Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » Pasca Penyederhanaan Eselonisasi: Antara Efisiensi dan Kegamangan Birokrasi

Pasca Penyederhanaan Eselonisasi: Antara Efisiensi dan Kegamangan Birokrasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
  • visibility 316
  • comment 0 komentar

Pasca Penyederhanaan Eselonisasi: Antara Efisiensi dan Kegamangan Birokrasi

Oleh: Tonghari (Pranata Humas Ahli Pertama IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung)

Reformasi birokrasi yang digaungkan pemerintah melalui kebijakan penyederhanaan eselonisasi (khususnya eselon III dan IV) sejatinya bertujuan mulia: menciptakan birokrasi yang lebih lincah, adaptif dan berorientasi pada hasil.

Struktur organisasi yang sebelumnya gemuk dengan banyak lapisan jabatan kini dirampingkan. Jabatan struktural diubah menjadi jabatan fungsional yang lebih menekankan keahlian daripada jenjang hierarki.

Namun, di balik upaya efisiensi ini, muncul gejala kegamangan di kalangan ASN, terutama mereka yang terdampak langsung oleh peralihan dari jabatan struktural ke fungsional.

Rasa kehilangan identitas jabatan, ketidakjelasan tugas dan tanggung jawab, hingga kebingungan dalam jenjang karier menjadi realitas yang tak bisa diabaikan.

Banyak pejabat eselon yang semula merasa memiliki “kewenangan dan posisi”, kini seolah mengalami demosi halus, meski secara administratif tidak demikian.

Ciri utama penyederhanaan birokrasi yang telah berjalan lima tahun ini adalah pengalihan struktur ke jabatan fungsional. ASN yang kehilangan “kotak eselon” digeser ke dalam “kotak fungsional”.

Di atas kertas, jabatan fungsional lebih profesional karena setiap posisi diukur dengan angka kredit sesuai kontribusi teknisnya.

Namun, kenyataan di lapangan sering kali berbeda. Banyak jabatan fungsional sekadar menjadi alasan untuk menyesuaikan tunjangan.

Beban kerja tidak selalu sebanding dengan angka tunjangan yang diterima. Bahkan sebagian ASN dengan jabatan fungsional tetap melakukan pekerjaan khas struktural—rapat, koordinasi, tanda tangan, supervisi—meski berlabel “fungsional”.

Akibatnya, jabatan fungsional terasa seperti kostum dalam sandiwara birokrasi: tampak fungsional, namun berperilaku struktural.

Alih-alih melahirkan efisiensi, penyederhanaan justru menimbulkan kegamangan. Seperti prajurit tanpa kesatuan, ASN bekerja tanpa kejelasan medan.

Dalam rapat-rapat internal, mereka masih menunggu instruksi yang biasanya mengalir secara berjenjang. Kini rantai komando telah dipotong, tetapi pola pikir lama belum bergeser.

Lebih dari itu, transisi ini sering kali tidak diikuti oleh penguatan sistem manajemen kinerja jabatan fungsional.

ASN yang baru beralih belum dibekali pelatihan memadai mengenai mekanisme kerja, standar output, maupun beban kerja baru yang berbeda dari jabatan struktural sebelumnya. Kondisi ini menciptakan kevakuman, bahkan demotivasi.

Pemerintah sebenarnya telah membuka ruang rekognisi dan penguatan jabatan fungsional. Namun dalam praktiknya, budaya birokrasi yang masih sangat strukturalis membuat jabatan fungsional belum sepenuhnya mendapat tempat yang setara secara sosial maupun administratif.

Tidak sedikit yang menganggap jabatan fungsional sebagai pekerjaan teknis biasa yang kurang prestise dibanding posisi struktural.

Kondisi ini menuntut langkah korektif yang konkret. Pemerintah perlu memastikan bahwa transformasi tidak berhenti pada pemangkasan struktur, tetapi diiringi perubahan budaya kerja, sistem penghargaan berbasis kinerja, serta kepastian jalur karier yang jelas bagi jabatan fungsional.

Tanpa itu, penyederhanaan justru bisa menjadi bumerang: menciptakan birokrasi yang tidak hanya gamang, tapi juga kehilangan motivasi.

Masih kuatnya budaya lama yang cenderung hirarkis dan administratif membuat wajah baru birokrasi terasa setengah jadi. Transformasi budaya kerja belum sejalan dengan transformasi struktur organisasi.

Akibatnya, beberapa unit kerja mengalami disfungsi peran dan pengambilan keputusan menjadi tidak efektif karena tidak jelasnya alur koordinasi pasca-eselonisasi.

Meski demikian, perubahan ini tetap layak diapresiasi. Wajah birokrasi Indonesia pasca penyederhanaan eselonisasi menunjukkan keberanian untuk berubah.

Kini tantangannya adalah memperkuat kualitas SDM, membangun sistem evaluasi berbasis kinerja yang adil, dan menciptakan jalur karier yang jelas dalam jabatan fungsional.

Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh dan mendengarkan aspirasi ASN di lapangan agar wajah baru birokrasi ini tidak menjadi potret kerapuhan, melainkan simbol kemajuan.

Pasca eselonisasi, birokrasi Indonesia berada di titik balik. Bila dibarengi penguatan sistem, kepemimpinan visioner, serta keberanian untuk terus berbenah, maka birokrasi akan menjadi lebih ramping, profesional, responsif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan reformasi birokrasi bukan hanya diukur dari rampingnya struktur, tetapi dari sejauh mana birokrasi mampu bertransformasi menjadi mesin pelayanan publik yang profesional, bermartabat dan berdampak nyata.

Eselonisasi hanyalah langkah awal—namun langkah selanjutnya jauh lebih krusial. (*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Gading Boulevard Sambut Nasabah dengan Hangat

    Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Gading Boulevard Sambut Nasabah dengan Hangat

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2026
    • account_circle VRITIMES
    • visibility 35
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, BRI Branch Office (BO) Gading Boulevard menghadirkan suasana pelayanan yang berbeda bagi nasabah yang datang ke banking hall untuk melakukan berbagai transaksi perbankan. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran pekerja BRI BO Gading Boulevard untuk memberikan apresiasi sekaligus menciptakan pengalaman layanan yang hangat dan berkesan bagi […]

  • Gubernur Hidayat Arsani Targetkan Replikasi Program Jaksa Mandiri Pangan ke Seluruh Babel

    Gubernur Hidayat Arsani Targetkan Replikasi Program Jaksa Mandiri Pangan ke Seluruh Babel

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Gubernur Hidayat Arsani Targetkan Replikasi Program Jaksa Mandiri Pangan ke Seluruh Babel DOORSTOP.ID, NAMANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, memimpin penanaman padi Program Ketahanan Pangan Desa Adhyaksa 2026 di Kawasan Saung Sawah Pelangi Pelawan, Desa Namang, Bangka Tengah, Senin (20/4/2026). Hidayat hadir didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Babel Riono Budisantoso, Bupati Bangka Tengah Algafry […]

  • Mendiktisaintek Dorong PT Timah Jadi Pelopor Pengembangan Logam Tanah Jarang di Indonesia

    Mendiktisaintek Dorong PT Timah Jadi Pelopor Pengembangan Logam Tanah Jarang di Indonesia

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Mendiktisaintek Dorong PT Timah Jadi Pelopor Pengembangan Logam Tanah Jarang di Indonesia DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Menteri Pendidikan Tinggi Sains Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, Ph.D melaksanakan kunjungan kerja ke PT Timah Tbk untuk melihat mineral ikutan atau rare earth di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (17/9/2025). Dalam kunjungan kerja yang turut didampingi Direktur Utama PT […]

  • Keunggulan Mobil Listrik dalam Menghadapi Krisis Energi Global

    Keunggulan Mobil Listrik dalam Menghadapi Krisis Energi Global

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle
    • visibility 149
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID (PANGKALPINANG) – Krisis energi global yang dipicu oleh ketergantungan pada bahan bakar fosil membuat dunia otomotif bergerak menuju era mobil listrik. Kendaraan listrik dinilai sebagai solusi yang lebih berkelanjutan dalam menghadapi krisis energi ini. Artikel ini akan membahas keunggulan mobil listrik dalam menghadapi krisis energi serta bagaimana teknologi ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada […]

  • Dorong Percepatan Harga Patokan Mineral, Komisi XII DPR RI Gelar Kunjungan Spesifik ke PT TIMAH Tbk

    Dorong Percepatan Harga Patokan Mineral, Komisi XII DPR RI Gelar Kunjungan Spesifik ke PT TIMAH Tbk

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Dorong Percepatan Harga Patokan Mineral, Komisi XII DPR RI Gelar Kunjungan Spesifik ke PT TIMAH Tbk DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — PT TIMAH Tbk menerima kunjungan spesifik Komisi XII DPR RI tentang Tata Kelola Pertimahan dan Harga Patokan Mineral yang berlangsung di Griya Timah Pangkalpinang, Kamis (12/2/2026). Kunjungan Spesifik ini dipimpin oleh Ketua Komisi XII DPR RI […]

  • Dorong Ekonomi Kerakyatan, PT Timah Dukung KJPPS untuk Terus Berkembang

    Dorong Ekonomi Kerakyatan, PT Timah Dukung KJPPS untuk Terus Berkembang

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Dorong Ekonomi Kerakyatan, PT Timah Dukung KJPPS untuk Terus Berkembang DOORSTOP.ID, BANGKA BARAT — Komitmen PT Timah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, kembali ditunjukkan melalui dukungannya terhadap pengembangan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Salah satunya dengan mendukung Koperasi Jasa Pensiunan Peltim Sejahtera (KJPPS). Koperasi ini berperan penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat, untuk itu, PT […]

expand_less