Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » Bangka Setelah Proklamasi Kemerdekaan

Bangka Setelah Proklamasi Kemerdekaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
  • visibility 117
  • comment 0 komentar

Bangka Setelah Proklamasi Kemerdekaan

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP — Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia

Dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945, Ketua PPKI Ir. Soekarno menegaskan kepada peserta rapat bahwa ia telah menyampaikan kepada Jenderal Terauchi (pemimpin tentara Jepang di Indonesia) tentang luas wilayah Indonesia merdeka.

Menurut Soekarno, wilayah itu sama dengan wilayah Hindia Belanda dahulu, tidak lebih besar dan tidak lebih kecil. Seluruh peserta sidang PPKI menyetujui penetapan ini.

Dengan demikian, Bangka dan Belitung beserta pulau-pulau kecil di sekitarnya menjadi bagian dari wilayah NKRI. Sebelum kemerdekaan, kedua wilayah ini merupakan satu keresidenan, yaitu Residentie Banka Belliton en Onderhorigheden (Ordonansi 2 Desember 1933, Stbl. Nomor 565).


Masuk Wilayah Sumatera Selatan

Pada 19 Agustus 1945, Keresidenan Bangka Belitung resmi masuk ke wilayah Provinsi Sumatera, tepatnya sebagai bagian dari Sub-Provinsi Sumatera Selatan. Sub-provinsi ini terbentuk dari empat keresidenan Hindia Belanda: Bengkulu, Lampung, Palembang, dan Bangka Belitung.

Jabatan Residen Bangka Belitung pada awal kemerdekaan dipegang oleh Masyarif Datuk Bendaharo Lelo. Penetapan ini didasarkan pada telegram Gubernur Sumatera di Bukittinggi (Heidhues, 2008:189). Sebelumnya, Masyarif mendapat tugas dari Jepang untuk mengontrol pemerintahan pada masa transisi menjelang kedatangan tentara Sekutu dan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) di Bangka.


Rencana Penampungan Interniran Belanda

Berdasarkan dokumen Departement van Justice No.1174/DP/VI.a.o. 7 Januari 1946, Pulau Bangka direncanakan menjadi tempat penampungan bagi 20.000–30.000 interniran Belanda yang sebelumnya menjadi tawanan Jepang.

Rencana ini sejalan dengan Perjanjian Potsdam (Juli 1945) yang menyatakan bahwa wilayah-wilayah yang diduduki harus dikembalikan kepada penguasa sebelumnya, yang berarti Indonesia dikembalikan kepada Belanda. Untuk mewujudkan hal itu, Inggris dan Belanda mengadakan pertemuan rahasia di Chequers, London Selatan, yang menghasilkan Civil Affairs Agreement.

Kesepakatan ini mengatur agar Inggris melibatkan pasukan Belanda dan aparat NICA dalam setiap pendaratan di Indonesia, sekaligus melindungi mereka di daerah pendudukan Inggris (Suherly, 1971:9).


Kedatangan Sekutu dan NICA di Bangka

Pada 10 September 1945, Panglima Balatentara Jepang di Jawa mengumumkan bahwa pemerintahan akan diserahkan kepada Sekutu, bukan kepada Indonesia.

Tak lama kemudian, pasukan Sekutu tiba di Pulau Bangka, dengan tentara NICA Belanda ikut membonceng. Tugas mereka tidak hanya melucuti senjata Jepang dan membebaskan interniran Sekutu, tetapi juga mengamankan aset strategis.

Pulau Bangka memiliki posisi geopolitik dan geostrategis yang sangat menguntungkan. Selain itu, Bangka kaya akan tambang timah, komoditas penting pasca Perang Dunia II.

NICA berambisi mengoperasikan kembali tambang timah untuk mendatangkan keuntungan besar bagi Belanda, termasuk menutupi biaya perang. Karena itu, mereka membawa pula tenaga administrasi dan teknisi pertambangan dalam rombongan kedatangan ke Bangka.


Timeline Kronologis

  • 18 Agustus 1945 — PPKI menetapkan luas wilayah RI sama dengan wilayah Hindia Belanda; Bangka dan Belitung termasuk di dalamnya.
  • 19 Agustus 1945 — Keresidenan Bangka Belitung masuk wilayah Provinsi Sumatera, Sub-Provinsi Sumatera Selatan.
  • Agustus 1945 — Masyarif Datuk Bendaharo Lelo diangkat menjadi Residen Bangka Belitung.
  • Juli 1945 — Perjanjian Potsdam memutuskan wilayah pendudukan dikembalikan ke penguasa semula.
  • 10 September 1945 — Jepang mengumumkan penyerahan kekuasaan kepada Sekutu, bukan RI.
  • Akhir 1945 — Pasukan Sekutu dan NICA mendarat di Bangka, membawa tenaga administrasi dan teknisi tambang timah.
  • 7 Januari 1946 — Dokumen resmi menyatakan rencana penampungan 20–30 ribu interniran Belanda di Bangka.

Deskripsi Ilustrasi Peta Sejarah

Peta Sumatera bagian timur dengan penandaan:

  1. Bangka & Belitung — diberi warna khusus menandakan wilayah NKRI sejak 18 Agustus 1945.
  2. Garis rute kedatangan pasukan Sekutu dari Singapura menuju Pangkalpinang.
  3. Ikon tambang timah di Pulau Bangka sebagai penanda kepentingan strategis.
  4. Penempatan teks singkat di samping ikon untuk menjelaskan momen sejarah seperti penetapan Residen, pendaratan Sekutu, dan rencana penampungan interniran.

Dirgahayu Republik Indonesia. 17 Agustus 1945 — 17 Agustus 2025.

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng Arsari Tambang Group, Wali Kota Pangkalpinang Resmikan Rumah Layak Huni di Air Kepala Tujuh

    Gandeng Arsari Tambang Group, Wali Kota Pangkalpinang Resmikan Rumah Layak Huni di Air Kepala Tujuh

    • calendar_month Sel, 22 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Gandeng Arsari Tambang Group, Wali Kota Pangkalpinang Resmikan Rumah Layak Huni di Air Kepala Tujuh DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif, secara simbolis menyerahkan bantuan satu unit Rumah Layak Huni (RLH) kepada Usman, warga kawasan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, pada Selasa pagi (22/9/2026). Hunian baru yang lebih sehat dan aman […]

  • Atal S Depari: Wartawan Profesional Harus Berintegritas, Independen, dan Berani Suarakan Kebenaran

    Atal S Depari: Wartawan Profesional Harus Berintegritas, Independen, dan Berani Suarakan Kebenaran

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Atal S Depari: Wartawan Profesional Harus Berintegritas, Independen, dan Berani Suarakan Kebenaran DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Atal S. Depari, meminta seluruh wartawan untuk terus menjaga marwah profesi dengan memegang teguh integritas, kode etik, dan independensi. Menurutnya, ketiga elemen tersebut menjadi fondasi utama agar produk jurnalistik yang dihasilkan tetap layak dipercaya oleh […]

  • PT Timah Tbk dan Anak Perusahaan Kembali Rayakan Natal Oikumene, Pererat Silaturahmi dan Berbagi untuk Rumah Ibadah

    PT Timah Tbk dan Anak Perusahaan Kembali Rayakan Natal Oikumene, Pererat Silaturahmi dan Berbagi untuk Rumah Ibadah

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    PT Timah Tbk dan Anak Perusahaan Kembali Rayakan Natal Oikumene, Pererat Silaturahmi dan Berbagi untuk Rumah Ibadah DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — PT Timah Tbk bersama anak perusahaannya, kembali menggelar perayaan Natal Oikumene, yang mengusung tema kembali ke Betlehem (Lukas 2:15), di gedung Graha Timah, pada Sabtu (18/1/2025). Perayaan yang mengambil sub tema “Dengan semangat Natal, Insan […]

  • Kapolda Babel Jenguk Pama Polresta Pangkalpinang yang Sakit: Semoga Segera Diberikan Kesembuhan

    Kapolda Babel Jenguk Pama Polresta Pangkalpinang yang Sakit: Semoga Segera Diberikan Kesembuhan

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Kapolda Babel Jenguk Pama Polresta Pangkalpinang yang Sakit: Semoga Segera Diberikan Kesembuhan DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kapolda Bangka Belitung (Babel), Irjen Pol Hendro Pandowo, menjenguk salah satu Perwira Pertama (Pama) Polresta Pangkalpinang, Iptu Pranoto, yang saat ini sedang sakit. Kapolda Babel beserta rombongan, berangkat menggunakan bis dan tiba di kediaman Iptu Pranoto di Kelurahan Opas Indah, […]

  • PT Timah Tbk Perkuat Pendidikan di Belitung Timur Lewat Gernas Tastaka

    PT Timah Tbk Perkuat Pendidikan di Belitung Timur Lewat Gernas Tastaka

    • calendar_month Ming, 24 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 102
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, BELITUNG TIMUR — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan lingkar tambang, PT Timah Tbk menggagas sosialisasi Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di Kabupaten Belitung Timur pada Jumat (22/11/2024). Program ini dilakukan melalui Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Timah yang bekerja sama dengan Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas dan Dinas Pendidikan Belitung […]

  • Rina Tarol Desak Pemda Perkuat UPJA dan Atasi Alih Fungsi Lahan di Desa Rias

    Rina Tarol Desak Pemda Perkuat UPJA dan Atasi Alih Fungsi Lahan di Desa Rias

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Rina Tarol Desak Pemda Perkuat UPJA dan Atasi Alih Fungsi Lahan di Desa Rias DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Sektor pertanian di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, kini menghadapi ancaman serius yang membutuhkan penanganan segera dari pemerintah daerah. Selain keterbatasan sarana pascapanen, kawasan sentra produksi padi terbesar di Bangka Belitung ini juga dibayangi oleh penyusutan sumber air […]

expand_less