Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » A.M. Yusuf Rasidi: Presiden Sementara Bangka yang Terlupakan Sejarah, Sang Penjaga Merah Putih di Mentok

A.M. Yusuf Rasidi: Presiden Sementara Bangka yang Terlupakan Sejarah, Sang Penjaga Merah Putih di Mentok

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
  • visibility 353
  • comment 0 komentar

A.M. Yusuf Rasidi: Presiden Sementara Bangka yang Terlupakan Sejarah, Sang Penjaga Merah Putih di Mentok

Oleh: Dato’ Akhmad Elvian DPMP, Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia


Di tengah riuhnya ibu kota, pada barisan batu nisan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat, Unit Islam, Blok AA, blad 070, petak 0853, bersemayam sosok penting asal Kepulauan Bangka Belitung yang namanya nyaris tenggelam dari panggung sejarah nasional: A.M. Yusuf Rasidi, Presiden satuan kenegaraan Bangka yang berbentuk zelfstanding staatkundig eenheid pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS).

Di atas nisan marmer hitam itu, tertera kalimat yang menundukkan setiap peziarah:
إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(Sesungguhnya kita adalah milik Allah, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kita akan kembali)
Tertulis nama lengkapnya: A.M. Yusuf Rasidi bin A.M. Rasidi, lahir pada 12 Oktober 1920 dan wafat pada 17 Maret 2000. Di sampingnya, dimakamkan pula sang istri tercinta, Hj. Soleha Said binti M. Said Yazan, yang wafat pada 18 April 2024.

Menurut penuturan Efran, keponakannya, dan Syafrizal, putranya, A.M. Yusuf Rasidi lahir di Kota Belinyu karena sang ayah, A.M. Rasidi, saat itu mengikuti ayahnya yang menjabat sebagai Demang di Belinyu. Ia kemudian tumbuh besar di Mentok sebelum wafat di Jakarta.

Jejak Langkah Seorang Pelopor

Yusuf Rasidi menempuh pendidikan di HIK (Hollandsche Indische Kweekschool) di Jakarta. Ia pulang ke Bangka pada 1945, bertepatan dengan berdirinya Republik Indonesia. Di tanah kelahirannya, ia aktif dalam pergerakan pemuda pelopor lewat organisasi Angkatan Pemuda Indonesia (API), menggelar kursus politik dan pendidikan setara SLTP bersama adiknya Syukri Rasidi dan kolega mereka A.A. Bakar.

Perjuangannya tak hanya terbatas pada pendidikan. Di tengah upaya Belanda memecah belah Indonesia melalui bentuk negara federal, Yusuf Rasidi berdiri di garda depan mempertahankan semangat Republik. Ketika Konferensi Federal Pangkalpinang digelar pada 1–12 Oktober 1946 atas prakarsa H.J. van Mook, Yusuf Rasidi dan sebagian besar rakyat Bangka menolaknya.

Namun Belanda tetap melanjutkan strategi politiknya. Pada 25 Maret 1947, dibentuklah Bangka Raad, sebuah dewan lokal. Berdasarkan Staatsblad van Nederlandsch Indie Nomor 123, 124, dan 125, wilayah Riau, Bangka, dan Belitung ditetapkan sebagai Neo-Zelfbestuur (daerah yang diberi otonomi politik parsial). Yusuf Rasidi diangkat sebagai salah satu anggota Dewan Bangka mewakili bumiputera.

Ia kemudian menjadi delegasi Bangka dalam Konferensi Federal Bandung pada 29 Mei 1948 bersama Masyarif Datuk Bendaharo Lelo dan Se Siong Men. Konferensi itu gagal membentuk negara federal baru karena sikap keras dari para wakil rakyat Bangka yang pro-Republik.

Belanda pun mengubah pendekatan. Wilayah Bangka, Belitung, dan Riau digabungkan sebagai satuan kenegaraan yang berdiri sendiri (zelfstanding staatkundig eenheid), bukan negara bagian, namun tetap dalam skema Negara Indonesia Serikat (RIS). Pada masa inilah, Yusuf Rasidi diangkat sebagai Presiden satuan kenegaraan Bangka, satu babak sejarah yang nyaris tak pernah disebut di buku pelajaran.

Bung Karno, Pernikahan, dan Sang Saka

Ketika para pemimpin Republik Indonesia diasingkan ke Bangka (22 Desember 1948–6 Juli 1949), semangat cinta rakyat Bangka kepada Republik semakin menyala. Bahkan, Presiden Soekarno menghadiri pesta pernikahan Yusuf Rasidi dengan Soleha binti Said Yazan. Bung Karno menjadi promotor acara itu, yang dihadiri lebih dari 5.000 orang.

Yang mengejutkan, Bendera Pusaka Merah Putih yang dijahit oleh Fatmawati dan dikibarkan saat proklamasi ikut dibawa Bung Karno ke Mentok. Bendera itu dititipkan dan disembunyikan dengan sangat hati-hati di rumah Yusuf Rasidi di Kampung Ulu No. 10. Ketika Bung Karno kembali ke Yogyakarta, ia sendiri yang mengambil kembali Sang Saka dari tangan Yusuf.

Kembali ke Republik

Setelah penandatanganan Piagam Konstitusi RIS pada 14 Desember 1949, Bangka secara formal menjadi satuan kenegaraan dalam federasi RIS, dengan A.M. Yusuf Rasidi sebagai presidennya. Namun tak lama berselang, hanya sekitar empat bulan, Bangka kembali bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden RIS Nomor 141 Tahun 1950.

A.M. Yusuf Rasidi kemudian menjadi Anggota DPR RIS (kartu anggota No. 189, tertanggal 11 Maret 1950), lalu Anggota DPR Sementara RI (25 Agustus 1950, No. 193), dan pada Januari 1957 menjadi Anggota Konstituante RI dengan nomor keanggotaan 448.

Pejuang Provinsi yang Tak Sempat Melihat Kemenangan

Pada tahun 1969, Yusuf Rasidi turut menyusun Naskah Perdjoeangan Pembentukan Provinsi Bangka Belitung, bersama para tokoh pejuang lainnya. Namun, takdir berkata lain. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru terbentuk pada tahun 2000, tahun yang sama dengan wafatnya tokoh besar ini. Ia tidak sempat menyaksikan buah dari perjuangannya sendiri.

Kini, di tengah hiruk-pikuk Jakarta, nisan hitam itu diam membisu. Namun sejarah tak boleh diam. A.M. Yusuf Rasidi bukan hanya bagian dari sejarah Bangka Belitung, tapi juga potongan penting dari mozaik kebangsaan Indonesia. Sudah saatnya nama dan jasanya dikenang, dihargai, dan dijadikan inspirasi generasi mendatang.

“Tokoh ini adalah penjaga republik dari perpecahan. Ia menjadikan rumahnya sebagai tempat perlindungan Sang Saka dan hatinya sebagai benteng NKRI.” – Dato’ Akhmad Elvian


Catatan Redaksi:
Artikel ini disusun sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh sejarah yang terlupakan, dengan harapan generasi muda Bangka Belitung dan Indonesia dapat mengenal lebih dekat jejak para pejuang sejati republik.

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo: Tidak Ada Tempat bagi ”Serakahnomics” di Sektor Pangan

    Prabowo: Tidak Ada Tempat bagi ”Serakahnomics” di Sektor Pangan

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Prabowo: Tidak Ada Tempat bagi “Serakahnomics” di Sektor Pangan DOORSTOP.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah akan bertindak tegas terhadap praktik curang di sektor pangan, termasuk penimbunan dan manipulasi harga. Secara tegas, ia menyampaikan bahwa tidak ada ruang bagi oknum-oknum “serakahnomics” yang mengejar keuntungan dengan mengorbankan kesejahteraan rakyat. “Usaha penggilingan-penggilingan beras skala besar harus […]

  • PT Timah Serahkan Bantuan Mesin Rumput bagi Pemdes Pasir Putih Tukak Sadai Bangka Selatan

    PT Timah Serahkan Bantuan Mesin Rumput bagi Pemdes Pasir Putih Tukak Sadai Bangka Selatan

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle
    • visibility 70
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID (BANGKA SELATAN) – PT Timah menyerahkan bantuan dua unit mesin rumput dorong ke Pemerintah Desa (Pemdes) Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan di halaman kantor Desa Pasir Putih, Rabu (18/9/2024). Bantuan ini digunakan untuk meringankan dan mempercepat pekerjaan dalam membersihkan lingkungan yang ada di Desa, serta pemeliharaan sarana dan prasarana olahraga sepakbola […]

  • Respons Keluarga Menyoal Meninggalnya Penambang Selam di Perairan Keranggan, Minta Polemik Dihentikan

    Respons Keluarga Menyoal Meninggalnya Penambang Selam di Perairan Keranggan, Minta Polemik Dihentikan

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Penyebab Rasid Meninggal Diduga karena Kram Saat Menyelam DOORSTOP.ID, BANGKA BARAT – Seorang penambang timah jenis selam, Rasid, meninggal dunia diduga akibat kram saat melakukan penyelaman di perairan Laut Keranggan dan Tembelok, Minggu (28/6/2026). Rasid diketahui warga Desa Teluklimau, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat. Ia mengalami kram sekitar pukul 01.20 WIB ketika sedang menambang. Di […]

  • Pj Sekda Babel Lantik 9 Pejabat Eselon II Melalui Pemetaan Talenta

    Pj Sekda Babel Lantik 9 Pejabat Eselon II Melalui Pemetaan Talenta

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Pj Sekda Babel Lantik 9 Pejabat Eselon II Melalui Pemetaan Talenta DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, mewakili Gubernur Hidayat Arsani, resmi melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemprov Kepulauan Babel. Fery memimpin prosesi pengambilan sumpah jabatan ini di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur, Air […]

  • Pemerintah Indonesia Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8% dan Investasi Rp1.900 Triliun pada 2025

    Pemerintah Indonesia Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8% dan Investasi Rp1.900 Triliun pada 2025

    • calendar_month Kam, 12 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8% dalam lima tahun ke depan dan investasi sebesar Rp1.900 triliun pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, berbagai upaya serius dilakukan, termasuk penguatan kerja sama internasional, peningkatan investasi berorientasi ekspor, akselerasi ekonomi digital, transisi energi baru terbarukan dan hilirisasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, […]

  • Tim Pengibar Bendera dan Petugas Upacara BRI Region 6 Tampil Penuh Dedikasi

    Tim Pengibar Bendera dan Petugas Upacara BRI Region 6 Tampil Penuh Dedikasi

    • calendar_month Rab, 26 Agu 2026
    • account_circle Vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, JAKARTA – Pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar oleh BRI Region 6 berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Kesuksesan pelaksanaan upacara tidak lepas dari peran tim pengibar bendera Merah Putih serta seluruh petugas upacara yang menjalankan tugas dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan dedikasi. Dengan persiapan yang matang, tim pengibar […]

expand_less