Pelepasan 72 Siswa Kelas 6 SDN 23 Pangkalpinang, Kepsek: Pembentukan Karakter Anak Adalah yang Utama
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 11 Jun 2026
- visibility 105
- comment 0 komentar

Pelepasan 72 Siswa Kelas 6 SDN 23 Pangkalpinang, Kepsek: Pembentukan Karakter Anak Adalah yang Utama
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Sekolah Dasar (SD) Negeri 23 Pangkalpinang sukses menggelar acara pelepasan bagi 72 siswa kelas VI tahun ajaran 2025/2026. Mengusung tema “Terganti oleh Waktu, Abadi dalam Ingatan,” momentum ini menjadi pijakan awal bagi puluhan alumni baru untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan modal fondasi moral yang kuat.
Hal tersebut diungkapkan Kepala SDN 23 Pangkalpinang, Muhamad Iskandar, kepada doorstop.id, pada Kamis (11/6/2026). Ia juga menitipkan pesan mendalam bagi seluruh siswa yang lulus. Dirinya menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri dan almamater di mana pun mereka berada, serta mengutamakan pembentukan karakter yang kuat.
“Buat anak-anak yang lulus hari ini, harapan saya mereka ini bisa membawa nama baik sekolah kita karena mereka ini sekarang menyandang sebagai alumni, jadi kita berharap mereka ini menjaga nama baik sekolah, orang tua karena dimanapun mereka berada, tetap menyandang status alumni SD Negeri 23,” ujarnya.
“Dan bagi anak-anak yang lulus ini jangan melupakan jasa para guru-guru, juga jasa orang tua dan keluarganya. Karena memang kita mendidik kemampuan karakter, Karena karakter itu lebih penting dari segalanya, karena disinilah awal dasar pembentukan kepribadian anak dari dasar, Alhamdulillah mereka sudah berhasil mengikuti jenjang tingkat SD, Alhamdulillah yang kita harapkan di situ,” sambung Iskandar.
Keberhasilan SDN 23 Pangkalpinang dalam menanamkan nilai-nilai karakter ini berdampak positif pada tingginya kepercayaan publik. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Iskandar mengungkapkan bahwa minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut sangat membeludak, bahkan hingga memicu kondisi kelebihan kapasitas (overload) pada tahun ini.
Guna menyelaraskan visi dan misi sekolah dengan lonjakan peminat ini, pihak manajemen terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah. Langkah tersebut diambil agar warga yang tinggal di lingkungan sekitar sekolah tetap mendapatkan prioritas utama dalam proses penerimaan.
Namun, di sisi lain, tingginya daya tarik sekolah ini belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas fisik yang memadai. Hingga saat ini, SDN 23 Pangkalpinang masih menghadapi kendala keterbatasan ruang belajar dan belum memiliki laboratorium (lab) sendiri.
“Sementara saat ini kami kekurangan ruangan, lab juga belum ada, jadi kami mohon kepada pihak pemerintah untuk memfasilitasi karena banyak peminatnya, jadi sehingga ruangan tidak bisa terbagi,” jelasnya.
Meski membutuhkan perluasan fasilitas demi menunjang proses belajar-mengajar, pihaknya memilih untuk bersikap bijak dan realistis. Iskandar mengaku belum mengajukan proposal bantuan secara resmi karena memahami situasi keuangan daerah yang tengah memperketat pengeluaran.
“Memang untuk bantuan ini belum kami ajukan, karena mengingat di masa-masa sekarang ini agak sulit ya karena efisiensi anggaran dan untuk dana DAK juga kita masih mungkin belum dapat ya jadi biarlah nanti kita bersabar dulu. Mudah-mudahan ekonomi kita stabil,” ucap Iskandar.
Namun ia tetap berkomitmen, SDN 23 Pangkalpinang dapat membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menjadi penghalang untuk melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan memiliki karakter kuat sejak usia dini.
- Penulis: admin


