Wali Kota Pangkalpinang Apresiasi PNM yang Kucurkan Pinjaman Tanpa Agunan untuk Usaha Mikro
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 23 Mei 2026
- visibility 131
- comment 0 komentar

Wali Kota Pangkalpinang Apresiasi PNM yang Kucurkan Pinjaman Tanpa Agunan untuk Usaha Mikro
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang mendukung penuh perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro. Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Prof Udin), mengapresiasi langkah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bangka Belitung yang memfasilitasi pembiayaan mudah tanpa agunan bagi pelaku usaha ultra mikro.
Hal tersebut ia sampaikan usai membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar di SM Convention Hall, Keramat, Kecamatan Rangkui, Sabtu (23/5/2026). Menurut Prof Udin, inisiatif ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang baru merintis usaha kecil.
“Kita buka acara sosialisasi untuk pinjaman UMKM yang diselenggarakan oleh Permodalan Nasional Madani dan ini sebuah inisiatif kegiatan yang luar biasa untuk UMKM kita di Kota Pangkalpinang, terutama usaha-usaha mikro dan ultra mikro,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan bahwa karakteristik layanan PNM sangat cocok untuk masyarakat bawah karena menyasar sektor yang selama ini sulit menembus akses perbankan konvensional.
“Jadi PNM ini kan buat yang mikro sama ultra mikro. Jadi yang baru mulai berusaha itu boleh masuk ke sini jadi nasabah. Mereka kasih pinjaman tanpa agunan. Mereka kasih pinjaman, yabg baru mulai usaha kecil, juga usaha mikro,” lanjutnya.
Langkah PNM ini sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, jumlah pelaku UMKM di wilayah ini terus melonjak hingga menembus 26.875 unit usaha, yang didominasi oleh 25.969 sektor usaha mikro. Sektor kuliner siap saji menjadi motor utama pergerakan ekonomi masyarakat setempat.
Melihat besarnya potensi tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada urusan mengucurkan dana saja. Terlebih, PNM dikenal memiliki tiga pilar pemberdayaan utama, yaitu permodalan finansial, sosial, dan intelektual.
Lebih lanjut, ia juga meminta PNM mendampingi para pelaku usaha secara konsisten melalui pelatihan literasi keuangan dan digital agar mereka mampu meningkatkan skala bisnisnya.
“Tentu kami dari Pemerintah Kota Pangkalpinang jyga berharap kepada PNM untuk bisa memberikan pembinaan kepada para UMKM ini agar mereka dapat berusaha dengan baik, kemudian ekonominya bisa bangkit, bisa naik kelas menjadi usaha-usaha yang ke depan bisa lebih baik,” harapnya.
Di sisi lain, dirinya juga memberikan peringatan keras kepada warga dan para nasabah agar menjaga ruang digital mereka dengan bijak. Ia meminta unutuk menjauhi praktik perjudian dan jebakan utang digital ilegal yang sedang menjamur.
“Saya berharap para nasabah jangan ikut judi online, jangan ikut pinjaman online yang ilegal. Kalau judi online sudah pasti nggak boleh. Kalau pinjaman online cari yang legal. Tapi kalau misalnya belum paham teknologi mendingan nggak usah, pinjam saja di PNM,” tukasnya.
- Penulis: admin


