Pemerintah Tegas Berantas Judol: 4 Juta Pemain Aktif Setiap Hari, Transaksi Capai Rp900 Triliun
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 30 Des 2024
- visibility 85
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, JAKARTA — Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk memerangi judi online (judol) yang semakin marak di era digital. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menekankan bahwa aktivitas ini adalah “musuh bersama” yang harus diberantas hingga tuntas.
Dalam acara Komdigi 5K Fun Run bertema “Lari dari Judol” di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu (29/12/2024), Nezar mengungkapkan fakta mencengangkan. Ia mengatakan, kini ada empat juta orang yang bermain Judol setiap harinya.
“Saat ini, terdapat empat juta orang pemakai internet di Indonesia yang bermain judi online setiap harinya, termasuk 80 ribu di antaranya adalah anak-anak,” ujarnya.
Nezar menyoroti dampak serius aktivitas ini, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi negara. Berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), nilai transaksi dari judi online telah mencapai angka fantastis, hampir Rp900 triliun hingga akhir 2024.
“Bayangkan, uang sebesar itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih produktif dan bermanfaat bagi rakyat. Namun, uang tersebut tersedot ke dalam permainan yang merugikan,” tegasnya.
Kemkomdigi juga melaporkan telah menurunkan lebih dari 5,5 juta konten terkait judol selama tahun 2024. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif aktivitas ilegal tersebut.
Nezar menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan pemerintah dalam melawan judol. Ia juga menyerukan agar masyarakat aktif mengingatkan keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar untuk menjauhi aktivitas ini.
“Kolaborasi adalah kunci. Kami akan terus meningkatkan edukasi publik mengenai bahaya judol dan mengambil langkah tegas untuk memberantasnya,” tutup Nezar.
- Penulis: admin


