Bantah Lakukan Pelecehan Terhadap RR, SYD Siap Bersaksi Dihadapan Pihak Berwenang dan Bermediasi
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 26 Jan 2025
- visibility 75
- comment 0 komentar

Bantah Lakukan Pelecehan Terhadap RR, SYD Siap Bersaksi Dihadapan Pihak Berwenang dan Bermediasi.
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG – SYD alias AMD (30), pria yang disebut-sebut sebagai pelaku dugaan pelecehan terhadap salah satu honorer di DPRD Kota Pangkalpinang yang berinisial RR (23), membantah tuduhan tersebut.
Bahkan, AMD menyatakan siap bersaksi dihadapan pihak berwenang, terkait insiden dugaan pelecehan yang terjadi di ruang fraksi salah satu partai di kantor DPRD Kota Pangkalpinang, pada 21 Januari 2025 lalu.
“Kejadiannya tidak seperti di berita-berita yang viral belakangan ini. Kronologinya tidak demikian. Menyentuh tubuh, paha, atau mencengkeram tangan RR dengan kuat, itu tidak benar,” terang AMD kepada DOORSTOP.ID, Sabtu (25/1/2025) malam.
Selain siap bersaksi dihadapan pihak berwenang, AMD juga menyatakan siap untuk dipertemukan dan bermediasi dengan RR, agar permasalahan ini dapat segera terselesaikan.
“Saya tidak mau persoalan ini berlarut-larut. Yang pasti, saya juga siap dipertemukan dengan RR dan bermediasi, agar permasalahan ini cepat selesai,” ujarnya.
Lebih lanjut, AMD mengungkapkan, dirinya telah menyerahkan sepenuhnya penyelesaian permasalahan ini kepada pihak Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang.
“Saya telah berkomunikasi via WhatsApp dan telepon dengan Sekretaris Dewan Kota Pangkalpinang, bapak Akhmad Elvian. Saya sudah mohon izin ke beliau (Akhmad Elvian–red) untuk menghadap,” terangnya.
Kronologi Kejadian Versi SYD
Dalam wawancara pada Sabtu (25/1/2025) malam, SYD alias AMD menjelaskan kronologi kejadian.
Menurut AMD, pada hari kejadian, ia bersama rekannya yang berinisial RA sudah lebih dulu berada di ruangan tempat kejadian.
“Tak lama, RR pun masuk. Lima menit setelah dia (RR-red) masuk, RA keluar dari ruangan, sehingga tinggal saya dan RR di dalam,” terang AMD.
Karena merasa mengantuk, AMD memutuskan untuk beristirahat dengan posisi duduk di kursi dan menopang kepala di atas meja.
Namun, kata AMD, usahanya untuk beristirahat terganggu karena RR menggoyang-goyangkan kursinya.
“Karena saling kenal, mungkin RR hanya ingin menjahili saya. Saya pun tidak menggubrisnya meskipun dia terus menggoyang kursi tempat saya beristirahat,” bebernya.
“Kejadian itu terus berulang beberapa kali, dalam rentang waktu sekitar 30 menitan. Akhirnya, rasa kantuk saya pun hilang dan saya batal beristirahat,” lanjutnya.
Setelah itu, AMD memutuskan untuk bangkit dari kursi tempatnya beristirahat dan melihat RR sedang memainkan game mobile di ponselnya.
“Dia (RR-red) sedang main game bersama temannya (Mabar-red) dengan fitur voice chat aktif. Karena sebelumnya saya diganggu, akhirnya saya juga iseng menggoyang kursi tempat dia duduk. Akibatnya, dia pun kalah dalam game yang dimainkannya,” tuturnya.
AMD melanjutkan, setelah kekalahan itu mimik wajah RR tampak berubah dan akhirnya menangis. Lalu, kata AMD menambahkan, RR menghampirinya kemudian memukul-mukul badannya.
“Pukulan RR saat itu tidak saya balas sama sekali. Jujur, saya menganggap ini hanya balasan candaan antar teman. Bahkan, saya sempat meminta maaf kepada RR, sebelum akhirnya dia meninggalkan ruangan,” jelasnya.
“Sekali lagi, bilamana tindakan yang saya lakukan terhadap RR dirasa berlebihan, saya minta maaf,” tuturnya
RA Benarkan Dirinya dan SYD Telah Lebih Dulu Berada di Tempat Kejadian
Terpisah, saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu (26/1/2025) pagi, RA membenarkan bahwa dirinya dan SYD alias AMD, telah lebih dulu berada di ruangan tempat kejadian.
“Saat hari kejadian, saya dan AMD sudah lebih dulu berada di ruangan itu. Beberapa menit kemudian, RR masuk,” terang RA.
“Selang 5 menit dari RR masuk ke ruangan itu, saya keluar karena ada urusan lain,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, RR masih dalam upaya konfirmasi.
- Penulis: admin


