Dato’ Akhmad Elvian Purna Bakti sebagai PNS
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 2 Nov 2025
- visibility 221
- comment 0 komentar

Dato’ Akhmad Elvian Purna Bakti sebagai PNS
Dato’ Drs. Akhmad Elvian, DPMP, CECH, lahir di Pangkalpinang pada tanggal 14 Oktober 1965, telah memasuki masa pensiun atau purna bakti sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tanggal 1 November 2025, setelah mengabdi selama 36 tahun 9 bulan. Beliau memulai kariernya sebagai Guru di SMA Negeri 1 Pangkalpinang, yang kemudian ditempatkan di SMA Negeri 1 Toboali sejak 1 Maret 1989.
Sebagai satu-satunya guru PNS di SMA Negeri 1 Toboali, beliau berperan penting dalam meletakkan dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah yang baru berdiri tersebut. Selama bertugas di Toboali, beliau mendirikan dan menjabat sebagai Kepala SMA Muhammadiyah Toboali.
Di Toboali, Akhmad Elvian menikahi Hesti Dewi Yudhiawati, yang menjadi pendamping hidupnya hingga saat ini, dan dikaruniai tiga anak yaitu Aulia Oktrivianty, Hafis Mahesvi, dan Nafisah Hesvia.
Pada tahun 1996, kariernya meningkat menjadi Kepala SMP Negeri 1 Jebus selama 7 bulan, kemudian diangkat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Jebus, dan pada tahun 2000 menjabat sebagai Kepala SMA Negeri Sungailiat. Selanjutnya, pada tahun 2004, beliau menjabat sebagai Pengawas dan Koordinator Pengawas Pendidikan di Kota Pangkalpinang.
Pada tahun 2006, beliau dipercaya menjabat sebagai Kepala Bidang Kebudayaan dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Pangkalpinang hingga tahun 2013.
Sejak tahun 2013, selama 10 bulan 9 hari, beliau menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan kemudian kembali dipercaya sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang.
Pada tanggal 3 Juli 2017, beliau diamanahkan untuk menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kota Pangkalpinang hingga pensiun pada tanggal 1 November 2025.
Selama menjalankan tugas sebagai PNS, Akhmad Elvian memiliki semboyan hidup: “Jika ingin sukses, kita harus berbeda dengan orang lain,” dan keberhasilannya ditandai dengan “hasil karya dan hasil kerja.”
Selama bekerja, beliau tidak pernah absen atau sakit dan hanya sekali mengambil cuti kerja untuk melakukan penelitian sejarah di Belanda guna menyusun Riwayat Hidup Perjuangan Depati Amir, yang kemudian diusulkan dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2018.
Sebagai PNS, beliau telah menerima Satyalancana Karya Satya untuk 10, 20, dan 30 tahun dari Presiden Republik Indonesia, serta Pin Pinang Emas dan beberapa penghargaan dari Wali Kota dan Gubernur.
Akhmad Elvian, yang sering disapa Dato’, dikenal masyarakat sebagai sejarawan dan budayawan, serta penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia. Beliau memperoleh gelar Dato’ Darjah Paduka Mahkota Palembang dari Kesultanan Palembang Darussalam dan juga bergelar Panglima Satya Negeri.
Sebagai sejarawan dan budayawan, beliau telah menulis sekitar 41 buku yang terkoleksi di 122 perpustakaan dunia, serta menulis ratusan artikel dan terus produktif hingga saat ini.
Beliau juga sering menjadi pembicara dalam berbagai pertemuan ilmiah nasional dan internasional, serta diundang sebagai dosen tamu di berbagai perguruan tinggi.
Beliau menerima sekitar 80 penghargaan dari berbagai kalangan dan instansi atas kontribusinya, termasuk dari Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI), serta Piagam Tanda Penghargaan dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berupa Lencana Darma Bakti dan Lencana Melati.
Salah satu keahlian Dato’ Akhmad Elvian adalah kompetensinya dalam bidang Cagar Budaya dengan kualifikasi sebagai Ahli Cagar Budaya.
Saat ini, Dato’ Akhmad Elvian menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Adat Melayu Negeri Serumpun Sebalai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wakil Sekretaris Tim Pengkaji dan Peneliti Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Pangkalpinang, dan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Setelah pensiun sebagai PNS, semoga Dato’ Akhmad Elvian diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, serta terus berkarya untuk kemajuan Negeri Serumpun Sebalai, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
- Penulis: admin


