Polresta Pangkalpinang Ungkap Komplotan Spesialis Kekerasan, Dalang Bayar hingga Rp40 Juta untuk Target Korban
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 21 Agu 2025
- visibility 188
- comment 0 komentar

Polresta Pangkalpinang Ungkap Komplotan Spesialis Kekerasan, Dalang Bayar hingga Rp40 Juta untuk Target Korban
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Polresta Pangkalpinang berhasil mengungkap kasus penyiraman air keras dan pembakaran rumah yang ternyata dilakukan oleh komplotan spesialis tindak kekerasan. Dua laporan polisi (LP) telah diproses, sementara rencana aksi ketiga berhasil digagalkan setelah para pelaku lebih dulu ditangkap.
Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, menjelaskan kasus ini bermula dari pengungkapan penyiraman air keras.
“Kita sudah mengungkap dua LP. Yang pertama itu kita ungkap di kasus penyiraman air kerasnya. Kemudian kita lakukan pengembangan lagi, ternyata ada pengakuan dari tersangka bahwa dia telah melakukan pembakaran rumah,” ungkap Max, usai konferensi pers di aula SAR Polresta Pangkalpinang, Kamis (21/8/2025).
Ia menyebutkan, pembakaran rumah tersebut terjadi seminggu sebelumnya dengan pelaku yang berbeda. “Artinya, yang satu penyiraman FS dengan RY. Kemudian yang di pembakaran rumah itu FS dengan S,” jelasnya.

Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners (Foto: Heri K).
Dari hasil penyelidikan, kata Max, para tersangka bahkan mengaku sudah mempersiapkan target ketiga. Namun rencana itu gagal setelah mereka lebih dulu ditangkap tim Jatanras Polresta.
“Setelah dilakukan pengembangan kembali, ternyata yang bersangkutan mau melakukan TKP yang ketiga. Tetapi sudah terburu ketangkap oleh Polresta dan jajaran Jatanras,” ujarnya.
Lebih lanjut, Max mengungkap adanya bayaran besar dari dalang di balik aksi ini. “Ada target satu lagi yang dibayarkan sejumlah uang sebesar Rp40 juta, kurang lebih, apabila yang bersangkutan berhasil melukai korban. Untuk penyiraman air keras itu Rp5 juta ya,” katanya.
“Dalangnya sama, makanya kita sedang melakukan kerja keras kembali untuk mengungkap motifnya sebenarnya, mengapa target itu bisa terpilih. Sehingga ini masih rangkaian yang terputus, tetapi perbuatan pidananya sudah bisa kita proses,” tambah Max.
Pihaknya juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk celurit yang diduga akan dipakai dalam rencana serangan ketiga. Namun, identitas otak pelaku masih ditelusuri.
“Tersangka sudah mengakui siapa yang menyuruh, namun keterangannya masih berubah-ubah. Bisa saja itu hanya inisial, bisa saja nama asli. Makanya kami akan terus dalami,” tegas Max.
Dari hasil pemeriksaan, pihaknya menyimpulkan para tersangka bukan pelaku tunggal, melainkan bagian dari kelompok spesialis tindak kekerasan.
“Iya, karena ini sudah dua kali, bahkan mau yang ketiga. Bisa dikatakan ini spesialis,” tutup Max.
- Penulis: admin


