Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » Pasca Penyederhanaan Eselonisasi: Antara Efisiensi dan Kegamangan Birokrasi

Pasca Penyederhanaan Eselonisasi: Antara Efisiensi dan Kegamangan Birokrasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
  • visibility 315
  • comment 0 komentar

Pasca Penyederhanaan Eselonisasi: Antara Efisiensi dan Kegamangan Birokrasi

Oleh: Tonghari (Pranata Humas Ahli Pertama IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung)

Reformasi birokrasi yang digaungkan pemerintah melalui kebijakan penyederhanaan eselonisasi (khususnya eselon III dan IV) sejatinya bertujuan mulia: menciptakan birokrasi yang lebih lincah, adaptif dan berorientasi pada hasil.

Struktur organisasi yang sebelumnya gemuk dengan banyak lapisan jabatan kini dirampingkan. Jabatan struktural diubah menjadi jabatan fungsional yang lebih menekankan keahlian daripada jenjang hierarki.

Namun, di balik upaya efisiensi ini, muncul gejala kegamangan di kalangan ASN, terutama mereka yang terdampak langsung oleh peralihan dari jabatan struktural ke fungsional.

Rasa kehilangan identitas jabatan, ketidakjelasan tugas dan tanggung jawab, hingga kebingungan dalam jenjang karier menjadi realitas yang tak bisa diabaikan.

Banyak pejabat eselon yang semula merasa memiliki “kewenangan dan posisi”, kini seolah mengalami demosi halus, meski secara administratif tidak demikian.

Ciri utama penyederhanaan birokrasi yang telah berjalan lima tahun ini adalah pengalihan struktur ke jabatan fungsional. ASN yang kehilangan “kotak eselon” digeser ke dalam “kotak fungsional”.

Di atas kertas, jabatan fungsional lebih profesional karena setiap posisi diukur dengan angka kredit sesuai kontribusi teknisnya.

Namun, kenyataan di lapangan sering kali berbeda. Banyak jabatan fungsional sekadar menjadi alasan untuk menyesuaikan tunjangan.

Beban kerja tidak selalu sebanding dengan angka tunjangan yang diterima. Bahkan sebagian ASN dengan jabatan fungsional tetap melakukan pekerjaan khas struktural—rapat, koordinasi, tanda tangan, supervisi—meski berlabel “fungsional”.

Akibatnya, jabatan fungsional terasa seperti kostum dalam sandiwara birokrasi: tampak fungsional, namun berperilaku struktural.

Alih-alih melahirkan efisiensi, penyederhanaan justru menimbulkan kegamangan. Seperti prajurit tanpa kesatuan, ASN bekerja tanpa kejelasan medan.

Dalam rapat-rapat internal, mereka masih menunggu instruksi yang biasanya mengalir secara berjenjang. Kini rantai komando telah dipotong, tetapi pola pikir lama belum bergeser.

Lebih dari itu, transisi ini sering kali tidak diikuti oleh penguatan sistem manajemen kinerja jabatan fungsional.

ASN yang baru beralih belum dibekali pelatihan memadai mengenai mekanisme kerja, standar output, maupun beban kerja baru yang berbeda dari jabatan struktural sebelumnya. Kondisi ini menciptakan kevakuman, bahkan demotivasi.

Pemerintah sebenarnya telah membuka ruang rekognisi dan penguatan jabatan fungsional. Namun dalam praktiknya, budaya birokrasi yang masih sangat strukturalis membuat jabatan fungsional belum sepenuhnya mendapat tempat yang setara secara sosial maupun administratif.

Tidak sedikit yang menganggap jabatan fungsional sebagai pekerjaan teknis biasa yang kurang prestise dibanding posisi struktural.

Kondisi ini menuntut langkah korektif yang konkret. Pemerintah perlu memastikan bahwa transformasi tidak berhenti pada pemangkasan struktur, tetapi diiringi perubahan budaya kerja, sistem penghargaan berbasis kinerja, serta kepastian jalur karier yang jelas bagi jabatan fungsional.

Tanpa itu, penyederhanaan justru bisa menjadi bumerang: menciptakan birokrasi yang tidak hanya gamang, tapi juga kehilangan motivasi.

Masih kuatnya budaya lama yang cenderung hirarkis dan administratif membuat wajah baru birokrasi terasa setengah jadi. Transformasi budaya kerja belum sejalan dengan transformasi struktur organisasi.

Akibatnya, beberapa unit kerja mengalami disfungsi peran dan pengambilan keputusan menjadi tidak efektif karena tidak jelasnya alur koordinasi pasca-eselonisasi.

Meski demikian, perubahan ini tetap layak diapresiasi. Wajah birokrasi Indonesia pasca penyederhanaan eselonisasi menunjukkan keberanian untuk berubah.

Kini tantangannya adalah memperkuat kualitas SDM, membangun sistem evaluasi berbasis kinerja yang adil, dan menciptakan jalur karier yang jelas dalam jabatan fungsional.

Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh dan mendengarkan aspirasi ASN di lapangan agar wajah baru birokrasi ini tidak menjadi potret kerapuhan, melainkan simbol kemajuan.

Pasca eselonisasi, birokrasi Indonesia berada di titik balik. Bila dibarengi penguatan sistem, kepemimpinan visioner, serta keberanian untuk terus berbenah, maka birokrasi akan menjadi lebih ramping, profesional, responsif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan reformasi birokrasi bukan hanya diukur dari rampingnya struktur, tetapi dari sejauh mana birokrasi mampu bertransformasi menjadi mesin pelayanan publik yang profesional, bermartabat dan berdampak nyata.

Eselonisasi hanyalah langkah awal—namun langkah selanjutnya jauh lebih krusial. (*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reklamasi Berkelanjutan, Upaya PT Timah Jaga Ekosistem Pasca Tambang

    Reklamasi Berkelanjutan, Upaya PT Timah Jaga Ekosistem Pasca Tambang

    • calendar_month Kam, 20 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Reklamasi Berkelanjutan, Upaya PT Timah Jaga Ekosistem Pasca Tambang DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan merupakan komitmen PT Timah dalam menjalankan rantai bisnis perusahaan. Salah satu wujud komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan melalui program reklamasi. PT Timah secara konsisten melaksanakan reklamasi guna mengembalikan fungsi lahan pasca penambangan. Dalam melaksanakan reklamasi, perusahaan BUMN ini menerapkan […]

  • PT TIMAH Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Peternakan Ayam Kampung di Kabupaten Karimun

    PT TIMAH Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Peternakan Ayam Kampung di Kabupaten Karimun

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 104
    • 0Komentar

    PT TIMAH Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Peternakan Ayam Kampung di Kabupaten Karimun DOORSTOP.ID, KARIMUN — PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program pengembangan sektor peternakan. Hal ini merupakan langkah perusahaan untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. Kali ini, perusahaan mendukung Kelompok Unggas Sejahtera di Desa Sawang Laut Kobel, Kecamatan […]

  • Relawan Kotak Kosong Bangka Selatan Sosialisasikan Alternatif Pemilih

    Relawan Kotak Kosong Bangka Selatan Gelar Aksi Damai, Sosialisasikan Alternatif Pilihan Pemilih

    • calendar_month Jum, 30 Agu 2024
    • account_circle
    • visibility 80
    • 0Komentar

    TOBOALI – Sejumlah warga yang tergabung dalam Relawan Kotak Kosong Bangka Selatan menggelar aksi damai di Himpang Lime Habang, Toboali, Jumat (30/8/2024) sore. Aksi tersebut bertujuan mengampanyekan dan mensosialisasikan pilihan “kotak kosong” sebagai alternatif bagi pemilih, dalam menghadapi calon tunggal yang didukung oleh koalisi partai politik lokal. Erwandi, salah satu koordinator aksi yang akrab disapa […]

  • Tiket Laga Indonesia vs China Hampir Habis, PSSI Buka Penjualan Kloter Kedua Hari ini

    Tiket Laga Indonesia vs China Hampir Habis, PSSI Buka Penjualan Kloter Kedua Hari ini

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Tiket Laga Indonesia vs China Hampir Habis, PSSI Buka Penjualan Kloter Kedua Hari ini DOORSTOP.ID, JAKARTA — Antusiasme suporter Timnas Indonesia kembali membeludak jelang laga krusial kontra China pada putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026. PSSI mencatat, 80 persen dari total 70 ribu tiket pertandingan yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung […]

  • Setelah 10 Tahun Vakum, Pangkalpinang Targetkan Predikat Adipura

    Setelah 10 Tahun Vakum, Pangkalpinang Targetkan Predikat Adipura

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Setelah 10 Tahun Vakum, Pangkalpinang Targetkan Predikat Adipura DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Penilaian Adipura kembali digelar pada 2025 setelah lebih dari satu dekade vakum. Pemerintah Kota Pangkalpinang pun langsung bergerak cepat mempersiapkan diri agar bisa meraih predikat bergengsi tersebut. Rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) digelar di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota, Senin pagi […]

  • Dukungan PT TIMAH Menguatkan Perjuangan Keluarga Ahmad Hanif Jalani Pengobatan

    Dukungan PT TIMAH Menguatkan Perjuangan Keluarga Ahmad Hanif Jalani Pengobatan

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Dukungan PT TIMAH Menguatkan Perjuangan Keluarga Ahmad Hanif Jalani Pengobatan DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — PT TIMAH (Persero) Tbk terus berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat melalui dukungan di bidang kesehatan. Salah satunya diwujudkan dengan memberikan bantuan pengobatan kepada Ahmad Hanif, balita asal Pangkalpinang yang membutuhkan perawatan medis secara berkelanjutan. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu meringankan beban keluarga […]

expand_less