Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » Penolakan Proklamasi di Bangka: Jejak Kontroversi Po An Tui Pasca Kemerdekaan

Penolakan Proklamasi di Bangka: Jejak Kontroversi Po An Tui Pasca Kemerdekaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
  • visibility 230
  • comment 0 komentar

Penolakan Proklamasi di Bangka: Jejak Kontroversi Po An Tui Pasca Kemerdekaan

DOORSTOP.ID, BANGKA — Di balik semangat kemerdekaan yang berkobar usai Proklamasi 17 Agustus 1945, sejarah mencatat adanya penolakan dari sebagian kecil masyarakat di Pulau Bangka terhadap berdirinya Republik Indonesia.

Penolakan ini muncul dari kelompok milisi yang dikenal dengan nama Po An Tui atau Tentara Keamanan Tionghoa (TKT), yang justru berharap kembalinya kekuasaan Belanda di wilayah tersebut.

“Kelompok ini tidak mendukung Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan masih berharap Belanda akan kembali berkuasa di Pulau Bangka,” ungkap Dato’ Akhmad Elvian, sejarawan Bangka Belitung peraih Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Menurut Elvian, Po An Tui membentuk barisan pertahanan di Pangkalpinang dan memperluas pengaruhnya ke berbagai wilayah seperti Celuak, Belinyu, Lumut, Toboali, dan Payung. Konflik bersenjata pun tak terhindarkan dengan pasukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat), yang menjadi cikal bakal TNI.

“Kontak fisik bersenjata antara TKR dan TKT berlangsung hingga terbentuknya TRI (Tentara Republik Indonesia), dan berakhir ketika tentara sekutu mendarat di Pulau Bangka pada pertengahan Februari 1946,” jelas Elvian.

Po An Tui, yang resmi berdiri pada 1 Januari 1946, awalnya dibentuk sebagai organisasi pertahanan untuk melindungi warga Tionghoa dari tindakan kekerasan. Namun dalam perjalanannya, kelompok ini justru berpihak pada sekutu dan pasukan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang hendak mengembalikan kolonialisme di Indonesia.

“Dalam kenyataannya, mereka mendukung aksi tentara sekutu dan hadirnya Belanda kembali,” kutip Elvian dari Gunawan dkk., dalam catatan sejarah tahun 2015.

Anggota Po An Tui di Bangka sebagian besar merupakan mantan pekerja Tambang Timah milik Belanda, yaitu Banka Tin Winning (BTW). Mereka bahkan terlihat melakukan latihan baris-berbaris di sekitar kawasan pasar Pangkalpinang (pasarloodsen), sebagai persiapan menyambut kedatangan pasukan sekutu.

Tak hanya Po An Tui, Elvian mencatat bahwa kelompok lain seperti para vreemde oosterlingen (orang Timur Asing) dan pegawai instansi pemerintah Hindia Belanda di Bangka juga menunjukkan sikap serupa. Meski tidak sekeras Po An Tui, mereka cenderung tidak menerima kemerdekaan, namun memilih bersikap diam.

“Penolakan mereka tidak begitu ditampakkan seperti yang dilakukan Po An Tui atau TKT,” tambahnya.

Dirgahayu Republik Indonesia! 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2025.

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal “Dapur” Operasional LRT Jabodebek, Edukasi Publik Dimulai dari Balik Layar

    Mengenal “Dapur” Operasional LRT Jabodebek, Edukasi Publik Dimulai dari Balik Layar

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Mengenal “Dapur” Operasional LRT Jabodebek, Edukasi Publik Dimulai dari Balik Layar DOORSTOP.ID, JAKARTA – Sebagian besar pengguna LRT Jabodebek hanya melihat kereta datang dan berangkat tepat waktu. Namun di balik kelancaran perjalanan tersebut terdapat sistem pengendalian, pemeliharaan, dan prosedur keselamatan yang bekerja selama 24 jam. Untuk memperkenalkan proses tersebut kepada masyarakat, LRT Jabodebek menggelar program […]

  • Mahasiswa UBB Ikuti Seleksi ON MIPA Tingkat Regional 2026

    Mahasiswa UBB Ikuti Seleksi ON MIPA Tingkat Regional 2026

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Mahasiswa UBB Ikuti Seleksi ON MIPA Tingkat Regional 2026 DOORSTOP.ID, BANGKA — Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) turut ambil bagian dalam Seleksi Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA) Tingkat Regional Tahun 2026, yang dilaksanakan selama dua hari di Ruang Laboratorium Komputer TIK 4 dan 5, lingkungan kampus terpadu UBB, pada Selasa (5/5/2026). […]

  • Panitia Pusat dan Lokal HPN 2025 di Riau, Siap Sambut Delegasi se-Nusantara

    Panitia Pusat dan Lokal HPN 2025 di Riau, Siap Sambut Delegasi se-Nusantara

    • calendar_month Jum, 31 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Panitia lokal dan pusat matangkan koordinasi, HPN 2025 di Riau siap sambut delegasi se-Nusantara DOORSTOP.ID, PEKANBARU — Panitia peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Riau, terus mematangkan koordinasi di tahap akhir penyelenggaraan guna memastikan acara berjalan sukses. Persiapan yang melibatkan panitia lokal dan pusat ini telah mencapai 100 persen, termasuk pengaturan logistik, akomodasi, transportasi, […]

  • Hangatkan Silaturahmi, Biawak Trail Pangkalpinang Gelar Buka Bersama di Puri 56 Cafe N Resto

    Hangatkan Silaturahmi, Biawak Trail Pangkalpinang Gelar Buka Bersama di Puri 56 Cafe N Resto

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Hangatkan Silaturahmi, Biawak Trail Pangkalpinang Gelar Buka Bersama di Puri 56 Cafe N Resto DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG —- Momentum Ramadan dimanfaatkan Biawak Trail Community (BTC) Pangkalpinang untuk mempererat soliditas internal melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Puri 56 Cafe N Resto, jln A. Yani Pangkalpinang, Sabtu (1/3/2026). Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sejak […]

  • Atal S. Depari Ingatkan Wartawan di Babel Tetap Tekun Belajar

    Atal S. Depari Ingatkan Wartawan di Babel Tetap Tekun Belajar

    • calendar_month Rab, 21 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Atal S. Depari Ingatkan Wartawan di Babel Tetap Tekun Belajar DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Atal S. Depari, menyuntikkan semangat para peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Bangka Belitung Angkatan XII lewat cara yang khas Indonesia, yakni untaian pantun penuh makna. Mantan Ketua Umum PWI Pusat dua periode (2018–2023) ini tidak hanya […]

  • Universe, Band Asal Pangkalpinang yang Konsisten Usung Konsep Tribute to Peterpan/NOAH

    Universe, Band Asal Pangkalpinang yang Konsisten Usung Konsep Tribute to Peterpan/NOAH

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Tribute Bukan Berarti Ingin Meniru, Tapi Bentuk Penghormatan dan Apresiasi Terhadap Karya Peterpan/NOAH DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Rasa cinta terhadap karya-karya legendaris Ariel dan kawan-kawan melahirkan sebuah grup musik asal Kota Pangkalpinang bernama Universe Band. Band ini mengusung konsep Tribute to Peterpan/NOAH dan lewat performa solidnya, mereka terus berusaha menghadirkan kembali semangat nostalgia bagi para penikmat […]

expand_less