Edi Nasapta Kecewa, Bank Sumsel Babel Abaikan Permintaan Fasilitas Pembayaran Modern di Samsat se-Babel
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 7 Feb 2025
- visibility 80
- comment 0 komentar

Edi Nasapta Kecewa, Bank Sumsel Babel Abaikan Permintaan Fasilitas Pembayaran Modern di Samsat se-Babel
DOORSTOP.ID, BANGKA — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (DPRD Babel), Edi Nasapta, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Bank Sumsel Babel yang dinilai lamban dalam menanggapi permintaan penyediaan fasilitas pembayaran modern di kantor Samsat se-Babel.
Ia menyoroti ketidaktertiban bank tersebut, dalam menyediakan mesin Electronic Data Capture (EDC) dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Dinamis, padahal Pemprov Babel merupakan salah satu pemegang saham di bank tersebut.
Edi mengungkapkan bahwa permintaan ini sudah disampaikan sejak lama, namun hingga kini belum ada realisasi yang konkret dari pihak Bank Sumsel Babel. Menurutnya, fasilitas ini sangat penting untuk meningkatkan pelayanan publik, khususnya dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor yang selama ini masih mengandalkan metode konvensional.
“Saya sangat kecewa, karena sampai saat ini Bank Sumsel Babel tidak pernah menanggapi permintaan kami. Untuk mesin EDC dan QRIS saja begitu lama, apalagi permohonan penyediaan mesin ATM di tiap Samsat,” ujar Edi saat melakukan kunjungan kerja ke Samsat Kabupaten Bangka, Jumat (7/2/2025).
Lebih lanjut, Edi menegaskan bahwa sebagai pemegang saham, Pemprov Babel seharusnya mendapatkan perhatian lebih dalam hal kebutuhan layanan perbankan yang berdampak langsung pada masyarakat. Ia mempertanyakan alasan di balik lambatnya respons Bank Sumsel Babel terhadap permintaan tersebut.
“Kami tidak bisa memahami mengapa bank ini tidak merespons. Padahal, Pemprov Babel adalah salah satu pemegang sahamnya. Seharusnya, mereka lebih memperhatikan kepentingan daerah, terutama dalam hal pelayanan publik,” tambahnya.
Edi menekankan, bahwa kehadiran Mesin EDC dan QRIS Dinamis di kantor Samsat akan memberikan banyak manfaat, seperti mempercepat proses transaksi, mengurangi antrean, serta meminimalkan kesalahan administrasi yang kerap terjadi pada sistem manual.
Ia juga mengingatkan, bahwa teknologi seperti ini sudah banyak diterapkan di berbagai daerah, sehingga tidak ada alasan bagi Bank Sumsel Babel untuk menunda implementasinya di Babel.
“Kami tidak meminta sesuatu yang sulit. Ini teknologi yang sudah banyak digunakan di daerah lain, dan masyarakat Babel juga berhak mendapatkan pelayanan yang sama baiknya,” tegasnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Edi meminta agar Pemprov Babel turut memberikan tekanan kepada Bank Sumsel Babel agar segera memenuhi permintaan tersebut. Ia berharap agar keluhan ini tidak terus berlarut-larut, mengingat pelayanan publik yang lebih baik adalah hak seluruh masyarakat Babel.
“Kami berharap ini segera menjadi perhatian serius. Jangan sampai kekecewaan ini terus berlanjut, karena masyarakat Babel menunggu layanan yang lebih modern dan efisien,” pungkasnya.
- Penulis: admin


