Meski APBD Defisit, Proyek Infrastruktur 2026-2027 di Bangka Tengah Bakal Didanai Pusat
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 23 Feb 2026
- visibility 79
- comment 0 komentar

Dengan Dukungan Dana Pusat, Sejumlah Persoalan Infrastruktur di Bangka Tengah Bisa Teratasi
DOORSTOP.ID, KOBA — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memastikan pembangunan infrastruktur tetap berjalan meski APBD mengalami defisit.
Sejumlah proyek prioritas pada 2026 hingga 2027 bakal dibiayai melalui dana pemerintah pusat.
Langkah ini ditempuh Pemkab Bangka Tengah dengan aktif membangun komunikasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum terkait usulan program infrastruktur.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUTRP) Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, mengatakan beberapa proyek yang akan dibiayai pusat di antaranya normalisasi sungai dan pembangunan jalan sepanjang sekitar 17,8 kilometer.
“Untuk 2026, fokus dengan normalisasi sungai di Bangka Tengah, pembangunan bronjong di beberapa lokasi sungai,” kata Fani, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, untuk 2027 Pemkab juga mengusulkan pembangunan talud, cekdam dan jeti di Desa Kurau dan Kurau Barat.
“Lokasi rencana kegiatan lanjutan yang diusulkan ke Kementerian PU adalah pembangunan talud, cekdam dan jeti di Desa Kurau dan Kurau Barat pada tahun 2027,” ujarnya.
Program tersebut turut dibahas dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, pada Jumat (20/2/2026).
Rapat dihadiri Kasi Intel Kejaksaan Koba, perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Wilayah Sungai (BWS) Babel, serta organisasi perangkat daerah (OPD) di Bangka Tengah.
“Rapat ini penting untuk mematangkan program dan agar dalam pelaksanaan teknisnya bisa berjalan dengan baik,” kata Fani.
Menurutnya, pemerintah pusat merespons positif usulan daerah. Ia menyebut Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, memberikan arahan agar Pemkab aktif berkoordinasi dengan BWS Babel dan BPJN Babel terkait teknis pelaksanaan.
“Terkait rencana teknis pelaksanaan kita sudah diarahkan untuk berkomunikasi aktif dengan BWS Babel dan BPJN Babel,” ujarnya.
Fani berharap, dengan dukungan dana pusat, sejumlah persoalan infrastruktur di Bangka Tengah bisa teratasi, terutama terkait pengendalian banjir dan peningkatan akses jalan.
“Kami berharap dukungan dan sinergi semua pihak agar proses pembangunannya bisa berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (*)
- Penulis: admin


