Dispaper Pangkalpinang Belum Gelar Pasar Murah, Yiyi: Harga Komoditas Masih Stabil
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 16 Jun 2026
- visibility 81
- comment 0 komentar

Dispaper Pangkalpinang Belum Gelar Pasar Murah, Yiyi: Harga Komoditas Masih Stabil
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang belum akan menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) dalam waktu dekat. Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispaper Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, menegaskan bahwa harga komoditas hortikultura saat ini masih stabil, bahkan harga bawang merah mengalami penurunan dibandingkan pekan lalu.
Yiyi menyebut pihaknya baru akan melakukan intervensi pasar jika lonjakan harga terjadi secara konsisten selama dua minggu berturut-turut di atas koefisien rata-rata.
Yiyi menjelaskan bahwa keputusan ini merujuk pada hasil rekap mingguan dan pantauan riil petugas panel harga di lapangan.
“Dari pantauan petugas panel harga dan rekap mingguan, harga kedua komoditi tersebut stabil, bahkan bawang merah turun dibandingkan minggu sebelumnya,” ujar Yiyi saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).
Dirinya menambahkan bahwa pemerintah memiliki indikator terukur sebelum menggulirkan program subsidi atau pasar murah ke masyarakat.
“Intervensi dilakukan jika selama dua minggu berturut-turut harga naik di atas koefisien rata-rata. Oleh sebab itu, kami belum melakukan intervensi seperti GPM dalam waktu dekat. Jika pantauan harga selama dua minggu ke depan, setiap hari berturut-turut mengalami kenaikan, baru kami akan melakukan intervensi seperti GPM,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan di Pasar Pagi dan Pasar Ratu Tunggal Pangkalpinang, harga cabai merah besar saat ini berada di angka Rp55.000 per kilogram (kg) dan cabai rawit lokal bertengger di kisaran Rp68.000 per kg. Sementara itu, bawang putih dijual Rp37.000 per kg dan bawang merah menyentuh Rp45.000 per kg akibat penyesuaian logistik dan faktor cuaca di daerah asal.
Di sisi lain, Kepala Dispaper Kota Pangkalpinang, Samri, memastikan pasokan pangan pokok lainnya seperti beras dan minyak goreng berada dalam posisi aman. Kelancaran distribusi jalur laut melalui Pelabuhan Pangkalbalam menjadi faktor utama terjaganya stabilitas stok ini.
“Kami mengimbau warga Pangkalpinang untuk belanja dengan bijak dan tidak perlu melakukan panic buying karena cadangan stok kita aman untuk dua bulan ke depan,” kata Samri.
Sebagai informasi, saat ini Perum Bulog Kantor Cabang Bangka menguasai stok beras sebanyak 1.800 ton di Gudang Selindung. Stok tersebut ditopang oleh serapan padi lokal Desa Rias sebesar 1.500 ton serta pengiriman reguler antarpulau yang cukup untuk memenuuhi kebutuhan pasar.
- Penulis: admin


