman jagung dengan menyerahkan bantuan 10 unit mesin tanam jagung, Jumat (19/9/2025). Bantuan mesin tanam jagung dari PT Timah nantinya akan didistribusikan melalui para Kapolsek […]

  • Polda Babel akan Bangun Spot Mancing di Taman Bhaypark

    Polda Babel akan Bangun Spot Mancing di Taman Bhaypark

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Polda Babel akan Bangun Spot Mancing di Taman Bhaypark DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG – Polda Bangka Belitung (Babel) berencana melakukan penataan Taman Bhaypark, dengan membangun fasilitas khusus untuk pemancing, seperti tempat duduk dan spot pancing yang lebih tertata. Hal itu disampaikan Kapolda Babel, Irjen Pol Hendro Pandowo, usai melakukan penebaran 5.500 bibit ikan di Kolam Taman Bhaypark, […]

expand_less