Tragis! Bocah SD Diduga Jadi Korban Bullying, Meninggal Setelah Dirawat 3 Hari
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 27 Jul 2025
- visibility 278
- comment 0 komentar

Tragis! Bocah SD Diduga Jadi Korban Bullying, Meninggal Setelah Dirawat 3 Hari
DOORSTOP.ID, TOBOALI — Duka mendalam menyelimuti keluarga bocah laki-laki berinisial ZH (10), siswa kelas 5 SD di salah satu desa di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Ia mengembuskan napas terakhir di RSUD setempat, pada Minggu (27/7/2025) pagi, setelah tiga hari menjalani perawatan intensif akibat dugaan kekerasan fisik (bullying) yang dialaminya di lingkungan sekolah.
Menurut Doni, salah satu kerabat korban, ZH sempat muntah-muntah sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Dugaan kekerasan terungkap setelah korban mengadu kepada neneknya, bahwa ia dikeroyok oleh beberapa teman di sekolahnya.
“Anak ini muntah-muntah dan dirawat di RSUD sudah tiga hari lalu, baru pagi tadi meninggalnya. Kepada neneknya ia baru mengaku dikeroyok teman-teman sekolahnya,” ungkap Doni, seperti dikutip dari timelines.id, pada Minggu (27/7/2025) sore.
Doni mengaku keluarga sangat terpukul dan tidak menerima atas kejadian tersebut. Ia mempertanyakan peran pihak sekolah yang dinilai lalai dalam mendeteksi dan menangani kasus perundungan yang dialami keponakannya itu.
“Kami sebagai keluarga tidak terima dengan kejadian ini. Sekolahnya juga bagaimana bisa tidak mengetahui korban sudah parah dirundung seperti ini,” tegas Doni.
Ia juga menyebutkan, terdapat saksi mata dari kalangan siswa yang melihat langsung aksi kekerasan terhadap ZH. Luka-luka yang ditemukan di kepala dan perut korban semakin memperkuat dugaan bahwa ZH mengalami pemukulan berat.
“Korban mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan perutnya diduga dipukul. Kita tidak terima dengan kejadian ini. Saya juga menyampaikan pesan kepada Pak Bupati Basel agar ada tindak lanjut dari peristiwa ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan, Anshori, saat dihubungi mengaku belum mendapat laporan dari bawahannya.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, baru dapat kabarnya,” ungkapnya.
Namun, Anshori mengkonfirmasi telah meminta Kabid SD di dinasnya untuk menelusuri kepastian informasi ini, apakah benar korban mengalami perundungan ataukah tidak.
“Sekarang ini saya sudah minta kabid telusuri, lagi menunggu info kabid ini, nanti saya kabari lagi,” lanjutnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Raja Taufik Ikrar Buntani, saat dikonfirmasi menyebutkan, bahwa belum ada laporan keluarga korban ke pihaknya.
“Belum ada (laporan-red) masuk,” jawabnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel), langsung merespons dugaan bullying yang menyebabkan seorang siswa SD meninggal dunia tersebut.
Kadis Kominfo Basel, Yuri Siswanto, menuturkan bahwa Pemkab Basel akan menggelar konferensi pers di dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pada Senin (28/7/2025) besok.
“Izin kawan-kawan, izin menyampaikan, berkaitan dengan kejadian meninggalnya siswa SDN 22 Rias pagi tadi, direncanakan akan digelar konferensi pers di kantor dinas pendidikan sekitar jam 8.30 pagi pada senin besok,” katanya via WhatsApp.
- Penulis: admin


