Pj Wali Kota Pangkalpinang Buka Kentra Pangkal Festival 2024, Dukung Pelestarian Seni Tradisional
- account_circle
- calendar_month Rab, 6 Nov 2024
- visibility 71
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID (PANGKALPINANG) — Dalam upaya melestarikan seni dan budaya lokal, Pj Wali Kota Pangkalpinang, Budi Utama, membuka secara resmi Festival Kentra (Kesenian Tradisional) Pangkal 2024, sebuah festival kesenian tradisional yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang di panggung Taman Sari, pada Rabu (7/11/2024).
Festival yang berlangsung selama tiga hari ini menampilkan berbagai sanggar, grup, dan komunitas seni tradisional.
Dalam sambutannya, Budi mengajak para orang tua dan pihak sekolah untuk mendukung acara ini sebagai upaya memperkenalkan budaya kepada generasi muda sejak dini.
“Lihat talenta-talenta anak kecil kita ini harus didukung. Yang mau memilih seni atau budaya harus kita dukung,” ujar Budi.
Budi menekankan pentingnya peran semua pihak dalam mendukung minat anak-anak pada seni dan budaya. Selain itu, Budi juga berencana menghidupkan kembali konsep Dunia Melayu, Dunia Islam (DMDI) di Pangkalpinang, dengan harapan bahwa generasi penerus akan semakin mengenal budaya dan seni, sehingga tidak hilang oleh arus zaman.
Ia mengungkapkan rencana mengadakan berbagai kegiatan terkait DMDI ini di masa mendatang meskipun belum merinci jenis acaranya.
Budi juga menginginkan agar Kota Pangkalpinang memiliki kalender acara tahunan pada tahun 2025.
“Kita buatkan kegiatan setahun itu apa, biar jelas dan tahu. Juga acaranya jadi tidak berbenturan jadwal,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Erwandy, menambahkan bahwa kegiatan kali ini berbeda dari acara-acara sebelumnya karena memadukan beberapa jenis seni, seperti seni tari, teater, musik tradisional, dan sastra. Kolaborasi dengan sejumlah seniman juga dilakukan untuk memeriahkan acara ini.
“Kami padukan kegiatan ini dari beberapa kesenian supaya anak-anak punya wadah berkreasi dan menyalurkan bakat,” kata Erwandy.
“Saya berharap agar festival ini menjadi media bagi anak-anak untuk belajar dan melestarikan seni budaya,” imbuhnya.
Di tengah era digital, Erwandy mengimbau agar anak-anak tidak hanya fokus pada gawai, tetapi juga ikut mengenal dan melestarikan seni budaya.
“Ini menjadi tanggung jawab kita dalam melestarikan seni dan budaya. Anak-anak juga memiliki ruang sehingga mereka dapat berkembang dan menyalurkan bakatnya di bidang tersebut,” tutupnya.
Festival ini diharapkan tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mencintai seni budaya yang kaya di Pangkalpinang, menjadikannya sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mempertahankan identitas budaya lokal.
- Penulis:


