Aksan Visyawan Dorong Pansus DPRD Babel Miliki Target Jelas, Jangan Asal Minta Waktu
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 29 Mei 2025
- visibility 97
- comment 0 komentar

Aksan Visyawan Dorong Pansus DPRD Babel Miliki Target Jelas, Jangan Asal Minta Waktu
Audio berita:
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Aksan Visyawan, mendesak agar Panitia Khusus (Pansus) di lingkungan legislatif Babel bekerja lebih terukur dan memiliki target penyelesaian yang jelas.
Ia menyampaikan kritik dan masukan tersebut, saat ditemui wartawan di sela-sela rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel bersama pihak eksekutif di ruang rapat Banmus, Rabu (28/5/2025).
Aksan menyoroti tumpang tindih kerja antara Pansus dan komisi, serta ketidakjelasan tenggat waktu kerja Pansus yang terus-menerus meminta tambahan waktu setiap bulan.
“Itu antara Pansus dan Komisi kan ada tumpang tindih. Waktu itu Pansus hanya satu, tapi sekarang di pertengahan Mei ada tiga Pansus. Maka semuanya terakomodir di Pansus. Jadi, lebih efektif jika Pansus fokus ke tugasnya agar cepat selesai. Saya kasih masukan,” ujar Aksan.
Ia juga mendorong pimpinan DPRD, segera menyurati ketua Pansus agar menyusun rencana kerja dan menetapkan tenggat waktu yang jelas.
“Saya minta pimpinan segera menyurati ketua Pansus. Punya grand design, sampai kapan Pansus itu dibahas? Jangan setiap akhir bulan minta waktu. Ya enggak ada target kita. Tahunan kita punya target agar Dewan ini produktif,” tegasnya.
Menurut Aksan, target tahunan Dewan harus meliputi jumlah Perda yang diselesaikan, rekomendasi yang dikeluarkan, hingga rampungnya tugas Pansus. Jika tidak ada target, ia khawatir proses pembahasan akan berlarut-larut.
“Kalau enggak ada targetnya, bisa-bisa sampai tiga bulan. Tentu harus ada target. Kalau tidak tercapai, harus dievaluasi. Ada catatannya, mohon maaf, tapi kita punya tanggung jawab. Perda itu harus jelas, kapan selesainya, berapa lama, apa yang mau dibahas, kapan pertemuan, dan materi apa yang digali,” tambahnya.
Aksan juga mempertanyakan progres kerja tiga Pansus yang sedang berjalan saat ini, yaitu Pansus Timah, Pansus Sampah Regional, dan Pansus Pakaian Adat.
“Coba tanya ke ketuanya kapan selesai? Jawabannya emboh (entah-red). Harus jelas. Kita sama-sama transparan agar produktif kita di Dewan ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aksan juga menyinggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru mencapai Rp200 miliar dari target Rp700 miliar, atau sekitar 31 persen. Salah satu program yang ia soroti adalah pemutihan pajak kendaraan bermotor.
“Apakah program pemutihan pajak kendaraan ini sukses? Jangan sampai nanti kita jadi bermasalah. Bukannya dapat silpa, malah gagal bayar. Itu yang terancam,” ujarnya.
Ia kembali menekankan, pentingnya peran pimpinan DPRD dalam memastikan kinerja Pansus agar lebih terukur dan bertanggung jawab.
“Saran saya tadi, pimpinan menyurati ketua Pansus agar memberi rencana dan target kerja. Jangan asal pergi bahas. Ketua juga tadi ngeluh. Jangan sampai saat pembahasan atau kunjungan resmi, ketuanya malah nggak ada. Tanya saja nanti ke Ketua, agak sedikit tekanan. Kita tanggung jawab dengan Pansus ini,” pungkasnya.
- Penulis: admin


