Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » Operasi Balasan Thailand di Perbatasan Picu Ketegangan Memuncak dengan Kamboja: 582 Sekolah Ditutup, Warga Mengungsi

Operasi Balasan Thailand di Perbatasan Picu Ketegangan Memuncak dengan Kamboja: 582 Sekolah Ditutup, Warga Mengungsi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
  • visibility 313
  • comment 0 komentar

Operasi Balasan Thailand di Perbatasan Picu Ketegangan Memuncak dengan Kamboja: 582 Sekolah Ditutup, Warga Mengungsi

DOORSTOP.ID, BANGKOK — Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali memanas setelah militer Thailand meluncurkan operasi udara-darat berskala besar menggunakan jet tempur F-16 dan drone bersenjata produksi dalam negeri.

Operasi ini dimulai pada Kamis (24/7/2025) sebagai balasan atas serangan roket terkoordinasi yang diluncurkan Kamboja ke arah pos militer Thailand.

Angkatan Darat Kerajaan Thailand, merilis rekaman serangan yang menunjukkan drone bersenjata lokal menjatuhkan bom mortir M261 dan M472 secara presisi ke sejumlah titik militer Kamboja. Target serangan antara lain berupa depot senjata, area persiapan artileri, dan kendaraan peluncur roket.

“Drone bersenjata buatan Thailand ini mampu mengidentifikasi dan menyerang beberapa target musuh bernilai tinggi, termasuk depot penyimpanan senjata, area persiapan artileri roket, dan kendaraan peluncur roket bergerak,” ujar seorang pejabat senior pertahanan Thailand yang tak disebutkan namanya.

Salah satu serangan paling menghancurkan dilaporkan mengenai gudang utama militer Kamboja yang diyakini menyimpan puluhan roket artileri kaliber 122 mm. Militer Thailand mengklaim serangan tersebut secara signifikan menurunkan daya tembak pasukan Kamboja di garis depan.

Kamboja Gunakan Artileri Berat RM-70 GRAD

Media lokal Kamboja melaporkan, bahwa sebelumnya pasukan mereka meluncurkan serangan roket malam hari menggunakan sistem peluncur RM-70 GRAD buatan Ceko. Roket-roket jenis 9M22U atau SHE-40 yang ditembakkan memiliki jangkauan hingga 20 kilometer dan membawa hulu ledak seberat 18,4 kilogram.

Serangan artileri ini mengarah ke posisi militer Thailand, yang kemudian memicu serangan balasan udara menggunakan enam jet tempur F-16 dan sejumlah drone bersenjata. Laporan intelijen regional menyebut sistem GRAD yang digunakan Kamboja dapat menghancurkan infanteri, kendaraan lapis baja ringan, serta logistik militer dengan dampak luas.

Para analis militer menilai penggunaan sistem artileri berat tersebut menunjukkan kesiapan Kamboja untuk mempertahankan, bahkan merebut kembali, wilayah perbatasan yang masih disengketakan. Konflik ini terjadi di sepanjang zona sengketa sepanjang 209 kilometer yang telah lama menjadi sumber ketegangan kedua negara.

Dominasi Udara dan Doktrin Baru Militer Thailand

Langkah ofensif Thailand yang melibatkan kekuatan udara dan drone tempur menandai arah baru dalam strategi militernya. Investasi dalam teknologi drone kini dianggap mulai menunjukkan hasil, mengikuti tren global yang tercermin dalam konflik-konflik di Ukraina, Gaza, hingga Kaukasus.

“Keberhasilan menghancurkan sistem RM-70 GRAD yang sedang terisi penuh memperkuat efektivitas drone Thailand dalam peperangan modern,” ungkap seorang pejabat senior dari Kementerian Pertahanan Thailand kepada Defence Security Asia, Jumat (25/7/2025).

Meski belum ada pernyataan resmi terkait skala penuh operasi drone tersebut, Kementerian Pertahanan Thailand menegaskan bahwa langkah militer itu diambil semata untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan melindungi pasukan di garis depan.

582 Sekolah Ditutup, Ribuan Warga Mengungsi

Konflik bersenjata ini turut berdampak pada warga sipil. Kementerian Pendidikan Thailand menutup sementara 582 sekolah di tiga provinsi yang berbatasan langsung dengan Kamboja: Surin, Sisaket, dan Buriram. Beberapa sekolah bahkan dialihfungsikan menjadi tempat penampungan darurat.

“Saya mengimbau semua sekolah di sepanjang perbatasan untuk mengembangkan rencana tanggap darurat yang komprehensif, termasuk membangun zona aman dan mendirikan tempat penampungan sementara bagi siswa,” ujar seorang pejabat pendidikan regional dalam siaran resmi televisi.

Baku tembak pada Kamis pagi yang awalnya melibatkan senjata ringan, meningkat menjadi tembakan artileri berat di sedikitnya enam titik sepanjang perbatasan. Insiden ini disebut sebagai salah satu bentrokan paling berdarah antara Thailand dan Kamboja dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa dari kedua belah pihak, namun eskalasi konflik dikhawatirkan dapat meluas jika tidak segera ditangani melalui jalur diplomasi.

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejagung Jelaskan Soal SE Penghentian Pengumpulan Data MBG di Kejati

    Kejagung Jelaskan Soal SE Penghentian Pengumpulan Data MBG di Kejati

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Kejagung Jelaskan Soal SE Penghentian Pengumpulan Data MBG di Kejati DOORSTOP.ID, JAKARTA — Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Anang Supriatna, S.H., M.H., memastikan surat edaran berisi imbauan kepada seluruh Kejaksaan Tinggi (Kejati) untuk menghentikan kegiatan pengumpulan data dan keterangan berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan surat biasa terkait penanganan perkara. […]

  • PT Timah Tbk Laksanakan Pelbagai Program CSR di Desa Tanjung Gemuk

    PT Timah Tbk Laksanakan Pelbagai Program CSR di Desa Tanjung Gemuk

    • calendar_month Rab, 15 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 80
    • 0Komentar

    PT Timah Tbk Laksanakan Pelbagai Program CSR di Desa Tanjung Gemuk DOORSTOP.ID, MERANTI — PT Timah Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat dan pelestarian lingkungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), yang dilaksanakan di Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Selasa (14/01/2025). Kegiatan yang berlangsung di Pantai Parti ini meliputi […]

  • PWI Basel Terbitkan Buku “Goresan Tinta Pelajar”, Bukti Nyata Gerakan Literasi

    PWI Basel Terbitkan Buku “Goresan Tinta Pelajar”, Bukti Nyata Gerakan Literasi

    • calendar_month Rab, 11 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 81
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, TOBOALI — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong gerakan literasi. Melalui program Kelas Literasi Jurnalistik dan PWI Goes to School, PWI Basel berhasil membukukan tulisan karya 13 pelajar dari berbagai sekolah di Bangka Selatan. Buku bertajuk “Goresan Tinta Pelajar” ini merupakan karya kedua dari komunitas literasi pelajar […]

  • Warga Desa Nangka Laporkan Dugaan Gratifikasi Kades ke Kejari Bangka Selatan, Ibrohim: Kami Minta Segera Ditindaklanjuti

    Warga Desa Nangka Laporkan Dugaan Gratifikasi Kades ke Kejari Bangka Selatan, Ibrohim: Kami Minta Segera Ditindaklanjuti

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Warga Desa Nangka Laporkan Dugaan Gratifikasi Kades ke Kejari Bangka Selatan, Ibrohim: Kami Minta Segera Ditindaklanjuti DOORSTOP.ID, BANGKA SELATAN — Warga melaporkan Kepala Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Bayumi, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan terkait dugaan tindak pidana gratifikasi. Laporan resmi tersebut telah masuk melalui kuasa hukum pelapor sejak 18 Mei […]

  • Makam Oen Nyiem Foek, Jejak Sejarah Kapiten Tionghoa Pangkalpinang yang Terlupakan

    Makam Oen Nyiem Foek, Jejak Sejarah Kapiten Tionghoa Pangkalpinang yang Terlupakan

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Makam Oen Nyiem Foek, Jejak Sejarah Kapiten Tionghoa Pangkalpinang yang Terlupakan DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Jejak sejarah peran komunitas Tionghoa di Pangkalpinang tak bisa dilepaskan dari sosok Oen Nyiem Foek. Namanya mungkin jarang terdengar di tengah ingar bingar kota, namun makam megahnya yang terletak di sisi selatan Jalan Utama Kompleks Pemakaman Sentosa Pangkalpinang ini, menyimpan kisah […]

  • DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bangka Tahun 2025

    DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bangka Tahun 2025

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Akan Disahkan Jadi Perda DOORSTOP.ID, SUNGAILIAT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka telah menyetujui Rancangan Peraturan Daeah (Raperda), tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daeah (APBD) Kabupaten setempat, tahun anggaran 2025. Hal itu sampaikan Wakil Ketua I DPRD Bangka, Hendra Yunus, saat memimpin Rapat Paripurna, yang berlangsung di Kantor DPRD Bangka, Senin […]

expand_less