Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » Pasca Penyederhanaan Eselonisasi: Antara Efisiensi dan Kegamangan Birokrasi

Pasca Penyederhanaan Eselonisasi: Antara Efisiensi dan Kegamangan Birokrasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
  • visibility 317
  • comment 0 komentar

Pasca Penyederhanaan Eselonisasi: Antara Efisiensi dan Kegamangan Birokrasi

Oleh: Tonghari (Pranata Humas Ahli Pertama IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung)

Reformasi birokrasi yang digaungkan pemerintah melalui kebijakan penyederhanaan eselonisasi (khususnya eselon III dan IV) sejatinya bertujuan mulia: menciptakan birokrasi yang lebih lincah, adaptif dan berorientasi pada hasil.

Struktur organisasi yang sebelumnya gemuk dengan banyak lapisan jabatan kini dirampingkan. Jabatan struktural diubah menjadi jabatan fungsional yang lebih menekankan keahlian daripada jenjang hierarki.

Namun, di balik upaya efisiensi ini, muncul gejala kegamangan di kalangan ASN, terutama mereka yang terdampak langsung oleh peralihan dari jabatan struktural ke fungsional.

Rasa kehilangan identitas jabatan, ketidakjelasan tugas dan tanggung jawab, hingga kebingungan dalam jenjang karier menjadi realitas yang tak bisa diabaikan.

Banyak pejabat eselon yang semula merasa memiliki “kewenangan dan posisi”, kini seolah mengalami demosi halus, meski secara administratif tidak demikian.

Ciri utama penyederhanaan birokrasi yang telah berjalan lima tahun ini adalah pengalihan struktur ke jabatan fungsional. ASN yang kehilangan “kotak eselon” digeser ke dalam “kotak fungsional”.

Di atas kertas, jabatan fungsional lebih profesional karena setiap posisi diukur dengan angka kredit sesuai kontribusi teknisnya.

Namun, kenyataan di lapangan sering kali berbeda. Banyak jabatan fungsional sekadar menjadi alasan untuk menyesuaikan tunjangan.

Beban kerja tidak selalu sebanding dengan angka tunjangan yang diterima. Bahkan sebagian ASN dengan jabatan fungsional tetap melakukan pekerjaan khas struktural—rapat, koordinasi, tanda tangan, supervisi—meski berlabel “fungsional”.

Akibatnya, jabatan fungsional terasa seperti kostum dalam sandiwara birokrasi: tampak fungsional, namun berperilaku struktural.

Alih-alih melahirkan efisiensi, penyederhanaan justru menimbulkan kegamangan. Seperti prajurit tanpa kesatuan, ASN bekerja tanpa kejelasan medan.

Dalam rapat-rapat internal, mereka masih menunggu instruksi yang biasanya mengalir secara berjenjang. Kini rantai komando telah dipotong, tetapi pola pikir lama belum bergeser.

Lebih dari itu, transisi ini sering kali tidak diikuti oleh penguatan sistem manajemen kinerja jabatan fungsional.

ASN yang baru beralih belum dibekali pelatihan memadai mengenai mekanisme kerja, standar output, maupun beban kerja baru yang berbeda dari jabatan struktural sebelumnya. Kondisi ini menciptakan kevakuman, bahkan demotivasi.

Pemerintah sebenarnya telah membuka ruang rekognisi dan penguatan jabatan fungsional. Namun dalam praktiknya, budaya birokrasi yang masih sangat strukturalis membuat jabatan fungsional belum sepenuhnya mendapat tempat yang setara secara sosial maupun administratif.

Tidak sedikit yang menganggap jabatan fungsional sebagai pekerjaan teknis biasa yang kurang prestise dibanding posisi struktural.

Kondisi ini menuntut langkah korektif yang konkret. Pemerintah perlu memastikan bahwa transformasi tidak berhenti pada pemangkasan struktur, tetapi diiringi perubahan budaya kerja, sistem penghargaan berbasis kinerja, serta kepastian jalur karier yang jelas bagi jabatan fungsional.

Tanpa itu, penyederhanaan justru bisa menjadi bumerang: menciptakan birokrasi yang tidak hanya gamang, tapi juga kehilangan motivasi.

Masih kuatnya budaya lama yang cenderung hirarkis dan administratif membuat wajah baru birokrasi terasa setengah jadi. Transformasi budaya kerja belum sejalan dengan transformasi struktur organisasi.

Akibatnya, beberapa unit kerja mengalami disfungsi peran dan pengambilan keputusan menjadi tidak efektif karena tidak jelasnya alur koordinasi pasca-eselonisasi.

Meski demikian, perubahan ini tetap layak diapresiasi. Wajah birokrasi Indonesia pasca penyederhanaan eselonisasi menunjukkan keberanian untuk berubah.

Kini tantangannya adalah memperkuat kualitas SDM, membangun sistem evaluasi berbasis kinerja yang adil, dan menciptakan jalur karier yang jelas dalam jabatan fungsional.

Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh dan mendengarkan aspirasi ASN di lapangan agar wajah baru birokrasi ini tidak menjadi potret kerapuhan, melainkan simbol kemajuan.

Pasca eselonisasi, birokrasi Indonesia berada di titik balik. Bila dibarengi penguatan sistem, kepemimpinan visioner, serta keberanian untuk terus berbenah, maka birokrasi akan menjadi lebih ramping, profesional, responsif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan reformasi birokrasi bukan hanya diukur dari rampingnya struktur, tetapi dari sejauh mana birokrasi mampu bertransformasi menjadi mesin pelayanan publik yang profesional, bermartabat dan berdampak nyata.

Eselonisasi hanyalah langkah awal—namun langkah selanjutnya jauh lebih krusial. (*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reses di Kenanga, Sekretaris Komisi I DPRD Bangka G.A. Subhan Soroti Urgensi Data Valid dan Layanan Dasar

    Reses di Kenanga, Sekretaris Komisi I DPRD Bangka G.A. Subhan Soroti Urgensi Data Valid dan Layanan Dasar

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Reses di Kenanga, Sekretaris Komisi I DPRD Bangka G.A. Subhan Soroti Urgensi Data Valid dan Layanan Dasar DOORSTOP.ID, BANGKA — Kegiatan reses kedua yang digelar Anggota sekaligus Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Bangka dari Fraksi PKB, G.A. Subhan, di Kantor Lurah Kenanga pada Selasa (29/4/2025), menjadi ajang menyerap berbagai keluhan masyarakat. Dalam reses itu, isu […]

  • Tim Jatanras Polda Babel Berhasil Bongkar Praktik Judi Togel di Pangkalpinang, Dua Pelaku Diamankan

    Tim Jatanras Polda Babel Berhasil Bongkar Praktik Judi Togel di Pangkalpinang, Dua Pelaku Diamankan

    • calendar_month Kam, 12 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Bangka Belitung kembali berhasil membongkar praktik perjudian toto gelap (togel) di Kota Pangkalpinang, Rabu (11/12/2024) malam. Dalam operasi tersebut, dua pelaku berhasil diamankan. “Benar, ada dua orang yang diamankan dalam pengungkapan kasus judi togel ini, yakni Ru alias Kumkum (45) dan DM alias Dody (52). Keduanya […]

  • Akademisi UBB Ikuti Forum Internasional di China, Buka Peluang Pengembangan Riset dan Penguatan SDM

    Akademisi UBB Ikuti Forum Internasional di China, Buka Peluang Pengembangan Riset dan Penguatan SDM

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Akademisi UBB Ikuti Forum Internasional di China, Buka Peluang Pengembangan Riset dan Penguatan SDM DOORSTOP.ID, GUANGXI — Akademisi Universitas Bangka Belitung (UBB), Dr. Tri Lestari, memperkuat kiprah Indonesia dalam forum internasional Guangxi International Exchange Event on Smart Fisheries Innovation and Development di Nanning, Guangxi, China, 14–19 September 2026. Keterlibatan tersebut membuka peluang pengembangan kolaborasi riset […]

  • Empat Nelayan di Belitung Timur Terima Bantuan Mesin Ketinting dari PT Timah Tbk

    Empat Nelayan di Belitung Timur Terima Bantuan Mesin Ketinting dari PT Timah Tbk

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Empat Nelayan di Belitung Timur Terima Bantuan Mesin Ketinting dari PT Timah Tbk DOORSTOP.ID, BELITUNG TIMUR — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir, PT Timah tbk menyalurkan bantuan berupa mesin ketinting kepada nelayan yang sebelumnya mengalami kecelakaan laut di perairan Belitung Timur. Mesin ketinting dari PT Timah Tbk ini diberikan kepada empat nelayan yang sebelumnya […]

  • Pemkot Pangkalpinang Dorong Transformasi Manajemen ASN, Terapkan Sistem Kerja Digital pada 2025

    Pemkot Pangkalpinang Dorong Transformasi Manajemen ASN, Terapkan Sistem Kerja Digital pada 2025

    • calendar_month Kam, 12 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang berkomitmen untuk mempercepat transformasi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) demi mewujudkan pemerintahan yang lebih dinamis, lincah, dan profesional. Hal ini disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum, Agusfendi, yang mewakili Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, dalam kegiatan sosialisasi sistem kerja penyederhanaan birokrasi di ruang pertemuan OR Kantor Wali Kota Pangkalpinang, […]

  • Akhmad_Subekti

    Pemkot Apresiasi Kesiapsiagaan Polresta Pangkalpinang Hadapi Pilkada Ulang 2025

    • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Pemkot Apresiasi Kesiapsiagaan Polresta Pangkalpinang Hadapi Pilkada Ulang 2025 DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang menyatakan dukungan penuh terhadap kesiapsiagaan aparat keamanan dalam menghadapi Pilkada Ulang Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Pangkalpinang, Akhmad Subekti, saat menghadiri Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di […]

expand_less