Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » Memahami Perbedaan Angka Kemiskinan versi Bank Dunia dan BPS

Memahami Perbedaan Angka Kemiskinan versi Bank Dunia dan BPS

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 2 Mei 2025
  • visibility 82
  • comment 0 komentar

Memahami Perbedaan Angka Kemiskinan versi Bank Dunia dan BPS

DOORSTOP.ID, JAKARTA — Awal April 2025 lalu, Bank Dunia melalui Macro Poverty Outlook menyebutkan bahwa pada tahun 2024 lebih dari 60,3 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 171,8 juta jiwa hidup di bawah garis kemiskinan.

Di sisi lain, data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan Indonesia per September 2024 sebesar 8,57 persen atau sekitar 24,06 juta jiwa.

Perbedaan angka ini memang terlihat cukup besar, namun penting untuk dipahami secara bijak bahwa keduanya tidak saling bertentangan. Perbedaan muncul disebabkan adanya perbedaan standar garis kemiskinan yang digunakan dan untuk tujuan yang berbeda.

Bank Dunia memiliki 3 pendekatan atau standar garis kemiskinan untuk memantau pengentasan kemiskinan secara global dan membandingkan tingkat kemiskinan antarnegara, yaitu: international poverty line untuk menghitung tingkat kemiskinan ekstrem (US$ 2,15 per kapita per hari), US$3,65 per kapita per hari untuk negara-negara berpendapatan menengah bawah (lower-middle income), dan US$ 6,85 per kapita per hari untuk negara-negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income).

Ketiga garis kemiskinan tersebut dinyatakan dalam US$ PPP atau purchasing power parity, yaitu metode konversi yang menyesuaikan daya beli antarnegara. Nilai dolar yang digunakan bukanlah kurs nilai tukar yang berlaku saat ini melainkan paritas daya beli. US$ 1 PPP tahun 2024 setara dengan Rp5.993,03.

Angka kemiskinan Indonesia sebesar 60,3 persen, diperoleh dari estimasi tingkat kemiskinan dengan menggunakan standar sebesar US$6,85 PPP yang disusun berdasarkan median garis kemiskinan 37 negara berpendapatan menengah atas, bukan berdasarkan kebutuhan dasar penduduk Indonesia secara spesifik.

Bank Dunia juga menyarankan agar tiap negara menghitung garis kemiskinan nasional (National Poverty Line) masing-masing yang disesuaikan dengan karakteristik serta kondisi ekonomi dan sosial masing-masing negara.

Walaupun Indonesia saat ini berada pada klasifikasi negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income country/UMIC) dengan Gross National Income (GNI) per kapita sebesar US$4.870 pada tahun 2023, namun perlu diperhatikan bawah posisi Indonesia baru naik kelas ke kategori UMIC dan hanya sedikit di atas batas bawah kategori UMIC, yang range nilainya cukup lebar, yaitu antara US$4.516- US$14.005. Sehingga, bila standar kemiskinan global Bank Dunia diterapkan, akan menghasilkan jumlah penduduk miskin yang cukup tinggi.

BPS mengukur kemiskinan di Indonesia dengan pendekatan kebutuhan dasar atau Cost of Basic Needs (CBN), jumlah rupiah minimum yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar ini dinyatakan dalam Garis Kemiskinan.

Garis kemiskinan dihitung berdasarkan pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non-makanan. Komponen makanan didasarkan pada standar konsumsi minimal 2.100 kilokalori per orang per hari, disusun dari komoditas umum seperti beras, telur, tahu, tempe, minyak goreng, dan sayur, sesuai pola konsumsi rumah tangga Indonesia. Komponen non-makanan mencakup kebutuhan minimum. untuk tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, pakaian, dan transportasi.

Garis kemiskinan dihitung berdasarkan hasil pendataan Survei Sosial Ekonomi Nasional. (Susenas) yang memotret atau mengumpulkan data tentang pengeluaran serta pola konsumsi masyarakat.

Susenas dilaksanakan 2 kali dalam setahun. Tahun 2024, Susenas dilaksanakan pada bulan Maret dengan cakupan 345.000 rumah tangga di seluruh Indonesia, dan pada bulan September dengan cakupan 76.310 rumah tangga. Pengukuran dilakukan pada tingkat rumah tangga, bukan individu, karena pengeluaran dan konsumsi dalam kehidupan nyata umumnya terjadi secara kolektif.

Oleh karenanya, garis kemiskinan yang dihitung oleh BPS dapat mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Indonesia. Penghitungan serta rilis angka garis kemiskinan BPS dilakukan secara rinci berdasarkan wilayah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, dengan membedakan antara perkotaan dan perdesaan.

Pada September 2024, garis kemiskinan nasional per kapita tercatat Rp595.242 per bulan. Namun, perlu diperhatikan, konsumsi terjadi dalam konteks rumah tangga, bukan per orang. Rata-rata rumah tangga miskin terdiri dari 4,71 anggota rumah tangga, sehingga garis kemiskinan untuk satu rumah tangga secara rata-rata nasional adalah Rp2.803.590 per bulan.

Garis kemiskinan berbeda untuk setiap provinsi, sebab garis kemiskinan dan rata-rata anggota rumah tangga miskin untuk setiap provinsi berbeda.

Sebagai contoh, garis kemiskinan rumah tangga di DKI Jakarta mencapai Rp4.238.886, di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp3.102.215, dan di Lampung sebesar Rp2.821.375. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan tingkat harga, standar hidup, dan pola konsumsi di setiap daerah.

Perlu kehati-hatian dalam membaca angka garis kemiskinan. Garis kemiskinan adalah angka rata-rata yang tidak memperhitungkan karakteristik individu seperti usia, jenis kelamin, atau jenis pekerjaan.

Secara mikro, angka ini tidak bisa langsung diartikan sebagai batas pengeluaran orang per orang. Sebagai contoh, di DKI Jakarta, garis kemiskinan per kapita pada September 2024 adalah Rp846.085 per bulan. Jika ada satu rumah tangga dengan lima anggota (ayah, ibu, dan tiga balita) maka tidak tepat jika diasumsikan bahwa kebutuhan atau pengeluaran ayah sama dengan balita.

Karena konsumsi terjadi dalam satu rumah tangga, pendekatan yang lebih tepat adalah melihat garis kemiskinan rumah tangga. Dalam kasus ini, garis kemiskinan. rumah tangga tersebut adalah Rp4.230.425 per bulan. Angka inilah yang lebih representatif untuk memahami kondisi sosial ekonomi rumah tangga tersebut.

Dengan memahami konsep garis kemiskinan yang benar, maka kemiskinan tidak dapat diterjemahkan sebagai pendapatan per orang, dan bahkan tidak bisa diartikan sebagai gaji 20 ribu/hari bukan orang miskin.

Terakhir, perlu dipahami pula bahwa penduduk yang berada di atas garis kemiskinan (GK) belum tentu otomatis tergolong sejahtera atau kaya. Di atas kelompok miskin, terdapat kelompok rentan miskin (1,0-1,5 x GK), kelompok menuju kelas menengah (1,5-3,5 GK), kelas menengah (3,5-17 x GK), dan kelas atas (17 x GK).

Kondisi September 2024, persentase kelompok miskin adalah 8,57 persen (24,06 juta jiwa), kelompok rentan miskin adalah 24,42 persen (68,51 juta jiwa); kelompok menuju kelas menengah 49,29 persen (138,31 juta jiwa), kelas menengah 17,25 persen (48,41 juta jiwa), dan kelas atas 0,46 persen (1,29 juta jiwa).

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Kesaktian Pancasila, Pemkot Pangkalpinang Tegaskan Pancasila Sakti dan Tolak Radikalisme

    Hari Kesaktian Pancasila, Pemkot Pangkalpinang Tegaskan Pancasila Sakti dan Tolak Radikalisme

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Hari Kesaktian Pancasila, Pemkot Pangkalpinang Tegaskan Pancasila Sakti dan Tolak Radikalisme DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu pagi (1/10/2025). Upacara berlangsung khidmat dengan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Pangkalpinang, Akhmad Subekti, bertindak sebagai inspektur upacara mewakili Penjabat Wali Kota Pangkalpinang. […]

  • Pekan Sehat HUT ke-49 PT Timah di Bangka Barat Kumpulkan Puluhan Kantong Darah

    Pekan Sehat HUT ke-49 PT Timah di Bangka Barat Kumpulkan Puluhan Kantong Darah

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Pekan Sehat HUT ke-49 PT Timah di Bangka Barat Kumpulkan Puluhan Kantong Darah DOORSTOP.ID, BANGKA BARAT — Rangkaian kegiatan Pekan Sehat HUT ke-49 PT Timah yang dilaksanakan di Mentok Bangka Barat juga disemarakkan dengan aksi donor darah yang berlangsung di areal Lapangan Bola Kompleks PT Timah Mentok, Bangka Barat, Minggu (3/8/2025). Puluhan kantong darah terkumpul […]

  • PT Timah Peduli: Bantu Ringankan Biaya Pengobatan Warga Kundur, Shahuri Ramadan

    PT Timah Peduli: Bantu Ringankan Biaya Pengobatan Warga Kundur, Shahuri Ramadan

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 115
    • 0Komentar

    PT Timah Peduli: Bantu Ringankan Biaya Pengobatan Warga Kundur, Shahuri Ramadan DOORSTOP.ID, KARIMUN — Untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, PT Timah kerap memberikan bantuan biaya pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah operasional perusahaan. Bantuan biaya pengobatan dari PT Timah diprioritaskan kepada masyarakat yang mengalami kondisi kesehatan serius, namun terkendala secara ekonomi. Program ini […]

  • BRI BO Veteran Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

    BRI BO Veteran Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

    • calendar_month Sel, 6 Okt 2026
    • account_circle VRITIMES
    • visibility 35
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, JAKARTA – Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Veteran menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bandung dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Veteran. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan antarpersonal, membangun […]

  • PT TIMAH Perkuat Langkah Dekarbonisasi, Bidik Net Zero Emission 2060

    PT TIMAH Perkuat Langkah Dekarbonisasi, Bidik Net Zero Emission 2060

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 101
    • 0Komentar

    PT TIMAH Perkuat Langkah Dekarbonisasi, Bidik Net Zero Emission 2060 DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Komitmen terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) terus diperkuat PT TIMAH (Persero) Tbk melalui berbagai langkah strategis dan implementasi roadmap dekarbonisasi untuk mencapai target net zero emission pada tahun 2060. Sebagai bagian dari upaya tersebut, PT TIMAH menjalankan berbagai aksi mitigasi […]

  • Dua Hari Lagi Tins Half Marathon 2025 Siap Digelar, Ini Rutenya

    Dua Hari Lagi Tins Half Marathon 2025 Siap Digelar, Ini Rutenya

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Dua Hari Lagi Tins Half Marathon 2025 Siap Digelar, Ini Rutenya DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Tins Half Marathon 2025 yang akan diikuti ribuan pelari siap digelar di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (23/8/2025). Ajang lari yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-49 PT Timah Tbk ini, akan berlangsung mulai pukul 04.30 hingga 09.00 […]

expand_less