Sadiri Serap Aspirasi Warga Sriwijaya: Minta Perbaikan Masjid dan Atensi Kasus Narkoba
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 18 Sep 2025
- visibility 95
- comment 0 komentar

Sadiri Serap Aspirasi Warga Sriwijaya: Minta Perbaikan Masjid dan Atensi Kasus Narkoba
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sadiri, menyerap sejumlah aspirasi warga Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang. Aspirasi yang mencuat mulai dari kebutuhan perbaikan sarana ibadah hingga keresahan warga terkait dugaan peredaran narkoba di wilayah mereka.
Sadiri menuturkan, kondisi Masjid Baitul Rahman yang berdiri sejak 2023 masih jauh dari kata memadai. Sajadah yang digunakan sudah usang, karpet licin karena dipakai bertahun-tahun, mimbar dari triplek, hingga pengeras suara yang seadanya.
“Masyarakat disini menginginkan bantuan dari pemerintah provinsi untuk perbaikan sarana-prasarana Masjid Baitul Rahman. Harapan mereka semoga bisa dibantu. Tadi juga kita menggelar doa bersama, semoga urusan ini dimudahkan dan DPRD semakin sinergi dengan pemerintah daerah serta masyarakat semakin makmur,” kata Sadiri, usai reses masa sidang III tahun sidang I, bersama Majelis Yasin Al Musthofa yang digelar di kediamannya pada Kamis malam (18/9/2025).
Selain kebutuhan masjid, warga juga melaporkan maraknya dugaan peredaran narkoba yang dilakukan oleh oknum luar daerah. Paket-paket gelap disebut kerap masuk ke wilayah mereka, sehingga menimbulkan keresahan dan stigma buruk bagi lingkungan.
“Aspirasi lain yang ditemukan adalah adanya oknum-oknum mengambil paket gelap. Warga khawatir kampung ini dijuluki kampung narkoba, padahal masyarakat setempat tidak tahu-menahu soal ini. Karena lokasinya berbatasan dengan Bangka Tengah, aktivitas haram itu sangat meresahkan,” jelas Sadiri.
Ia menambahkan, warga masih bingung harus melapor ke mana, sehingga meminta dirinya menyampaikan masalah ini ke pimpinan DPRD.
“Masyarakat minta ini diteruskan. Mereka khawatir anak-anak akan terpengaruh. Ini akan jadi atensi yang sangat baik bagi saya, nanti akan saya sampaikan ke pimpinan kami, Pak Didit, untuk dicarikan solusi. Tiga bulan terakhir kegiatan itu sangat intens,” ujarnya.
Menurutnya, dugaan kuat aktivitas haram itu dilakukan pihak luar yang memanfaatkan kondisi kampung yang relatif sepi.
“Masyarakat di sini adem-ayem, tenang, tapi khawatir kalau terus-terusan begini. Karena ini sudah menyangkut masalah vertikal, maka harus ada tindak lanjut dari pihak berwenang,” tegas Sadiri.
Di sisi lain, aspirasi utama warga tetap tertuju pada perbaikan sarana ibadah. Mereka berharap pemerintah provinsi dapat segera menyalurkan bantuan.
“Semoga aspirasi yang disampaikan masyarakat ini bisa segera terealisasi. Jika pemerintah bisa membantu, tentu akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” pungkasnya.
- Penulis: admin


