PT Timah Tbk: Satgas Timah Bukanlah Momok
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 5 Sep 2025
- visibility 104
- comment 0 komentar

PT Timah Tbk: Satgas Timah Bukanlah Momok
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menegaskan kehadiran Satuan Tugas (Satgas) Timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti.
Menurut Anggi, keberadaan Satgas Timah jangan dipandang sebagai ancaman ataupun momok, melainkan sebagai wujud hadirnya negara dalam menata tata kelola pertimahan agar lebih baik.
“Satgas timah bukanlah momok, melainkan mitra yang hadir untuk memastikan kekayaan alam yang kita miliki dapat dikelola secara adil dan berkelanjutan, demi generasi sekarang maupun yang akan datang,” tegas Anggi, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (5/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Anggi menyampaikan apresiasi PT Timah kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel atas dukungan penuh terhadap perbaikan tata kelola pertimahan, sehingga sumber daya alam timah dapat memberikan manfaat bagi bangsa, negara, dan kesejahteraan masyarakat.
“PT Timah memberikan apresiasi kepada Pemerintah daerah, terkhusus Gubernur Provinsi Kepulauan Babel, atas dukungan penuh yang diberikan, guna terciptanya perbaikan pada tata kelola timah di Kepulauan Babel, sehingga kemanfaatannya akan terus meningkat,” kata Anggi.
Anggi menerangkan, sebagaimana pola kemitraan PT Timah dengan masyarakat di wilayah IUP perusahaan, perbaikan tata kelola diharapkan mampu menghadirkan ruang kolaborasi yang lebih sehat dan produktif.
“Upaya ini sejalan dengan arahan Gubernur yang menekankan pentingnya memaksimalkan serta memperbaiki program kemitraan masyarakat sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anggi menjelaskan, kehadiran Satgas Timah yang didukung penuh pemerintah pusat dan daerah merupakan instrumen negara dalam memperbaiki tata kelola pertimahan.
Hal ini, kata Anggi, mencakup penataan regulasi, pengawasan aktivitas pertambangan, perbaikan praktik penambangan agar ramah lingkungan, sekaligus optimalisasi penerimaan negara dari sektor timah.
“Dengan upaya perbaikan tata kelola pertimahan, masyarakat tetap diberi ruang untuk terlibat dalam penambangan sesuai regulasi, berwawasan lingkungan, dan menerapkan kaidah pertambangan yang baik, sehingga dapat terus menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Anggi berharap, keberadaan Satgas Timah, dapat mendukung aktivitas pertimahan yang tidak hanya berkontribusi pada pembangunan ekonomi, tetapi juga mewujudkan penambangan berwawasan lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Keberadaan Satgas Timah justru menjadi ruang sinergi dan kolaborasi yang humanis antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, guna membangun tata kelola pertimahan yang lebih kuat, transparan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Anggi optimistis kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah dan masyarakat akan semakin menguat, sekaligus memberikan kontribusi optimal bagi penerimaan negara dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: www.timah.com
- Penulis: admin


