Zakia Minang Ayu, Sang Penutur Kartini dari Bangka Belitung
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 20 Apr 2025
- visibility 117
- comment 0 komentar

Zakia Minang Ayu, Sang Penutur Kartini dari Bangka Belitung
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Zakia Minang Ayu, siswi kelas 5 SDIT Biruni Sungailiat dan penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia Bidang Sastra asal Kabupaten Bangka, kembali mengharumkan nama daerah.
Ia terpilih menjadi salah satu pembaca surat R.A Kartini dalam puncak peringatan Hari Kartini tingkat nasional yang digelar pada Senin, 21 April 2025 besok.
Acara prestisius ini akan berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Lantai Dasar Kemendikbud Ristek, Jakarta. Zakia dijadwalkan tampil bersama para tokoh nasional dalam pembacaan surat Kartini yang dikemas secara estetik dengan iringan musik.
“Zakia akan baca penggalan surat Kartini bergantian dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ada juga Inayah Wahid (Putri Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid), Olga Lydia, dan dengan iringan petikan gitar Dewa Budjana dan Trie Utami,” ujarnya, sembari memperlihatkan surat undangan resmi yang diterimanya.
Surat yang akan dibacakan Zakia adalah tulisan Kartini kepada sahabatnya, Stella Zeehandelaar, tertanggal 18 Agustus 1899. Dalam surat tersebut, Kartini menyuarakan kritik tajam terhadap budaya konservatif yang mengekang perempuan, khususnya kalangan ningrat Jawa masa itu.
“Kalau Zakia baca itu isinya tentang kritik Kartini terhadap budaya kolot kaum ningrat Jawa masa lalu, terutama kepada anak-anak perempuan. Alhamdulillah, Zakia senang bisa menambah pengalaman lagi buat Zakia dan mudah-mudahan bermanfaat untuk daerah juga,” ucapnya.
Hari ini, Minggu (20/4/2025), Zakia bertolak ke Jakarta didampingi sang ibu, Ira Esmeralda, seorang penulis dan pembaca puisi yang juga dikenal luas karena prestasinya. Ira menyambut pencapaian putrinya ini dengan penuh rasa syukur, namun tetap penuh kesadaran akan tanggung jawab besar yang menyertainya.
“Mungkin kabar bahagia belum tentu anugerah dari Tuhan. Bisa jadi, merupakan ujian bahkan teguran. Saya dan suami anggap ini ujian akan tanggung jawab Zakia, anak kami, sebagai Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024,” ungkapnya.
Bagi Ira, keikutsertaan Zakia dalam acara nasional ini bukan sekadar kebanggaan keluarga, melainkan bagian dari proses pembelajaran dan kontribusi bagi masyarakat, terutama anak-anak seusia Zakia di Kepulauan Bangka Belitung.
“Kami anggap ini bagian tugasnya Zakia. Dengan tugas ini, Zakia jadi punya kesempatan bagus untuk lebih mengenal dan memahami R.A. Kartini, mendalami pikiran dan perjuangan yang sekaligus menginspirasi anak-anak (perempuan) seusianya,” tuturnya.
“Terkhusus lagi, bisa menginspirasi anak-anak Bangka Belitung dan semakin banyak anak Bangka Belitung yang berprestasi di segala bidang,” lanjutnya.
Peringatan Hari Kartini tahun ini mengusung tema “Habis Gelap Terbitlah Terang; Suara Perempuan dalam Budaya.”
Acara yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI itu, akan dimulai pukul 19.00 WIB, dan turut dimeriahkan penampilan tari tradisional dari Swargaloka.
- Penulis: admin


