Ventilator Oh Ventilator… Kau Memang Hilang atau Tak Pernah Dibeli?
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 11 Jul 2025
- visibility 330
- comment 0 komentar

Ventilator Oh Ventilator… Kau Memang Hilang atau Tak Pernah Dibeli?
Oleh: Yudhistira Jaya Suprana (Wartawan DOORSTOP ID)
Hilangnya 17 unit ventilator di RSUP Ir Sukarno, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), bukan sekadar kejadian biasa. Mengutip dari laporan tvOneNews.com pada (10/7/2025), nilai kerugiannya ditaksir mencapai Rp15 miliar.
Ini bukan hanya soal besarnya angka, tetapi karena ventilator adalah alat krusial yang berperan menyelamatkan nyawa pasien, khususnya dalam kondisi gawat darurat di ruang ICU maupun IGD.
Kasus ini mulai mencuat ke publik setelah Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUP Ir Sukarno pada awal Juli 2025 lalu.
Mengutip dari laporan detik.com pada (10/7/2025), sidak itu mengungkap fakta bahwa ada 46 alat kesehatan yang tak dapat ditunjukkan keberadaannya, termasuk 17 unit ventilator yang menjadi sorotan utama.
Gubernur pun segera memerintahkan agar hal ini dilaporkan ke aparat penegak hukum. Tak lama, Subdit III Ditreskrimum Polda Babel menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, dua di antaranya masih bekerja di rumah sakit, satu lainnya merupakan mantan pegawai.
Mengutip dari Tribrata News Babel (10/7/2025), satu unit ventilator ditemukan di luar area rumah sakit, memperkuat dugaan bahwa alat-alat itu memang pernah ada namun tidak dijaga dengan semestinya atau disalahgunakan.
Namun, temuan ini juga memunculkan dugaan baru yang jauh lebih mengejutkan dan serius. Bagaimana jika ventilator itu diduga tidak pernah dibeli sama sekali?
Kalau itu yang terjadi, wah… ini bukan lagi soal barang hilang, tapi soal dugaan pengadaan fiktif. Dalam skenario ini, alatnya seolah-olah dibeli, dana mungkin sudah dicairkan, tapi fisiknya tidak pernah ada di rumah sakit.
Untuk memahami betapa seriusnya kemungkinan itu, mari kita lihat secara logika.
Ventilator bukan barang kecil yang bisa diselipkan di balik meja. Ini alat medis besar, umumnya setinggi dada orang dewasa, berbentuk seperti troli dorong dengan layar monitor, tombol-tombol pengatur, tabung udara dan selang yang terhubung ke pasien. Beratnya bisa mencapai 30 sampai 50 kilogram per unit.
Mengutip dari situs resmi WHO serta produsen alat kesehatan GE Healthcare, ukuran ventilator modern rata-rata mencapai tinggi lebih dari 1 meter, panjang 70–80 cm, dan lebar 50–60 cm. Ventilator biasanya dilengkapi roda agar mudah dipindahkan antar ruang perawatan.
Dengan ukuran sebesar itu, tidak masuk akal bila 17 unit ventilator bisa hilang tanpa jejak. Bahkan jika ada penyalahgunaan, proses pemindahan alat sebanyak itu jelas memerlukan tenaga, waktu dan (mestinya) terekam sistem pengawasan rumah sakit.
Lalu, mengapa pengawasan internal tidak mendeteksi hal itu?
Apakah CCTV RSUP Ir Sukarno tak ada, tidak berfungsi, atau mungkin rusak? Kemana pengawasan internal rumah sakit? Apa sekuritinya tidak jeli?
Sungguh ironis memang, masalah ini baru terungkap setelah sidak gubernur, bukan karena sistem audit rutin, laporan aset, atau mekanisme kontrol internal.
Padahal, setiap barang yang dibeli menggunakan dana negara harus memiliki dokumen resmi, mulai dari kontrak pembelian, berita acara serah terima, pencatatan aset, hingga laporan pemakaian atau distribusi unit.
Artinya, selain kemungkinan penggelapan, ada dugaan bahwa sistem pengelolaan dan pengawasan aset negara di rumah sakit ini sangat lemah. Bisa jadi barang benar-benar hilang. Bisa pula barang itu memang tidak pernah ada sejak awal.
Dalam hal ini, semua pihak tentu berhak atas asas praduga tak bersalah. Namun kita juga berhak menuntut kejelasan dan akuntabilitas.
Rumah sakit adalah tempat mencari kesembuhan, bukan tempat lahirnya keraguan. Jika alat sepenting ventilator saja bisa raib, wajar jika publik mulai bertanya soal Apa lagi yang bisa hilang tanpa kita tahu?
Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar penetapan tersangka saja, tapi penjelasan terbuka, jujur, detail dan menyeluruh.
Untuk itu, kita patut memberi apresiasi dan semangat kepada Polda Kepulauan Bangka Belitung, Inspektorat dan pihak berwenang lainnya yang tengah bekerja keras membongkar kasus ini.
Semoga pengusutan berjalan tuntas, transparan dan mampu mengungkap siapa yang benar-benar bertanggung jawab.
Hingga kebenaran terungkap, satu pertanyaan akan terus bergema di benak publik, Ventilator itu memang hilang atau sebenarnya tak pernah dibeli?
Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini redaksi yang disusun berdasarkan informasi dari berbagai sumber terpercaya. Tulisan ini tetap menjunjung asas praduga tak bersalah, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No 40 Tahun 1999.
- Penulis: admin


