Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » Pilkada Ulang Bukan Tempat Cuci Muka

Pilkada Ulang Bukan Tempat Cuci Muka

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 2 Mei 2025
  • visibility 99
  • comment 0 komentar

Pilkada Ulang Bukan Tempat Cuci Muka

Oleh: Yudhistira Jaya Suprana (Wartawan Doorstop ID)

Sejak pelaksanaan Pilkada 2024 lalu hingga detik ini, di Kepulauan Bangka Belitung tercinta ini, kita semua sebagai rakyat disuguhkan drama menarik, yang mungkin alur ceritanya lebih absurd dari telenovela.

Bedanya, telenovela kadang masih punya akhir bahagia. Ini? Kita belum tahu.

Fakta mencatat, dua daerah di Negeri Serumpun Sebalai, yakni Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, harus menggelar Pilkada Ulang pada 27 Agustus 2025 mendatang, setelah kotak kosong, ya, kotak kosong, sukses mengubur asa pasangan calon tunggal yang terhormat untuk merajai kontestasi Pilkada 2024 lalu.

Melansir salah satu pemberitaan di laman detik.com, kita semua tahu, di Kota Pangkalpinang, pasangan calon Maulan Aklil dan Masagus M Hakim hanya mampu meraih 42,02% suara, sementara kotak kosong meraih 57,97%.

Sementara di Kabupaten Bangka, pasangan Mulkan dan Ramadian kalah dengan perolehan 42,75% berbanding 57,25% untuk kotak kosong.

Apa yang lebih tragis dari itu? Jawabannya yaa… kenyataan bahwa meskipun ditolak oleh rakyat lebih keras daripada ombak laut Kepulauan Babel, belakangan ini terendus masih ada calon kepala daerah yang sudah kalah dari kotak kosong, tapi masih ingin kembali maju di Pilkada Ulang 2025.

Mungkin berharap keberuntungan datang dari arah mata angin yang berbeda.

Terserah sih, lagipula demokrasi memberi hak seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin maju sebagai calon kepala daerah. Tetapi… harus diingat pula, bahwa tidak berarti semua rakyat menerima.

Kalau merasa perlu untuk maju lagi setelah ditolak, yaa silakan saja. Tapi ingat, rakyat tidak mengidap amnesia massal—apalagi soal luka yang baru saja disayat lewat suara terbuka.

Beberapa hari ini, ramai di platform sosial, maupun berita-berita di sejumlah portal lokal, Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani, dengan lantang dan gaya ceplas-ceplosnya menegaskan bahwa calon kepala daerah yang sudah kalah dari kotak kosong pada Pilkada 2024 lalu, baiknya tidak perlu lagi mencalonkan diri di Pilkada Ulang 2025.

Kenapa? Karena secara tak langsung, sudah memboroskan anggaran, apalagi terkhusus di Kepulauan Babel, yang saat ini sedang dihadapkan dengan kondisi keuangan yang tidak baik-baik saja.

Uang daerah, yang sedianya bisa untuk memperbaiki jalan atau hal lainnya, jadi terkesan terbuang untuk meladeni ego politik yang tersinggung.

Sekarang, mari kita ambil kopi dan renungkan sejenak. Kalau sudah kalah melawan kotak kosong, itu bukan hanya masalah perhitungan angka saja, tapi secara tak langsung itu adalah pengumuman publik: bahwa rakyat lebih memilih ketiadaan daripada kehadiran.

Perlu digarisbawahi, Pilkada Ulang bukanlah sebuah klinik kecantikan politik. Calon kepala daerah yang kembali mencalonkan diri meski kemarin sudah kalah dengan kotak kosong, bisa saja dengan leluasa berganti baliho dan berharap wajahnya menjadi lebih segar.

Tapi perlu diingat: panggung politik ini bukan pasar swalayan, tempat menukar produk gagal dengan yang baru dan berharap ada yang membeli. Yaa… tentunya tak semudah itu.

Kekalahan dari kotak kosong juga bisa berarti: ketidakberadaan Anda di dalam kotak suara justru dianggap lebih menjanjikan oleh rakyat daripada kehadiran Anda sendiri. Dan itu seharusnya bukan cuma menjadi peringatan, tapi juga refleksi mendalam.

Jika sebelumnya sudah kalah melawan kotak kosong dan tetap bersikeras maju lagi, saya mohon izin bertanya:

“Apa yang dicari? Pencitraan? Ataukah benar-benar ingin melayani rakyat?”

Menurut pemikiran sebagian orang, mungkin jika Anda merasa bahwa dengan maju lagi setelah ditolak adalah hal yang bijak, tapi tidak dengan orang-orang yang berpikir dari sisi sebaliknya.

It’s not about giving a second chance, tapi ini soal memberi ruang kepada pemimpin yang benar-benar diterima oleh rakyat.

Jika masih memaksakan diri untuk maju setelah jelas-jelas ditolak, yang terjadi bukan menunjukkan keteguhan hati, tapi kesannya malah menunjukkan keteguhan dari sisi yang berbanding terbalik dengan pemikiran yang cerdas.

Ingatlah, tak semua tentang mengulang sebuah kegagalan itu bisa dicap sebagai aksi heroik, tapi ada sisi yang jelas menyatakan bahwa itu adalah pemborosan—baik itu dari sisi waktu, energi, bahkan uang negara maupun daerah. Pilkada adalah panggung rakyat, bukan ajang pencarian simpati.

Bukan bermaksud menggurui, partai politik pun hendaknya mulai harus berpikir lebih matang. Karena, pilkada ini bukan hanya soal siapa yang paling loyal atau yang paling bisa diajak berkompromi, tetapi siapa yang benar-benar mampu mengemban amanah.

Jangan cuma pilih yang mudah diatur, pilihlah yang bisa membawa perubahan. Jangan jadikan Pilkada ini sebagai permainan politik yang hanya menguntungkan segelintir orang.

Untuk penyelenggara Pilkada, KPU dan Bawaslu, sudah waktunya mulai memikirkan soal kualitas yang hendaknya berada di atas kuantitas. Karena Pilkada itu tak hanya soal mengisi kolom suara dengan siapa saja, tapi mulailah berpikir lebih ke arah sosok mana yang mampu dan layak.

Dari pelaksanaan Pilkada 2024 yang lalu, kita semua bisa mengambil pelajaran, bahwa kekosongan yang dimenangkan kotak kosong ternyata lebih bernilai daripada segala janji manis yang diulang-ulang.

Akan sangat elok, untuk tidak mencoba-coba kembali maju, karena jika terlalu bersikeras, itu akan lebih terlihat seperti pengulangan kegagalan daripada kebangkitan.

Yang pasti, Pilkada Ulang bukan tempat untuk mengulang-ulang kegagalan. Rakyat Kepulauan Babel berhak mendapat pemimpin yang benar-benar mereka inginkan, bukan yang mereka coba hindari. Jadi, berhentilah—berhentilah sebelum semakin terjebak dalam kebohongan politik yang berujung kerugian dan luka bagi rakyat.

Sekian tulisan ini saya akhiri, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk perbaikan yang bermuara pada kemajuan. Yang jelas, tulisan ini tidak bermaksud menyinggung pihak manapun.

Salam Jangan Keyeye…

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legenda Musik Indonesia, Titiek Puspa Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun

    Legenda Musik Indonesia, Titiek Puspa Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun

    • calendar_month Kam, 10 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Legenda Musik Indonesia, Titiek Puspa Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun “Dari Kupu-Kupu Malam hingga Bing, Warisan Abadi Sang Maestro Musik” DOORSTOP.ID, JAKARTA — Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Artis dan penyanyi legendaris Indonesia, Titiek Puspa, meninggal dunia pada Kamis (10/4/2025) sekitar pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Kepergian sosok […]

  • Bawaslu Babel Pastikan Putusan Sengketa Dilaksanakan KPU Bangka Tepat Waktu

    Bawaslu Babel Pastikan Putusan Sengketa Dilaksanakan KPU Bangka Tepat Waktu

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Bawaslu Babel Pastikan Putusan Sengketa Dilaksanakan KPU Bangka Tepat Waktu DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memastikan KPU Kabupaten Bangka telah melaksanakan Putusan Penyelesaian Sengketa Pemilu sesuai jadwal yang ditetapkan. Putusan yang dimaksud adalah Putusan Bawaslu Kabupaten Bangka Nomor 001/PS.REG/19.1901/VII/2025, yang menyangkut status pencalonan pasangan Rato Rusdianto dan […]

  • PT Timah Raih Penghargaan Tamasya Award 2024 dari Kementerian ESDM

    PT Timah Raih Penghargaan Tamasya Award 2024 dari Kementerian ESDM

    • calendar_month Kam, 28 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 107
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, JAKARTA — PT Timah Tbk berhasil meraih penghargaan Kinerja Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Mineral dan Batubara (Tamasya Award) Tahun 2024, kategori Implementasi Bidang Tingkat Pendapatan Riil atau Pekerjaan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Penghargaan diterima langsung oleh Division Head CSR PT Timah Tbk, Rahmat Taufik, dalam acara yang digelar di Kartika Expo […]

  • Harapan Baru dari Paripurna DPRD Babel: Gubernur-Wagub Diminta Angkat Pertumbuhan Ekonomi dan Cegah TPPO

    Harapan Baru dari Paripurna DPRD Babel: Gubernur-Wagub Diminta Angkat Pertumbuhan Ekonomi dan Cegah TPPO

    • calendar_month Sel, 22 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Harapan Baru dari Paripurna DPRD Babel: Gubernur-Wagub Diminta Angkat Pertumbuhan Ekonomi dan Cegah TPPO DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Paripurna pada Senin (21/4/2025) untuk mendengarkan sambutan Gubernur terpilih Hidayat Arsani dan Wakil Gubernur Hellyana, yang akan memimpin Babel untuk periode 2025–2030. Di kesempatan tersebut, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, membuka […]

  • Gandeng Pusat, Gubernur Babel Perkuat Sinergi Pendidikan Karakter di Kancah Nasional

    Gandeng Pusat, Gubernur Babel Perkuat Sinergi Pendidikan Karakter di Kancah Nasional

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Gandeng Pusat, Gubernur Babel Perkuat Sinergi Pendidikan Karakter di Kancah Nasional DOORSTOP.ID, ​PURWAKARTA — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menghadiri peresmian Madrasah Aliyah (MA) Insan Cendekia Nusantara (ICN) International Islamic Boarding School di Auditorium MA Insan Cendikia Nusantara, Sabtu (6/6/2026). Kehadiran Gubernur Hidayat ini menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional yang berbasis karakter […]

  • Bangka Belitung: Kilau Timah di Atas Luka Rakyat

    Bangka Belitung: Kilau Timah di Atas Luka Rakyat

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Kilau Timah di Atas Luka Rakyat Oleh: Putri Anggun (Mahasiswi IAIN SAS Bangka Belitung) Di ujung barat Indonesia, diapit gelombang dan langit tropis, berdirilah Bangka Belitung, sebuah negeri kecil yang menyimpan timah sebesar gunung harapan. Tanahnya ibarat peti harta karun yang terus digali, menghasilkan logam mulia yang menjadi andalan industri dunia. Timah dari pulau ini, […]

expand_less